Musancab PDIP Madiun, Prioritaskan 20 Persen Kader Muda dan Penguatan Digital
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 24
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Madiun menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di halaman kantor DPC setempat, Senin (20/4/2026). Agenda ini menjadi bagian dari langkah restrukturisasi organisasi partai di tingkat kecamatan.
Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur, Deni Wicaksono, mengatakan Musancab serentak ini merupakan upaya konsolidasi internal untuk memperkuat mesin politik menghadapi Pemilu dan Pilkada 2029.
“Musancab ini bagian dari restrukturisasi di tingkat kecamatan. Kegiatan serupa juga sudah dilaksanakan di sekitar 28 daerah lain di Jawa Timur,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kabupaten Madiun menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus karena memiliki capaian politik yang cukup stabil, terutama dalam pemilihan legislatif. Meski demikian, evaluasi tetap dilakukan, khususnya terkait hasil dalam kontestasi pemilihan kepala daerah sebelumnya.
Sebagai bagian dari pembenahan, PDIP menargetkan minimal 20 persen struktur kepengurusan anak cabang diisi kader muda berusia di bawah 35 tahun. Mereka diharapkan tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi juga menempati posisi strategis dalam struktur partai.
“Kita butuh energi baru dan pola gerakan baru. Anak muda harus diberi ruang, sementara kader senior tetap menjadi penopang arah perjuangan,” kata Deni.

Selain fokus pada regenerasi, partai juga menekankan pentingnya peran kader dalam menjembatani aspirasi masyarakat hingga tingkat desa dan dusun. Hal ini dinilai penting untuk memastikan kehadiran partai benar-benar dirasakan oleh warga.
Sementara itu, Ketua DPC PDIP Kabupaten Madiun, Fery Sudarsono, menegaskan bahwa Musancab juga menjadi momentum memperkuat soliditas internal partai hingga akar rumput.
“Musyawarah ini menjadi ajang evaluasi sekaligus penguatan konsolidasi partai,” ujarnya.
Fery juga menyoroti pentingnya penguasaan teknologi digital bagi kader partai. Menurutnya, kemampuan beradaptasi di ruang digital menjadi bagian dari strategi komunikasi politik modern.
“Kader harus melek digital, aktif di media sosial dengan narasi positif dan berpihak kepada masyarakat kecil,” tegasnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara kader muda yang adaptif dengan kader senior yang berpengalaman menjadi kunci menghadapi dinamika politik yang semakin kompleks ke depan.
Melalui Musancab ini, PDIP Kabupaten Madiun menargetkan terbentuknya struktur organisasi yang lebih solid, responsif, dan siap menghadapi kontestasi politik mendatang.(Tov).
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Kris/Byg





