Insiden Laka Truk VS Bus di Caruban, Polisi Ungkap Dugaan Kelalaian Berujung Maut
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 74
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun — Kecelakaan maut yang melibatkan bus dan truk boks di Jalan Arteri Madiun–Surabaya, tepatnya di Desa Purwosari, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Selasa (7/4/2026), mengungkap dugaan kelalaian dari kru bus yang berhenti terlalu lama di badan jalan.
Polisi menyebut, kendaraan bus yang mengalami mogok sejak pagi hari tetap berada di jalur utama tanpa pengamanan memadai hingga akhirnya ditabrak truk dari arah belakang sekitar pukul 12.40 WIB.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Madiun, Ipda Andika, mengatakan truk boks bernomor polisi AE 9588 NK melaju dari arah timur ke barat sebelum menghantam bagian belakang bus Sumber Selamat bernopol W 7202 UP yang tengah berhenti di lajur kiri.
Benturan keras membuat bus terdorong hingga menabrak rumah warga di sisi kiri jalan. Sopir truk, Kendista Nur Yusuf Putra (20), warga Magetan, meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara sopir bus, Yoga Fransisco (33), warga Jombang, selamat.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi menemukan adanya dugaan kelalaian dari pihak kru bus. Kendaraan yang mengalami gangguan tidak segera dipindahkan ke lokasi aman ataupun dievakuasi, meski berada di jalur nasional dengan lalu lintas padat.
Alih-alih melakukan penanganan cepat, kru bus memilih menunggu montir dari pool di Sidoarjo tanpa upaya pengamanan yang sesuai standar.
“Tidak ada rambu pengaman yang layak seperti traffic cone. Hanya lampu hazard dan ranting pohon,” ujarnya.
Selain itu, kru bus juga tidak melaporkan kondisi darurat tersebut ke pihak kepolisian atau meminta bantuan derek untuk evakuasi.
Menurut Andika, kondisi tersebut sangat berbahaya mengingat lokasi kejadian merupakan jalur utama dengan intensitas kendaraan tinggi.
“Ini bukan tempat berhenti. Kendaraan tidak boleh terlalu lama di badan jalan karena berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan,” tegasnya.
Saat ini, kasus kecelakaan tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Kerugian material akibat insiden ini ditaksir mencapai Rp30 juta. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez






