Berita Terkini
Trending Tags

PBNU Tutup Polemik Risalah Syuriyah, PCNU Magetan Serukan Persatuan Warga Nahdliyin

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
  • visibility 157
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Ketua PCNU Magetan, KH Susanto Khoirul Fatwa, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Ketegangan internal di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) usai beredarnya Risalah Rapat Harian Syuriyah tertanggal 20 November 2025, kini resmi berakhir. Dokumen yang memuat permintaan agar Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengundurkan diri dalam batas waktu 3×24 jam itu sempat memicu kegaduhan di lingkungan Nahdliyin.

Hanya dua hari setelah risalah tersebut viral, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar menerbitkan Surat Edaran Nomor 4780/PB.23/A.II.10.71/99/11/2025 pada Sabtu, 22 November 2025. Surat ini mencabut tanda tangan beliau dari SK Nomor 3137/PB.01/A.II.01.71/99/12/2024 mengenai penetapan penasihat khusus Ketua Umum PBNU bidang urusan internasional.

Pada hari yang sama, Wakil Rais Aam KH Anwar Iskandar bersama Katib Aam KH Ahmad Tajul Mafakhir mengeluarkan Surat Tabayun Nomor 4778/PB.02/A.I.01.47/99/11/2025 yang meluruskan proses serta status risalah rapat yang sebelumnya tersebar luas.

Ketua PCNU Magetan, KH Susanto Khoirul Fatwa, menyambut baik langkah-langkah yang ditempuh Syuriyah PBNU. Ia menegaskan bahwa seluruh proses klarifikasi sudah dilakukan secara resmi.

“Syukurlah semuanya sudah selesai. Dua surat dari PBNU pencabutan tanda tangan Rais Aam dan tabayun sudah memberi penjelasan penuh, sehingga tidak ada alasan untuk memperpanjang masalah,” ujar Kiai Susanto, Minggu (23/11/2025).

Kiai yang dikenal dengan sapaan Kiai Santo tersebut meminta warga Nahdliyin, khususnya di Magetan tetap mengedepankan persaudaraan dan ketenangan.

“Saya berharap seluruh Nahdliyin di Magetan menjaga ukhuwah, baik keislaman, kebangsaan, maupun ke-NU-an. Kondisi yang sudah damai ini jangan sampai terganggu. NU adalah rumah kita bersama, jangan biarkan perbedaan pendapat meretakkan persatuan,” pesannya.

Ia juga menyampaikan penghargaan atas langkah cepat dan kebijaksanaan jajaran Syuriyah dalam menangani dinamika ini.

“Keluarnya dua surat tersebut menunjukkan betapa pimpinan Syuriyah benar-benar menjaga martabat organisasi dan hubungan antar kader. Kita patut berterima kasih karena ulama-ulama kita memberi teladan yang menyejukkan,” ungkapnya.

Dengan ditetapkannya penjelasan resmi dari PBNU, PCNU Magetan berharap seluruh elemen Nahdliyin kembali fokus pada pengabdian kepada umat serta menjaga stabilitas wilayah. (Nan/Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Disperindag Magetan Pastikan Beras Oplosan Tak Beredar, Harga Beras Kini Tetap Stabil

    Disperindag Magetan Pastikan Beras Oplosan Tak Beredar, Harga Beras Kini Tetap Stabil

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Magetan menegaskan bahwa tidak ditemukan peredaran beras oplosan di wilayah setempat. Kepastian ini diperoleh setelah inspeksi mendadak (sidak) terakhir pada 31 Juli 2025 menunjukkan hasil bersih dari praktik pengoplosan. “Alhamdulillah, dari hasil sidak yang kami lakukan kemarin, tidak ada temuan beras oplosan di Magetan,” ujar […]

    Bagikan
  • Diduga Terkait OTT Wali Kota Nonaktif, KPK Geledah Ruko di Kota Madiun

    Diduga Terkait OTT Wali Kota Nonaktif, KPK Geledah Ruko di Kota Madiun

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan dalam rangka pengembangan kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi. Kini, penyidik KPK menyasar sebuah ruko di Jalan Jenderal S. Parman, Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Senin (26/1/2026). Pantauan di lokasi, sedikitnya empat mobil Toyota Innova […]

    Bagikan
  • Lahan Pembangunan KMP Terkendala LSD, Ini Langkah Pemkot Madiun

    Lahan Pembangunan KMP Terkendala LSD, Ini Langkah Pemkot Madiun

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Koperasi Merah Putih (KMP) menjadi salah satu program prioritas yang digaungkan Presiden RI, Prabowo Subianto. Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun tengah mematangkan tempat atau lokasi untuk pembangunan gedung KMP. Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun mengungkapkan jika saat ini setiap kelurahan tengah menentukan titik lahan untuk program tersebut. […]

    Bagikan
  • Kemenag Ponorogo Bentuk Tim Investigasi, Izin Pondok Pesantren Milik JYD Terancam Dicabut

    Kemenag Ponorogo Bentuk Tim Investigasi, Izin Pondok Pesantren Milik JYD Terancam Dicabut

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ponorogo membentuk tim investigasi menyusul penetapan Kiai JYD (55) sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap 11 santri laki-laki. Tim tersebut ditugaskan menelusuri legalitas hingga perizinan operasional Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Raden Wijaya. Hasil investigasi nantinya akan menjadi bahan pertimbangan untuk memberikan rekomendasi pencabutan izin operasional pondok […]

    Bagikan
  • Viral Pembawa Keranda Lewati Sungai, Ini Solusi Kang Giri Untuk Lahan Pemakaman di Wates

    Viral Pembawa Keranda Lewati Sungai, Ini Solusi Kang Giri Untuk Lahan Pemakaman di Wates

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengambil langkah cepat dengan membelikan lahan pemakaman bagi warga Dukuh Bukul, Desa Wates, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Langkah ini dilakukan setelah video viral yang memperlihatkan warga membawa keranda jenazah melintasi sungai karena tak bisa melalui jalur biasa, meski secara infrastruktur tidak ada kerusakan. Masalah bermula […]

    Bagikan
  • Warga Bendo Magetan Diresahkan Isu Peredaran Uang Palsu Sasar UMKM

    Warga Bendo Magetan Diresahkan Isu Peredaran Uang Palsu Sasar UMKM

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Keresahan melanda warga Desa Setren dan Kleco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menyusul informasi dugaan peredaran uang palsu di lingkungan mereka. Isu tersebut ramai diperbincangkan di media sosial hingga grup percakapan warga dalam beberapa hari terakhir. Informasi yang beredar menyebutkan uang pecahan Rp100 ribu diduga digunakan pelaku untuk bertransaksi di […]

    Bagikan
expand_less