
Sinergia | Ponorogo — Video warga menggendong siswa sekolah karena jalan rusak di Ponorogo viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi di jalan penghubung Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel, dengan Desa Wates, Kecamatan Jenangan, Selasa (13/1/2026).
Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut kembali menggerus badan jalan hingga menyisakan lebar sekitar 20 sentimeter. Kondisi ini membuat akses antarkecamatan semakin berbahaya, terutama bagi anak-anak yang pulang sekolah. Warga pun berjaga dan menggendong para siswa agar tidak tergelincir ke jurang.
Longsor di lokasi itu memiliki lebar sekitar 19 meter dan tinggi tebing mencapai 20 meter. Kerusakan yang terjadi sejak awal 2026 memperparah kondisi jalan yang memang telah tergerus sejak 2023 silam.
Untuk sementara, warga secara swadaya memasang balok kayu dan bambu agar jalan tetap bisa dilalui.
“Ya sulit, Mas, karena jalan rusak. Kalau memutar jauh sekali,” ujar Winarsih, salah satu warga.
Sebelumnya, warga juga membangun jembatan kayu sepanjang kurang lebih 10 meter dengan lebar dua meter. Upaya tersebut dilakukan karena belum adanya penanganan dari pemerintah.
“Ini hasil swadaya warga. Pemerintah seakan tutup mata. Sudah sering yang survei ke sini,” kata Gunarto, warga setempat. Warga berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki jalan poros desa tersebut. Akses itu dinilai sangat vital bagi aktivitas sekolah dan pekerjaan masyarakat yang sehari-hari melintas di jalur tersebut.(ega).