KA Malabar Tertemper Truk di Klaten, Sejumlah Kereta Api Alami Keterlambatan
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 93
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Sejumlah perjalanan kereta api (KA) mengalami keterlambatan setelah KA 68 Malabar relasi Bandung–Malang tertemper truk di perlintasan sebidang JPL 295 Klaten, wilayah Daop 6 Yogyakarta, Kamis (27/8/2026) dini hari. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.25 WIB. Dampaknya, perjalanan KA Malabar dan sejumlah kereta api lain yang melintas di jalur tersebut ikut terganggu, termasuk di wilayah Daop 7 Madiun.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari mengatakan, petugas KAI langsung melakukan penanganan dan evakuasi lokomotif KA Malabar yang tertemper truk. Normalisasi jalur juga dilakukan agar perjalanan kereta api dapat kembali berjalan dengan aman.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas keterlambatan perjalanan KA yang terjadi akibat kejadian temperan di JPL 295 Klaten,” ujar Tohari.
Setelah proses penanganan, KA 68 Malabar kembali melanjutkan perjalanan dengan menggunakan lokomotif pengganti pada pukul 06.01 WIB. KAI mencatat sebanyak 76 penumpang KA Malabar turun di wilayah Daop 7 Madiun akibat perjalanan tersebut.
Rinciannya, empat penumpang turun di Stasiun Ngawi, enam penumpang di Stasiun Madiun, 28 penumpang di Stasiun Kediri, 24 penumpang di Stasiun Tulungagung, serta 14 penumpang di Stasiun Blitar.
Sementara itu, terdapat 11 penumpang yang naik dari wilayah Daop 7 Madiun untuk menggunakan KA Malabar.
Tohari mengatakan, KAI terus mempercepat proses penanganan untuk meminimalkan dampak keterlambatan terhadap perjalanan KA lainnya.
“Kami terus berupaya mempercepat proses penanganan dan normalisasi untuk meminimalkan dampak keterlambatan terhadap perjalanan KA lainnya,” katanya.
Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan yang terdampak, KAI memberikan service recovery sesuai ketentuan yang berlaku. Bentuk kompensasi tersebut antara lain pemberian makanan dan minuman dengan mempertimbangkan durasi keterlambatan perjalanan.
KAI mengimbau pelanggan yang terdampak untuk memantau perkembangan perjalanan kereta melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal informasi resmi KAI.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk lebih disiplin dan berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang. Keselamatan harus menjadi prioritas utama, dengan selalu mendahulukan perjalanan kereta api,” tegas Tohari. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez



