Berita Terkini
Trending Tags

Kasus Dugaan Pengeroyokan Eks-Dosen UMMAD Berlanjut, Polisi Tetapkan Tersangka

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
  • visibility 42
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gedung Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) , Foto : Istimewa

Sinergia | Kota Madiun – Kasus dugaan pengeroyokan terhadap mantan dosen Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD), Dwi Rizaldi Hatmoko terus bergulir di meja penyidik Polres Madiun Kota. Bahkan, kepolisian resmi menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Hal itu tertuang dalam Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) tertanggal 5 Juni 2025 dengan nomor B/83/SP2HP-5/II/RES.1.6/2025/Satreskrim.

“Sudah ditetapkan enam orang tersangka, dan proses penyidikan masih berlanjut,” ujar Kasi Humas Polres Madiun Kota, Iptu Ubaidillah saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis (19/06/2025).

Keenam tersangka berasal dari lingkungan internal kampus. Mereka adalah MHK, ajudan rector, YAP, wakil dekan, SA, pejabat Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Madiun yang juga struktural di UMMAD, SP, kaprodi; serta dua dosen yakni MRA dan MHB.

Sementara itu, Dwi Rizaldi mengharapkan penetapan tersangka ini menjadi pelajaran bahwa hukum di Indonesia masih bisa tegak. Dwi menilai, langkah hukum ini sekaligus membantah pernyataan resmi pihak kampus yang sempat menyebut tidak ada tindakan kekerasan dalam insiden tersebut. Pernyataan itu disampaikan melalui siaran pers UMMAD pada 6 September 2024 lalu, yang saat itu sempat ramai diberitakan di berbagai media.

“Menurut saya itu bentuk upaya membungkam. Mereka tidak menunjukkan empati, bahkan justru memojokkan saya lewat press release itu,” tegas Dwi.

Ia juga menyerukan agar para pelaku menyadari kesalahan dan berharap aktor intelektual di balik peristiwa tersebut turut diungkap.

“Saya ingin sampaikan kepada para pelaku, jangan main hakim sendiri. Segala hal ada mekanismenya. Semoga kalian sadar, dan semoga aktor-aktor intelektual yang menyuruh kalian segera diungkap agar semuanya terang,” tambahnya.

Diketahui, peristiwa ini terjadi ketika Dwi masih menjabat sebagai dosen Prodi Ilmu Lingkungan UMMAD. Pada 2024 lalu, pelapor merekam aksi penyampaian aspirasi mahasiswa mengenai perbedaan akreditasi antarjurusan. Namun, tindakan merekam itu tidak diterima oleh pihak ajudan rektor. Saat diminta menyerahkan ponsel, Dwi menolak, yang kemudian memicu keributan dan berujung kekerasan fisik terhadap dirinya.

Dwi mengaku dibanting, dicekik, bajunya ditarik hingga robek oleh sejumlah orang yang diduga merupakan dosen, karyawan, dan sekuriti kampus. Ia kemudian melaporkan kejadian itu ke Polres Madiun Kota. Tak lama berselang, Dwi diberhentikan dari jabatannya sebagai dosen.

Sementara itu, hingga saat ini, pihak UMMAD belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait penetapan enam tersangka dalam kasus dugaan pengeroyokan terhadap mantan dosen mereka.

Kriswanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sempat Diguyur Hujan, Maidi – F. Bagus Panuntun Ikuti Gladi Pelantikan di Istana Merdeka

    Sempat Diguyur Hujan, Maidi – F. Bagus Panuntun Ikuti Gladi Pelantikan di Istana Merdeka

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta – Maidi – F. Bagus Panuntun turut mengikuti gladi resik pelantikan kepala daerah di Istana Merdeka Jakarta pada Rabu (19/2/2025). Gladi resik ini juga diikuti 481 kepala daerah terpilih lainnya. Bahkan, suasana Jakarta yang diguyur hujan tak mengurangi antusiasme mengikuti kepala daerah terpilih. “Hujan adalah berkah. Tatkala pagi ini hujan, InsyaAllah pelantikan […]

    Bagikan
  • Oknum Santri di Ngawi Diciduk atas Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak

    Oknum Santri di Ngawi Diciduk atas Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Polres Ngawi mengungkap kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang diduga dilakukan oleh seorang oknum santri berinisial MZN (28), warga Kecamatan Kasreman, Ngawi. Kasus ini berawal ketika pihak sekolah memanggil orang tua korban pada awal Mei 2025 setelah mendapati adanya foto dan video pribadi milik korban […]

    Bagikan
  • Tanah Gerak Putus Akses Kecamatan Pudak–Sooko, Dua Rumah Terancam

    Tanah Gerak Putus Akses Kecamatan Pudak–Sooko, Dua Rumah Terancam

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Pergerakan tanah di Desa Bareng, Kecamatan Pudak, Ponorogo, Jawa Timur, memutus total akses jalan alternatif yang menjadi penghubung antar Kecamatan Pudak dan Sooko. Fenomena geologi ini juga menimbulkan retakan besar yang kini mengancam dua rumah warga yang berada di kawasan terdampak. Tanah gerak tersebut telah terpantau dan tanda-tandanya bahkan sudah mulai muncul […]

    Bagikan
  • Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat di Magetan Masih Menunggu Keputusan Pemerintah Pusat

    Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat di Magetan Masih Menunggu Keputusan Pemerintah Pusat

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Magetan terus berjalan, meski masih berada pada tahap awal. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Magetan, Muhtar Wahid, menjelaskan bahwa saat ini terdapat dua jalur yang sedang disiapkan pemerintah daerah untuk merealisasikan program pendidikan nasional tersebut. Muhtar menyebutkan bahwa alternatif pertama ialah menyiapkan […]

    Bagikan
  • Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 H Jatuh di Tanggal 1 Maret 2025

    Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 H Jatuh di Tanggal 1 Maret 2025

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Sinergia | Yogyakarta – PP Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadhan 1446 hijriah. Dikutip dari keterangan resmi yang disampaikan Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhammad Sayuti melalui konferensi pers dalam website resmi muhammadiyah.or.id Rabu (12/2/2025). Turut hadir pada acara tersebut, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir serta Ketua PP Muhammadiyah Syamsul Anwar dan Agung Danarto. “Muhammadiyah tetapkan 1 Ramadan […]

    Bagikan
  • Alokasi Pupuk Subsidi di Magetan Bertambah, HET Turun Ikuti Kebijakan Terbaru Pemerintah Pusat

    Alokasi Pupuk Subsidi di Magetan Bertambah, HET Turun Ikuti Kebijakan Terbaru Pemerintah Pusat

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Alokasi pupuk subsidi untuk Kabupaten Magetan kembali bertambah. Tambahan kuota ini diharapkan mampu mengamankan kebutuhan pupuk petani hingga akhir tahun. Hal itu di tengah tingginya tingkat serapan pupuk yang sudah mencapai 85 persen per November. Staf Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Pupuk Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Magetan, Edy […]

    Bagikan
expand_less