Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

Kasus Getok Harga Diklaim Ulah Segelintir Pedagang, Paguyuban Sarangan Minta Pemerintah Lebih Tegas

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
  • visibility 331
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Ketua Paguyuban, Sudardi menanggapi viralnya keluhan wisatawan terkait dugaan praktik getok harga, Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Paguyuban Pedagang Wisata Sarangan menanggapi viralnya keluhan wisatawan terkait dugaan praktik getok harga kuliner di kawasan Telaga Sarangan. Ketua Paguyuban, Sudardi, menekankan bahwa kasus tersebut tidak mencerminkan perilaku mayoritas pedagang.

Sudardi menjelaskan bahwa terdapat sekitar 500 pedagang yang beraktivitas di kawasan wisata Sarangan. Ia menilai permasalahan harga seperti yang ramai dibicarakan hanya melibatkan satu atau dua pedagang yang sama.

“Pedagang di Sarangan jumlahnya banyak, sekitar lima ratus. Jadi tidak tepat kalau semua dianggap bermasalah,” terang Sudardi saat ditemui, Jumat (9/1/2026).

Ia menegaskan bahwa paguyuban secara berkala melakukan pengarahan kepada anggotanya, termasuk mengenai standar harga, kewajiban memasang menu, hingga transparansi kepada pembeli.

“Kami terus melakukan pembinaan, mengingatkan agar pedagang mematuhi standar, mencantumkan menu dan harga. Itu sudah berlangsung lama,” ujarnya.

Menurut Sudardi, dinamika harga di kawasan wisata memang bukan hal baru. Namun ia menilai polemik yang muncul kali ini semakin membesar karena respons publik di media sosial.

“Di tempat wisata wajar kalau ada satu-dua pedagang yang menimbulkan masalah. Tapi menurut saya, kali ini lebih ramai karena respons netizen yang berlebihan,” tuturnya.

Sudardi mengungkapkan bahwa pedagang yang kembali disorot sebenarnya sudah berulang kali dikenai sanksi oleh paguyuban. Bahkan, oknum tersebut pernah dikeluarkan dari keanggotaan selama setahun.

“Sudah sering kami peringatkan, bahkan sampai tiga kali. Pernah juga kami nonaktifkan keanggotaannya selama satu tahun. Setelah dibina dan berjanji, ternyata terulang lagi,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa paguyuban tidak memiliki kewenangan memberi tindakan lebih jauh selain pembinaan internal.

“Yang bisa kami lakukan hanya pembinaan organisasi. Untuk urusan perizinan usaha atau sanksi resmi, itu kewenangan pemerintah daerah,” tegasnya.

Sudardi berharap pemerintah daerah dapat bersikap lebih tegas, terutama dalam pengawasan izin usaha kuliner di kawasan wisata agar persoalan serupa tidak kembali terjadi. “Pemerintah perlu lebih tegas, terutama terkait izin usaha. Warung atau restoran seharusnya punya izin lengkap. Kalau ada yang terus melanggar, izinnya perlu dievaluasi,” pungkasnya.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan Penjual Sayur Geruduk Pengadilan Negeri Magetan, Buntut Gugatan Salah Satu Warga Desa Pesu

    Ribuan Penjual Sayur Geruduk Pengadilan Negeri Magetan, Buntut Gugatan Salah Satu Warga Desa Pesu

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Ribuan pedagang sayur keliling menggeruduk Kantor Pengadilan Negeri Magetan, Rabu (5/2/2025) sejak pukul 09.00 WIB. Mereka mengendarai motor atau pick up yang biasa dipakai berjualan sehari-hari lengkap beserta gerobak kayu berisi sayur mayur, sampai dengan aneka bumbu. Aksi ini buntut dari gugatan di Pengadilan Negeri Magetan yang dilayangkan oleh Bitner […]

    Bagikan
  • 11 Warga Catatkan Aliran Kepercayaan di KTP Sepanjang 2025

    11 Warga Catatkan Aliran Kepercayaan di KTP Sepanjang 2025

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sepanjang tahun 2025 ini, sebanyak 11 warga Kabupaten Madiun memilih mencatatkan aliran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME) dalam KTP mereka. Data itu disampaikan oleh Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Dispendukcapil Kabupaten Madiun, Sayogyo. Ia menegaskan bahwa pencatatan aliran kepercayaan merupakan hak setiap warga negara yang dijamin […]

    Bagikan
  • Saling Berbagi, Persatuan Penyandang Disabilitas Kota Madiun Berbagi Takjil Ke Masyarakat

    Saling Berbagi, Persatuan Penyandang Disabilitas Kota Madiun Berbagi Takjil Ke Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Bulan suci Ramadhan menjadi momen untuk saling berbagi kebaikan. Seperti yang dilakukan oleh Persatuan Penyandang Disabilitas Kota Madiun di Jalan Agus Salim Kota Madiun pada Kamis (20/3/2025) ini. Mereka berbagi takjil gratis kepada warga dan pengguna jalan yang melintas. Meski memiliki kekurangan pada fisiknya, namun semangat menebar kebaikan di bulan […]

    Bagikan
  • Puluhan Anak Yatim Piatu Diajak Berbelanja Baju Lebaran

    Puluhan Anak Yatim Piatu Diajak Berbelanja Baju Lebaran

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Menjelang Idul Fitri, sejumlah donatur yang tergabung dalam Yayasan Gerak Bareng mengajak puluhan anak yatim piatu untuk berbelanja baju lebaran. Kegiatan ini berlangsung di Pasar Legi Songgolangit, Ponorogo. Sebanyak 31 anak yatim piatu dari berbagai wilayah di Kabupaten Ponorogo diberikan kesempatan untuk memilih sendiri baju muslim serta pakaian harian. Sebelum berbelanja, mereka […]

    Bagikan
  • Penantian Sejak Muda Berbuah Manis, Mbah Robiah Rela Jual Tanah Demi Berangkat ke Tanah Suci

    Penantian Sejak Muda Berbuah Manis, Mbah Robiah Rela Jual Tanah Demi Berangkat ke Tanah Suci

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kebahagiaan tengah dirasakan Siti Robiah (91), warga Dusun Jatisari, Desa Prajegan, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo. Di usia senjanya, ia akhirnya mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji setelah menunggu selama enam tahun sejak mendaftar pada 2020. Nenek yang akrab disapa Mbah Robiah tersebut tercatat sebagai calon jemaah haji tertua asal Ponorogo tahun 2026. Ia dijadwalkan […]

    Bagikan
  • Satpol PP Madiun Tertibkan Reklame Bodong, Sisir Wilayah Saradan

    Satpol PP Madiun Tertibkan Reklame Bodong, Sisir Wilayah Saradan

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Sejumlah papan reklame dan banner yang dinilai mengganggu ketertiban dan keindahan lingkungan diberedel Satpol PP dan Damkar Kabupaten Madiun. Penertiban dilakukan dengan menyisir sejumlah titik di Kecamatan Saradan, Senin (14/9/2026). Petugas melakukan patroli, pemantauan, pemeriksaan hingga pembersihan terhadap sejumlah reklame yang menjadi sasaran penertiban. Kasi Dikdak Bidang PPHD Satpol PP dan […]

    Bagikan
expand_less