Berita Terkini
Trending Tags

Tingkat Pengangguran Terbuka di Angka 4,34 persen, Minat Job Fair di Madiun Malah Sedikit

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
  • visibility 135
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Suasana Job Fair yang banyak di minati oleh warga Madiun, Foto : Tova Pradana – Sinergia

Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) menggelar Job Fair 2025 di Pendopo Ronggo Djoemeno pada 7-8 Mei 2025. Job Fair ini sebagai upaya untuk mengentaskan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Maidun yang tinggi. Sesuai data BPS Provinsi Jawa Timur, TPT tahun 2024 di Kabupaten Madiun tercatat di angka 4,24 persen.

TPT Kabupaten Madiun diatas TPT kabupaten tetangga. Sebagai contoh, Kabupaten Ponorogo tercatat di angka 4,19 persen, Kabupaten Magetan 3,28 persen dan Kabupaten Ngawi hanya 2,40 persen. Untuk menekan penambahan jumlah TPT, Job Fair sengaja dibuka pada bulan Mei agar lulusan baru atau fresh graduate bisa langsung melamar kerja.

“Kita sengaja nyegat lulusan baru, sehingga ketika lulus bisa langsung melamar pekerjaan. Ada 56 perusahaan dengan lowongan kerja yang tersedia sejumlah 8.074 jenis,” kata Kepala Disnakerin Kabupaten Madiun, Imam Nurwedi, Kamis (08/05/2025).

Image Not Found
Suasana Job Fair yang banyak di minati oleh warga Madiun, Foto : Tova Pradana – Sinergia

Sementara, untuk penempatan Kabupaten/Kota Madiun tercatat 794 lowker, penempatan dalam provinsi 4.791 lowker, penempatan luar provinsi 1.432 lowker dan luar negeri sebanyak 1.057 lowker. Dari 56 perusahaan, 42 diataranya melakukan perekruran secara offline dan sisanya 14 perusahaan secara online.

Namun sayangnya, dengan jumlah TPT Kabupaten Madiun mencapai 19.000 orang, minat masyarakat untuk mengikuti Job Fair masih sedikit. Hal ini dibuktikan dengan jumlah pendaftar online dari dalam Kabupaten hanya sekitar 3.000 orang, sedangkan sisanya sejumlah 1.000 dari luar kabupaten.

“Pelaksanaan job fair kita harapkan bisa mengurangi pengangguran 0,5 persen. Diterima kerja atau tidak itu menjadi kewenangan perusahaan. Mereka pastinya memiliki kriteria pekerja yang berdasarkan posisi pekerjaan nantinya,” pungkas Imam.

Tova Pradana – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Magetan Panen Raya Jagung Di Lahan Aset Polri, Dukung Swasembada Pangan Nasional

    Polres Magetan Panen Raya Jagung Di Lahan Aset Polri, Dukung Swasembada Pangan Nasional

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Polres Magetan menggelar Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap program swasembada pangan nasional. Kegiatan tersebut dilaksanakan di lahan kosong aset Polri di Jalan Raya Maospati–Magetan, Desa Bandar, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan. Panen raya dipimpin langsung Wakapolres Magetan Kompol Dodik Wibowo yang mewakili Kapolres Magetan AKBP […]

    Bagikan
  • Satgas Sentot Prawirodirdjo Dilibatkan Dalam Parapatan Luhur 2026 PSHT Pusat Madiun Play Button

    Satgas Sentot Prawirodirdjo Dilibatkan Dalam Parapatan Luhur 2026 PSHT Pusat Madiun

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 935
    • 0Komentar

    Sinergi | Kota Madiun – Paguyuban Pencak Silat Madiun menggelar koordinasi di Padepokan Agung Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun pada Senin (02/02/2026) sore. Pertemuan para tokoh dari 15 perguruan pencak silat di Kota/Kabupaten Madiun ini membahas terkait kesiapan Parapatan Luhur (Parluh) PSHT Pusat Madiun. Sesuai rencana Parluh akan dilaksanakan pada 6-8 Februari 2026. […]

    Bagikan
  • Cincin Tak Mau Lepas! Jari Lansia di Madiun Bengkak, Damkar Turun Tangan

    Cincin Tak Mau Lepas! Jari Lansia di Madiun Bengkak, Damkar Turun Tangan

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Madiun mendatangi rumah warga di Desa Kenongorejo, RT 31 RW 04, Kecamatan Pilangkenceng, Kamis (23/4/2026) pagi. Kedatangan petugas menyusul laporan warga yang meminta bantuan untuk melepas cincin yang tersangkut di jari manis. Cincin milik Sudarsono (74) yang telah lama dikenakan tak bisa dilepas dan justru menyebabkan […]

    Bagikan
  • Tiga SPPG Ngawi Stop Operasional, Satgas MBG Beberkan Alasan

    Tiga SPPG Ngawi Stop Operasional, Satgas MBG Beberkan Alasan

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 366
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Operasional tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ngawi resmi terhenti sementara. Satgas MBG kabupaten menyebut penghentian distribusi menu terjadi akibat dana dari pemerintah pusat tak kunjung tersalurkan. Keputusan ini menambah daftar SPPG yang berhenti beroperasi di Ngawi. Hingga saat ini, total ada enam […]

    Bagikan
  • DBHCHT 2026 Terpangkas 50%, Pemkab Madiun Bakal Efisiensi Kegiatan Seremoni dan Perjadin

    DBHCHT 2026 Terpangkas 50%, Pemkab Madiun Bakal Efisiensi Kegiatan Seremoni dan Perjadin

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun bakal melakukan efisiensi besar-besaran menyusul rencana pemangkasan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) hingga 50 persen pada tahun anggaran 2026. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas keuangan daerah dan memastikan program prioritas tetap berjalan. Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Madiun, Puji Satriyo, membenarkan adanya informasi penurunan […]

    Bagikan
  • Data Stunting BPS Dengan Pemkab Selisih, Bupati Madiun : Metode Pengukuran Lapangan Lebih Riil

    Data Stunting BPS Dengan Pemkab Selisih, Bupati Madiun : Metode Pengukuran Lapangan Lebih Riil

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 121
    • 0Komentar

    sinergia | Madiun — Pemerintah Kabupaten Madiun mengklaim berhasil menekan angka stunting hingga menyentuh 5,23 persen pada 2026. Capaian itu bahkan hampir menyamai target nasional bebas stunting yang dipatok sebesar 5 persen pada 2045. Namun di tengah keberhasilan tersebut, muncul perbedaan data dengan Badan Pusat Statistik (BPS) yang masih mencatat prevalensi stunting Kabupaten Madiun sebesar […]

    Bagikan
expand_less