Kamis, 22 Okt 2026
Trending Tags

Kasus Korupsi Pokir Magetan Seret Elite Lintas Partai, Peta Politik DPRD Ikut Tersorot

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
  • visibility 327
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gambar Ilustrasi

Sinergia | Magetan – Perkembangan terbaru kasus dugaan korupsi dana hibah pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD Kabupaten Magetan tidak hanya mengungkap praktik penyimpangan anggaran, tetapi juga membuka sisi lain berupa keterlibatan elite politik lintas partai di tingkat legislatif daerah.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan sebelumnya telah menetapkan enam tersangka dalam perkara ini, termasuk tiga anggota DPRD aktif. Mereka adalah Suratno, Jamaludin Malik, dan Juli Martana, serta tiga tenaga pendamping dewan.

Kepala Kejari Magetan, Sabrul Iman, menegaskan bahwa penanganan perkara dilakukan berdasarkan alat bukti yang kuat setelah pemeriksaan puluhan saksi dan ratusan dokumen.

“Perkara ini menunjukkan adanya pola penyimpangan yang dilakukan secara sistematis dalam pengelolaan dana hibah pokir,” ujarnya.

Di balik proses hukum yang berjalan, latar belakang politik para tersangka menjadi sorotan. Suratno diketahui merupakan politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Magetan periode 2024–2029, setelah sebelumnya menjabat sebagai anggota DPRD periode 2019–2024.

Sementara itu, Jamaludin Malik juga berasal dari PKB dan tercatat sebagai anggota DPRD pada dua periode berturut-turut, yakni 2019–2024 dan 2024–2029. Posisi tersebut menunjukkan bahwa ia merupakan bagian dari politisi berpengalaman dengan basis elektoral yang relatif kuat di daerah pemilihannya.

Adapun Juli Martana merupakan kader Partai NasDem yang juga menjabat sebagai anggota DPRD dalam dua periode yang sama. Keterlibatan politisi dari partai berbeda ini memperlihatkan bahwa kasus dugaan korupsi pokir tidak terbatas pada satu kekuatan politik tertentu.

Pengamat menilai, komposisi tersangka yang berasal dari lintas partai mencerminkan potensi persoalan yang lebih luas dalam tata kelola program pokir. Program yang sejatinya menjadi sarana penyaluran aspirasi masyarakat itu justru diduga dimanfaatkan untuk kepentingan lain.

Dalam penyidikan, Kejari menemukan bahwa proses pengajuan hingga pencairan dana hibah diduga dikendalikan oleh oknum tertentu. Kelompok masyarakat penerima hibah disebut hanya dijadikan formalitas administratif, sementara proposal dan laporan pertanggungjawaban disusun oleh pihak yang memiliki afiliasi dengan oknum dewan.

Selain itu, praktik pemotongan dana serta pengalihan pekerjaan kepada pihak ketiga juga menjadi bagian dari temuan penyidik. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi kualitas program dan manfaat yang seharusnya diterima masyarakat.

“Ini bukan sekadar pelanggaran prosedur, tetapi sudah masuk pada praktik manipulasi yang merugikan keuangan negara atau daerah,” tegas Sabrul.

Secara politik, keterlibatan pimpinan DPRD aktif dalam perkara ini berpotensi memengaruhi dinamika internal lembaga legislatif. Di sisi lain, kasus ini juga dapat berdampak pada tingkat kepercayaan publik terhadap fungsi representasi DPRD, khususnya dalam penyaluran aspirasi melalui program pokir.

Kejari Magetan memastikan penyidikan masih terus berkembang, termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain serta aliran dana dalam perkara ini.

Dengan kombinasi antara aspek hukum dan latar belakang politik para tersangka, kasus ini dipandang sebagai momentum penting untuk mengevaluasi sistem pengelolaan dana hibah serta memperkuat pengawasan di tingkat daerah agar lebih transparan dan akuntabel. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sinkronisasi Program Pusat, Pemkot Madiun Alihkan Anggaran Incinerator dan Prioritaskan TPS 3R

    Sinkronisasi Program Pusat, Pemkot Madiun Alihkan Anggaran Incinerator dan Prioritaskan TPS 3R

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun memastikan penundaan pengadaan incinerator pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun ini. Keputusan tersebut diambil setelah adanya kepastian program pengentasan kawasan kumuh dari Pemerintah Pusat pada tahun depan dengan pagu Rp. 58 miliar. “Ketika finalisasi pembahasan APBD kemarin, kita mendapat kabar bahwa ada kegiatan dari pemerintah pusat yang […]

    Bagikan
  • Nahas, Cari Ikan di Jam Sekolah, Pelajar MTs di Ponorogo Tewas Tenggelam

    Nahas, Cari Ikan di Jam Sekolah, Pelajar MTs di Ponorogo Tewas Tenggelam

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Seorang pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Ponorogo ditemukan tewas tenggelam di Sungai Genting, Desa Menang, Kecamatan Jambon, Kamis (13/2/2025). Insiden ini terjadi saat jam sekolah. Ketika itu, korban bersama teman-temannya pergi berburu ikan mabuk di sungai. Korban, Revaldo Novanda Putra (12), siswa kelas 1 MTs meninggalkan sekolah saat jam istirahat […]

    Bagikan
  • CCTV Ungkap Aksi Pencurian di Pasar Plaosan, Pelaku Gondol 17 Botol Minyak Goreng

    CCTV Ungkap Aksi Pencurian di Pasar Plaosan, Pelaku Gondol 17 Botol Minyak Goreng

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Aksi pencurian yang terekam kamera pengawas (CCTV) di kawasan Pasar Plaosan, Kabupaten Magetan, menyita perhatian publik setelah videonya viral di media sosial. Dua pemuda tak dikenal nekat membobol lapak pedagang dengan cara memanjat pagar dan merusak gembok gudang. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu malam (2/5/2026). Dalam rekaman CCTV yang beredar, kedua […]

    Bagikan
  • Realisasi APBD Kota Madiun Baru 30,56 Persen, Proyek Fisik yang Masih Lelang Jadi Penyebab

    Realisasi APBD Kota Madiun Baru 30,56 Persen, Proyek Fisik yang Masih Lelang Jadi Penyebab

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Madiun hingga akhir semester I 2026 masih tergolong rendah. Berdasarkan data Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) per 30 Juni 2026, realisasi pendapatan daerah baru mencapai 37,05 persen, sedangkan realisasi belanja daerah sebesar 30,56 persen. Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota […]

    Bagikan
  • Jelang PSU Magetan, 16 Pemilih di 4 TPS Tercatat Meninggal Dunia 

    Jelang PSU Magetan, 16 Pemilih di 4 TPS Tercatat Meninggal Dunia 

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magetan telah memperbaharui data pemilih di empat Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada Sabtu (22/3/2025). Hal itu ditegaskan oleh Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Magetan, Nanik Yasiroh, menyampaikan pencatatan per 15 Maret, terdapat 16 pemilih yang meninggal dunia, 8 […]

    Bagikan
  • Dorong Layanan Kesehatan Mata Inklusif, Yayasan Paramitra Soroti Masalah Penglihatan di Madiun

    Dorong Layanan Kesehatan Mata Inklusif, Yayasan Paramitra Soroti Masalah Penglihatan di Madiun

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kasus gangguan penglihatan di Kabupaten Madiun tercatat masih tinggi. Data tahun 2023 menunjukkan ada 7.924 warga mengalami katarak, 17.234 gangguan refraksi, dan 828 kasus glaukoma. Sayangnya, layanan kesehatan mata di daerah ini dinilai belum menjadi prioritas. Merespons situasi tersebut, Yayasan Paramitra Indonesia bersama Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbang) […]

    Bagikan
expand_less