Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

Ratusan Warga Sayutan Geruduk DPRD Magetan, Tuntut Tambang Galian C Ditutup

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
  • visibility 277
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Warga geruduk DPRD Magetan tuntut tambang ditutup. (3/6/2026), Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Ratusan warga Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan menggeruduk kantor DPRD Magetan pada Rabu (3/6/2026). Mereka menyampaikan penolakan terhadap aktivitas tambang galian C yang beroperasi di wilayah Sayutan. Massa yang berasal dari Dukuh Jejeruk, Dukuh Geluk, dan Dukuh Meluk itu menilai keberadaan tambang telah menimbulkan berbagai dampak negatif bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Aksi yang berlangsung di halaman kantor DPRD Magetan tersebut diikuti sekitar 300 warga. Menariknya, tidak hanya orang dewasa yang turut hadir, sejumlah anak-anak juga ikut dibawa dalam aksi sebagai bentuk simbol kekhawatiran masyarakat terhadap masa depan lingkungan di wilayah mereka.

Perwakilan warga, Dakun, mengatakan masyarakat sejak awal berupaya menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, dampak aktivitas tambang mungkin belum dirasakan secara langsung saat ini, namun kerusakan yang ditimbulkan berpotensi terjadi dalam jangka panjang.

“Jalan yang ada sekarang dibangun secara gotong royong oleh warga. Mulai dari pembangunan awal, perbaikan, hingga pengecoran dilakukan bersama-sama dengan swadaya masyarakat. Karena itu kami tidak ingin jalan tersebut rusak akibat dilalui kendaraan tambang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jalan yang menjadi sorotan warga merupakan akses alternatif yang selama ini digunakan masyarakat umum, termasuk pelajar yang berangkat ke sekolah. Apabila kendaraan tambang melintas setiap hari, warga khawatir keselamatan pengguna jalan akan terganggu dan kondisi infrastruktur desa semakin memburuk.

Image Not Found
Ratusan warga Sayutan demo tolak tambang galian C. (3/6/2026), Foto : Kus-Sinergia

“Kendaraan tambang banyak yang melintasi jalan umum. Kami meminta perusahaan mencari jalur lain yang tidak mengganggu aktivitas warga,” tegasnya.

Namun demikian, sebagian besar warga yang hadir dalam aksi tersebut menginginkan langkah yang lebih tegas, yakni penghentian seluruh aktivitas tambang galian C di kawasan tersebut. Mereka menilai keberadaan tambang berisiko merusak ekosistem serta mengancam keberlanjutan sumber daya alam di sekitar lereng Gunung Bligo.

“Keinginan mayoritas warga sebenarnya tambang ditutup. Alasannya untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup demi masa depan anak cucu kami. Lokasi tambang berada di kawasan pereng Gunung Bligo sehingga kami khawatir dampaknya akan semakin besar jika aktivitas terus berlangsung,” kata Dakun.

Selain persoalan jalan, warga juga menyoroti dugaan kerusakan lingkungan lain yang mulai muncul di sekitar area tambang. Mereka khawatir aktivitas pengerukan material akan berdampak pada stabilitas tanah, sumber mata air, serta kualitas lingkungan hidup masyarakat di sekitar lokasi.

Warga berharap DPRD Magetan dapat memfasilitasi aspirasi masyarakat dan melakukan evaluasi terhadap izin maupun aktivitas operasional tambang. Mereka meminta pemerintah daerah tidak hanya mempertimbangkan aspek ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan keselamatan warga yang tinggal di sekitar kawasan tambang. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dampak Polemik PSHT di Padepokan Agung Madiun, Sejumlah Sekolah Terapkan Pembelajaran Daring

    Dampak Polemik PSHT di Padepokan Agung Madiun, Sejumlah Sekolah Terapkan Pembelajaran Daring

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Ketegangan antara massa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang diketuai M. Taufiq dengan aparat keamanan sempat memanas saat hendak merangsek ke Padepokan Agung Madiun (PAM), Jalan Merak Nomor 10, Kota Madiun, Selasa (22/9/2026). Situasi tersebut berdampak pada aktivitas pendidikan di sekitar padepokan. Sejumlah sekolah yang berada tidak jauh dari lokasi […]

    Bagikan
  • Puluhan Warga Desa Serag Gelar Aksi Damai, Desak Transparansi Pembangunan Kantor Desa

    Puluhan Warga Desa Serag Gelar Aksi Damai, Desak Transparansi Pembangunan Kantor Desa

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Puluhan warga Desa Serag, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menggelar aksi damai di area bekas Balai Desa Serag, Sabtu malam (26/9/2026) sekitar pukul 21.30 WIB. Warga menggelar tikar dan duduk bersama di lokasi bekas kantor desa yang kini hanya menyisakan puing-puing bangunan. Aksi berlangsung dalam suasana gelap tanpa penerangan, menjadi […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Bakal Bangun  Rest Area di Perbatasan Nganjuk–Madiun

    Pemkab Madiun Bakal Bangun  Rest Area di Perbatasan Nganjuk–Madiun

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun tengah menyusun dokumen kajian rencana pembangunan rest area di kawasan By Pass perbatasan Madiun – Nganjuk yang terletak di Desa Pajaran, Kecamatan Saradan. Di lahan seluas sekitar 50.648 meter persegi aset milik PT KAI Daop 7 Madiun bakal terbangun rest area sebagai sarana peristirahatan bagi pengguna jalan […]

    Bagikan
  • Hati-Hati ! Perempuan Jadi Korban Percobaan Penjambretan di Jalur Pulung Ponorogo

    Hati-Hati ! Perempuan Jadi Korban Percobaan Penjambretan di Jalur Pulung Ponorogo

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Aksi kriminal jalanan kembali terjadi di wilayah Ponorogo. Seorang perempuan menjadi korban percobaan penjambretan di jalan raya penghubung Ponorogo–Pulung pada Rabu malam (22/10/2025) lalu. Korban yang diketahui bernama Mela, warga Desa Patik, Kecamatan Pulung, terjatuh dari motornya setelah ditendang pelaku saat berusaha mempertahankan tasnya. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB […]

    Bagikan
  • Ini Identitas Mayat Pria di Bengawan Madiun, Teridentifikasi Warga Sukoharjo Jawa Tengah

    Ini Identitas Mayat Pria di Bengawan Madiun, Teridentifikasi Warga Sukoharjo Jawa Tengah

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sesosok mayat yang menggegerkan Warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun akhirnya terungkap. Berdasarkan hasil identifikasi menggunakan alat pengenal sidik jari, korban diketahui berinisial SR (45), warga Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Korban ditemukan dalam kondisi mengenakan jaket hitam, kaos putih abu-abu, celana jeans hitam dan bersepatu. “Dari saku baju korban […]

    Bagikan
  • Percobaan Bobol Kotak Amal Masjid Terekam CCTV, Berakhir Restorative Justice

    Percobaan Bobol Kotak Amal Masjid Terekam CCTV, Berakhir Restorative Justice

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Aksi seorang pria yang diduga mencoba membobol kotak amal di Masjid Al-Mustaqim, Desa Campurejo, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, terekam kamera CCTV. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 01.59 WIB. Dalam rekaman CCTV, seorang pria terlihat datang ke masjid menggunakan sepeda pancal. Setelah memastikan situasi sekitar sepi, pria tersebut kemudian […]

    Bagikan
expand_less