Berita Terkini
Trending Tags

Ratusan Warga Sayutan Geruduk DPRD Magetan, Tuntut Tambang Galian C Ditutup

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
  • visibility 191
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Warga geruduk DPRD Magetan tuntut tambang ditutup. (3/6/2026), Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Ratusan warga Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan menggeruduk kantor DPRD Magetan pada Rabu (3/6/2026). Mereka menyampaikan penolakan terhadap aktivitas tambang galian C yang beroperasi di wilayah Sayutan. Massa yang berasal dari Dukuh Jejeruk, Dukuh Geluk, dan Dukuh Meluk itu menilai keberadaan tambang telah menimbulkan berbagai dampak negatif bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Aksi yang berlangsung di halaman kantor DPRD Magetan tersebut diikuti sekitar 300 warga. Menariknya, tidak hanya orang dewasa yang turut hadir, sejumlah anak-anak juga ikut dibawa dalam aksi sebagai bentuk simbol kekhawatiran masyarakat terhadap masa depan lingkungan di wilayah mereka.

Perwakilan warga, Dakun, mengatakan masyarakat sejak awal berupaya menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, dampak aktivitas tambang mungkin belum dirasakan secara langsung saat ini, namun kerusakan yang ditimbulkan berpotensi terjadi dalam jangka panjang.

“Jalan yang ada sekarang dibangun secara gotong royong oleh warga. Mulai dari pembangunan awal, perbaikan, hingga pengecoran dilakukan bersama-sama dengan swadaya masyarakat. Karena itu kami tidak ingin jalan tersebut rusak akibat dilalui kendaraan tambang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jalan yang menjadi sorotan warga merupakan akses alternatif yang selama ini digunakan masyarakat umum, termasuk pelajar yang berangkat ke sekolah. Apabila kendaraan tambang melintas setiap hari, warga khawatir keselamatan pengguna jalan akan terganggu dan kondisi infrastruktur desa semakin memburuk.

Image Not Found
Ratusan warga Sayutan demo tolak tambang galian C. (3/6/2026), Foto : Kus-Sinergia

“Kendaraan tambang banyak yang melintasi jalan umum. Kami meminta perusahaan mencari jalur lain yang tidak mengganggu aktivitas warga,” tegasnya.

Namun demikian, sebagian besar warga yang hadir dalam aksi tersebut menginginkan langkah yang lebih tegas, yakni penghentian seluruh aktivitas tambang galian C di kawasan tersebut. Mereka menilai keberadaan tambang berisiko merusak ekosistem serta mengancam keberlanjutan sumber daya alam di sekitar lereng Gunung Bligo.

“Keinginan mayoritas warga sebenarnya tambang ditutup. Alasannya untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup demi masa depan anak cucu kami. Lokasi tambang berada di kawasan pereng Gunung Bligo sehingga kami khawatir dampaknya akan semakin besar jika aktivitas terus berlangsung,” kata Dakun.

Selain persoalan jalan, warga juga menyoroti dugaan kerusakan lingkungan lain yang mulai muncul di sekitar area tambang. Mereka khawatir aktivitas pengerukan material akan berdampak pada stabilitas tanah, sumber mata air, serta kualitas lingkungan hidup masyarakat di sekitar lokasi.

Warga berharap DPRD Magetan dapat memfasilitasi aspirasi masyarakat dan melakukan evaluasi terhadap izin maupun aktivitas operasional tambang. Mereka meminta pemerintah daerah tidak hanya mempertimbangkan aspek ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan keselamatan warga yang tinggal di sekitar kawasan tambang. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Razia Warung Esek-Esek,  Satpol PP Amankan 6 Wanita Gemoy, Satu Positif HIV 

    Razia Warung Esek-Esek,  Satpol PP Amankan 6 Wanita Gemoy, Satu Positif HIV 

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Praktik prostitusi terselubung di wilayah Kabupaten Madiun kembali terbongkar. Operasi gabungan digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) dan Dinas Sosial di tiga wilayah. Petugas mendapati sebanyak enam pekerja seks komersial (PSK) di Kecamatan Mejayan, Pilangkenceng dan Saradan pada Selasa dinihari (27/05/2025). Hasil pemeriksaan […]

    Bagikan
  • Tabrakan Beruntun Pick Up KDMP dan 2 truk di Jalur Ngawi–Karangjati

    Tabrakan Beruntun Pick Up KDMP dan 2 truk di Jalur Ngawi–Karangjati

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua truk colt diesel dan satu kendaraan pick up KDMP terjadi di Jalan Raya Ngawi–Karangjati kilometer 19-20, tepatnya di wilayah Desa Karangjati, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, Sabtu (9/5/2026) pagi. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 06.30 WIB tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Namun, kendaraan pick […]

    Bagikan
  • Harga Tomat Anjlok, Pemkab Jalin Komunikasi Dengan Petani

    Harga Tomat Anjlok, Pemkab Jalin Komunikasi Dengan Petani

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun angkat bicara terkait merosotnya harga tomat hasil panen petani di Desa Kare, Kecamatan Kare, yang hanya dihargai Rp2 ribu per kilogram. Bupati Madiun, Hari Wuryanto, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melakukan langkah darurat penyerapan hasil panen. Dari upaya itu, sebanyak […]

    Bagikan
  • Angka Stunting di Saradan Tinggi, Pemprov Jatim dan Pemkab Madiun Kerahkan Bantuan Gizi

    Angka Stunting di Saradan Tinggi, Pemprov Jatim dan Pemkab Madiun Kerahkan Bantuan Gizi

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemkab Madiun mempercepat intervensi penurunan stunting di Kecamatan Saradan lantaran menjadi kawasan dengan angka kasus tertinggi. Program pemberian makanan bergizi digelar di Balai Desa Sumbersari, menyasar 200 balita dari 15 desa. Kepala Bakorwil I Madiun, Heru Wahono Santoso dalam sambutannya menyatakan penurunan angka stunting di Jawa […]

    Bagikan
  • Marbot Masjid Meninggal Dunia, PJ Walikota Madiun Serahkan Santunan JKM Rp. 42 Juta kepada Ahli Waris

    Marbot Masjid Meninggal Dunia, PJ Walikota Madiun Serahkan Santunan JKM Rp. 42 Juta kepada Ahli Waris

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian (JKK-JKM) dinilai dapat dirasakan kemanfaatannya. Jaminan sosial oleh Pemerintah Kota Madiun dengan menggandeng BPJS Ketenagakerjaan tersebut sudah melindungi puluhan ribu pekerja di Kota Madiun. Tidak hanya dibiayai melalui APBD Kota Madiun, namun program ini juga dibiayai melalui CSR PDAM Tirta Taman Sari Kota […]

    Bagikan
  • Sungai di Magetan Jadi Tempat Sampah, DLHP : Mohon Masukannya

    Sungai di Magetan Jadi Tempat Sampah, DLHP : Mohon Masukannya

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sungai yang seharusnya menjadi sumber kehidupan kini justru berubah fungsi menjadi “tempat sampah” di Kabupaten Magetan. Di perbatasan Desa Krowe dan Desa Tapen, Kecamatan Lembeyan, aliran sungai tampak dipenuhi plastik, botol bekas, popok bayi, hingga sisa makanan. Tumpukan itu menimbulkan bau menyengat, air keruh, serta gundukan sampah bercampur tanaman liar. Kondisi […]

    Bagikan
expand_less