
Foto : Ilustrasi/Kusnanto – Sinergia
Sinergia | Magetan – Kecelakaan maut yang melibatkan pelajar kembali terjadi di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Seorang siswi berinisial CD berusia 16 tahun, warga Desa Kediren, Kecamatan Lembeyan, meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya menabrak truk di tanjakan Desa Cileng, Kecamatan Poncol, Sabtu (11/10/2025) siang kemarin.
Insiden tragis ini menambah daftar panjang kecelakaan di jalan raya yang melibatkan pelajar pada wilayah hukum Polres Magetan dalam sepekan terakhir.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Magetan, IPDA Sulanjar, menjelaskan kecelakaan kali ini terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, korban yang mengendarai sepeda motor Honda Beat bernomor polisi AE 3578 NX berboncengan dengan temannya, NS (15), berusaha menyalip kendaraan lain di depannya.
“Ketika berada di tanjakan, dari arah berlawanan muncul truk bernopol AE 8503 SU yang dikemudikan warga Ponorogo berinisial MT (38). Tabrakan tidak bisa dihindari,” jelas Sulanjar, Minggu (12/10/2025).
Akibat benturan yang keras, CD mengalami luka parah pada bagian kepala dan meninggal dunia saat perjalanan ke rumah sakit. Sementara rekannya, NS, hanya menderita luka ringan. Sopir truk dan kendaraannya selamat dari insiden tersebut. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengamankan kedua kendaraan sebagai barang bukti.
Kecelakaan yang merenggut nyawa pelajar berinisial CD bukanlah satu-satunya peristiwa dalam sepekan terakhir di Magetan dan sekitarnya.
Pada Rabu (8/10/2025) lalu, seorang pelajar asal Ngawi berinisial ABH (14) juga tewas setelah motor yang dikendarainya bertabrakan dengan mobil pikap di Jalan Raya Karas, Magetan.
Beberapa hari sebelumnya, dua orang pelajar SMP bernama Bintang dan Fery juga meninggal dunia usai motor tanpa lampu yang mereka kendarai terlibat tabrakan dengan mobil Toyota Innova di Jalan Kawedanan–Lembeyan, Jumat (3/10/2025) malam.
“Seluruh korban masih di bawah umur dan belum memiliki SIM,” ungkap Sulanjar.
Menurut polisi, meningkatnya angka kecelakaan di kalangan pelajar tersebut dipengaruhi oleh kurangnya pengawasan orang tua serta rendahnya kesadaran tentang bahaya berkendara di usia muda di jalan raya.
“Kami berencana akan memperbanyak patroli dan kegiatan edukasi keselamatan berkendara pada sekolah-sekolah di Magetan,” tegas Sulanjar.
Selain karena faktor usia, kondisi geografis Magetan yang memiliki banyak tanjakan, tikungan tajam, dan jalur yang minim penerangan juga dinilai menjadi penyebab tingginya angka risiko kecelakaan.
Warga berharap pemerintah daerah dapat lebih memperhatikan faktor keselamatan dengan memperbaiki fasilitas jalan serta menambah rambu-rambu di area rawan kecelakaan.
Kusnanto – Sinergia