Kelangkaan Elpiji 3 Kilogram di Ngawi Jelang Lebaran, Harga Tembus Rp40 Ribu
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 21
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi – Menjelang Lebaran Idulfitri 2026, warga di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, semakin kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kilogram. Sejumlah pangkalan maupun pengecer di Kecamatan Widodaren melaporkan stok kosong sejak beberapa hari terakhir, membuat warga terpaksa berkeliling dari satu tempat ke tempat lain demi mendapatkan kebutuhan memasak tersebut.
Kondisi ini terlihat jelas di Desa Gendingan. Warga yang datang ke pangkalan harus pulang membawa tabung kosong karena pasokan belum tiba. Situasi serupa juga terjadi di Desa Karangbanyu, di mana warung dan toko pengecer tidak lagi menerima suplai elpiji seperti biasanya.
Sejumlah pengecer mengaku jatah distribusi mereka dipangkas cukup drastis. Dari yang semula menerima 70 tabung per pengiriman, kini hanya memperoleh sekitar 20 tabung.
Kondisi itu membuat warga semakin sulit, bahkan memicu lonjakan harga di tingkat pengecer. Jika biasanya elpiji dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), kini harganya melonjak hingga Rp35 ribu–Rp40 ribu per tabung.
Sukiran, salah satu warga, mengaku sudah berkeliling ke tiga tempat namun tidak mendapatkan gas.
“Kalau tidak ada gas saat puasa begini, bagaimana? Terpaksa nanti pakai kayu bakar. Kalau pun ada harganya sampai Rp40 ribu,” keluhnya.

Hal senada diungkapkan Yanto, pengecer elpiji di Widodaren. Ia menyebut pasokan yang seret membuat pelanggan terpaksa menunggu lebih lama.
“Nyari ke mana-mana jauh dari rumah. Kalau pun ada, harganya sampai Rp40 ribu,” ujarnya.
Pengecer lain, Budi Santoso, menyebut pengurangan jatah membuat warga makin kesulitan.
“Kasihan warga, nyari tidak ada. Jatah kita dikurangi menjadi 20 dari sebelumnya 70 tabung. Harga tadi sudah tembus Rp40 ribu,” tuturnya.
Warga berharap pemerintah daerah dapat turun langsung untuk meninjau kondisi lapangan dan memastikan pasokan elpiji kembali stabil. Meski begitu, pihak PT Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa ketersediaan elpiji 3 kilogram di Ngawi sebenarnya aman menghadapi Lebaran.
Gatot Subroto, Sales Branch Manager Kediri VI Gas PT Pertamina Patra Niaga, meminta warga segera melapor jika menemukan indikasi kelangkaan.
“Kalau ada kelangkaan, laporkan. Nanti kita cek. Jangan sampai itu hanya isu. Yang jelas, ketersediaan gas aman untuk Idulfitri ini,” ujarnya.
Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan memastikan distribusi akan terus dimaksimalkan guna memenuhi kebutuhan menjelang hari raya. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez







