Rabu, 4 Nov 2026
Trending Tags

Kanang: Efisiensi Tidak Cukup dengan WFH, Belanja Negara Harus Ditinjau Menyeluruh

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
  • visibility 290
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Anggota Komisi VI DPR RI, Budi Sulistyono menyoroti rencana WFH bagi ASN, Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Rencana pemerintah menerapkan kebijakan penghematan melalui skema work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) mendapat sorotan dari Anggota Komisi VI DPR RI, Budi Sulistyono atau Kanang. Ia menilai langkah tersebut tidak menjadi masalah sepanjang tidak mengganggu pelayanan publik.

Kebijakan WFH muncul di tengah dinamika situasi global, termasuk potensi dampak konflik di kawasan Iran yang dikhawatirkan memicu krisis energi dan kenaikan harga bahan bakar. Menurut Kanang, perubahan kondisi internasional itu semestinya menjadi pertimbangan pemerintah dalam menentukan ulang prioritas kebijakan nasional.

Kanang menyebut pemerintah harus meninjau sektor mana yang paling perlu mendapat perhatian dalam kondisi ketidakpastian global.

Ia menyampaikan bahwa prioritas negara perlu diperjelas. “Sekarang apa dulu yang menjadi persoalan utama? Apakah pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, atau pengangguran. Dengan situasi global yang berubah dan adanya potensi kelangkaan BBM, tentu pemerintah harus menghitung ulang prioritas kebijakan,” ujarnya.

Politikus dari PDI Perjuangan itu menilai beberapa program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), sekolah rakyat, dan Koperasi Merah Putih perlu dievaluasi agar sesuai dengan kemampuan anggaran negara.

Ia juga menilai kebijakan efisiensi yang disampaikan Presiden dapat diterapkan melalui penyesuaian pola kerja ASN, termasuk pengurangan hari kerja atau pemberlakuan WFH.

“Bisa saja jam kerja dipangkas. Bisa tiga hari, empat hari, atau dengan WFH. Itu bagian dari upaya efisiensi,” katanya.

Meski mendukung opsi WFH sebagai strategi penghematan, Kanang menegaskan bahwa kualitas pelayanan publik tidak boleh menurun. Ia mengingatkan agar kebijakan ini tidak menimbulkan suasana pembatasan aktivitas seperti pada masa pandemi.

“WFH tidak masalah, asal pelayanan tetap berjalan. Jangan sampai ada kesan seperti masa Covid, yang terasa mencekam karena pembatasan. Kali ini alasannya murni efisiensi,” ujarnya.

Kanang menambahkan bahwa penghematan tidak boleh hanya difokuskan pada pola kerja ASN. Pemerintah juga perlu menelaah secara menyeluruh sektor-sektor belanja negara lain yang masih memungkinkan untuk dipangkas.

“Yang penting bukan sekadar WFH. Pemerintah perlu melihat sektor mana dalam belanja negara yang bisa diefisienkan,” tegasnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Guru Garda Terdepan Perubahan, Pemkot Madiun Dorong Peningkatan Kompetensi Digital

    Guru Garda Terdepan Perubahan, Pemkot Madiun Dorong Peningkatan Kompetensi Digital

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional ke-80, Dinas Pendidikan Kota Madiun menggelar apel peringatan pada Selasa (25/11/2025). Apel berlangsung khidmat diikuti para kepala sekolah jenjang TK, SD, dan SMP se-Kota Madiun, serta dipimpin langsung Wali Kota Madiun, Maidi. Yang menarik, peserta upacara mengenakan pakaian adat dari Sabang hingga Merauke, menampilkan […]

    Bagikan
  • Harga Anjlok Pada Kemarau Panjang, Petani Sayuran Sarangan Magetan Terancam Gagal Panen

    Harga Anjlok Pada Kemarau Panjang, Petani Sayuran Sarangan Magetan Terancam Gagal Panen

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kemarau panjang mulai memukul produksi sayuran petani di Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Minimnya pasokan air membuat hektaran lahan pertanian kekurangan air hingga menyebabkan tanaman kubis, cabai, bawang prei, dan sawi mengalami kerusakan bahkan mati. Kondisi tersebut membuat hasil panen petani merosot lebih dari 80 persen. Ironisnya, di […]

    Bagikan
  • Peringati Hari Bhayangkara ke-79, Puluhan Anggota Polres Madiun Donor Darah untuk Kemanusiaan

    Peringati Hari Bhayangkara ke-79, Puluhan Anggota Polres Madiun Donor Darah untuk Kemanusiaan

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Menyambut Hari Bhayangkara ke-79, jajaran Polres Madiun menggelar aksi kemanusiaan berupa kegiatan donor darah yang berlangsung di Aula Joglo Mapolres Madiun, Selasa (24/06/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari jadi Korps Bhayangkara, sekaligus wujud kepedulian terhadap sesama. Puluhan anggota kepolisian, termasuk Kapolres Madiun AKBP Mohammad Zainur Rofik dan […]

    Bagikan
  • DBHCHT 2026 Terpangkas 50%, Pemkab Madiun Bakal Efisiensi Kegiatan Seremoni dan Perjadin

    DBHCHT 2026 Terpangkas 50%, Pemkab Madiun Bakal Efisiensi Kegiatan Seremoni dan Perjadin

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun bakal melakukan efisiensi besar-besaran menyusul rencana pemangkasan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) hingga 50 persen pada tahun anggaran 2026. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas keuangan daerah dan memastikan program prioritas tetap berjalan. Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Madiun, Puji Satriyo, membenarkan adanya informasi penurunan […]

    Bagikan
  • Tiga Perlintasan KA Dioperasikan, Bupati Madiun Berpesan Agar Insiden Magetan Tidak Terulang

    Tiga Perlintasan KA Dioperasikan, Bupati Madiun Berpesan Agar Insiden Magetan Tidak Terulang

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun resmi mengoperasikan tiga perlintasan kereta api (KA) sebidang yang kini dilengkapi palang pintu dan petugas penjaga. Ketiga perlintasan itu berada di Kecamatan Sawahan, Balerejo, dan Saradan. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus mencegah terulangnya kecelakaan seperti yang terjadi di Kabupaten Magetan beberapa waktu […]

    Bagikan
  • Polsek Geger Bekali Tim lapangan Respon Cepat Penanganan Awal Kejadian Lewat Coaching Clinic

    Polsek Geger Bekali Tim lapangan Respon Cepat Penanganan Awal Kejadian Lewat Coaching Clinic

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun — Penanganan awal sebuah peristiwa kerap menentukan arah sebuah kasus. Polsek Geger pun menjadikan prioritas lewat coaching clinic First Responder yang melatih 65 petugas garda terdepan di Kecamatan Geger, Madiun, Selasa (25/11/2025). Sebanyak 65 peserta dari unsur keamanan dan masyarakat mengikuti pelatihan yang dirancang untuk memperkuat respons cepat terhadap insiden di lapangan. […]

    Bagikan
expand_less