Kemenhaj Imbau Jamaah Tunda Umrah Sementara, Sikapi Konflik Timur Tengah
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 37
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Jakarta – Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengimbau jamaah umrah asal Indonesia untuk menunda keberangkatan untuk sementara waktu. Hal itu menyusul dinamika konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada Arab Saudi, khususnya di Mekkah dan Madinah.
Pernyataan tersebut disampaikan Dahnil melalui video di akun TikTok pribadinya. Ia menegaskan pemerintah terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia guna memastikan keamanan dan keselamatan jamaah.
“Kami menghimbau kepada seluruh jamaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan sementara sampai kondusivitas benar-benar hadir di Timur Tengah,” ujar Dahnil.
Menurutnya, langkah penundaan ini dilakukan sebagai upaya preventif demi menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang akan menunaikan ibadah umrah di Arab Saudi.
“Untuk bagi jamaah yang saat ini sudah berada di Tanah Suci, pemerintah meminta agar terus berkoordinasi dengan Kantor Urusan Haji serta Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah. Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia dan Kementerian Luar Negeri siap memberikan perlindungan, informasi, serta fasilitasi yang dibutuhkan jamaah,” imbuhnya.

Untuk jamaah yang akan kembali ke Indonesia, Dahnil mengimbau agar tetap berkomunikasi dengan biro travel atau perwakilan pemerintah Indonesia jika berangkat secara mandiri.
Apabila terjadi penundaan kepulangan, maskapai disebut telah berkomitmen menyediakan penginapan sementara. Pemerintah Arab Saudi juga akan memfasilitasi perpanjangan visa bagi jamaah yang masa berlakunya habis.
“Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Haji akan terus mendampingi seluruh proses kepulangan jamaah,” tegasnya.
Terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 atau 1447 Hijriah, Dahnil memastikan hingga kini proses perencanaan berjalan sesuai rencana dan belum terdampak konflik di Timur Tengah.
“Persiapan penyelenggaraan haji 2026 berjalan sebagaimana mestinya. Belum ada dampak terhadap proses perencanaan,” ujarnya.
Pemerintah berharap situasi di kawasan Timur Tengah segera mereda sehingga pelaksanaan ibadah haji 2026 dapat berlangsung lancar dan jamaah bisa beribadah dengan khusyuk. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez

