
Sinergia | Ponorogo – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan langkah hukum terkait dugaan praktik korupsi yang menyeret Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, bersama sejumlah pejabat di lingkup pemerintah kabupaten. Rabu (12/11/2025) sekitar pukul 11.00 siang, tim penyidik turun melakukan penggeledahan di beberapa titik di wilayah Ponorogo, Jawa Timur.
Salah satu lokasi yang menjadi sasaran pemeriksaan adalah Kantor Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo. Sedikitnya sepuluh petugas KPK terlihat memasuki ruang Bidang Kebudayaan dan melakukan penggeledahan secara tertutup selama beberapa jam. Situasi di kantor itu berjalan terbatas karena penjagaan dilakukan cukup ketat oleh pihak kepolisian.
Tak hanya di kantor dinas, tim penyidik juga mendatangi rumah pribadi Bupati Sugiri Sancoko di Desa Bajang, Kecamatan Balong. Selain itu, penggeledahan serupa dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Harjono Ponorogo, yang diduga masih berkaitan dengan perkara yang sama.
Dari informasi yang diterima Sinergia Mediatama, KPK diduga sedang menelusuri sejumlah dokumen dan barang bukti terkait proyek pembangunan Monumen Reog Ponorogo, proyek yang sebelumnya sempat ramai diperbincangkan publik. Meski demikian, belum ada pernyataan resmi dari pihak KPK terkait hasil pemeriksaan di tiga lokasi tersebut.
Kepala Disbudparpora Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi, membenarkan adanya kegiatan penggeledahan di kantornya. “Kami bersikap kooperatif dan mendukung langkah KPK. Untuk detail barang atau dokumen apa saja yang disita, sepenuhnya menjadi kewenangan penyidik,” ujarnya.
Langkah penyidik KPK ini merupakan kelanjutan dari kasus dugaan suap jual beli jabatan, gratifikasi, serta penyalahgunaan proyek pengadaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Dalam kasus tersebut, KPK telah menetapkan beberapa tersangka, antara lain Bupati Sugiri Sancoko, Sekretaris Daerah Agus Pramono, Direktur RSUD dr. Harjono dr. Yunus Mahatma, serta pihak swasta bernama Sucipto.
Sampai berita ini diterbitkan, belum ada keterangan tambahan dari KPK terkait hasil dan temuan terbaru dari penyidikan yang tengah berlangsung. (Ega/Krs).