Berita Terkini
Trending Tags

Simbol Kedermawanan, Bupati Magetan Andum Kereweng Kepada Warga

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • visibility 143
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Tradisi andum kereweng bersama Bupati Magetan. Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Tradisi andum kereweng selalu tidak terlewatkan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Magetan. Tradisi ini menjadi sorotan utama masyarakat, bukan hanya karena keunikannya, tetapi juga karena makna sosial dan moral yang dikandungnya.

Pada Hari Jadi Kabupaten Magetan ke-350 tahun ini tradisi andum kereweng kembali digelar di kompleks Makam Eyang Ronggo Galih, Desa Durenan, Senin (06/10/2025). 

Dalam prosesinya, potongan kecil tanah liat atau kereweng, oleh Bupati dibagikan kepada warga yang hadir. Warga yang mendapatkannya dapat menukarnya dengan makanan yang telah disediakan.

Sekilas terlihat sederhana, namun kereweng tersebut memiliki makna mendalam. Sebuah simbol kedermawanan dan kepedulian sosial yang diwariskan turun-temurun oleh para leluhur Magetan.

“Kereweng adalah pesan moral bahwa pemimpin sejati harus dermawan, dekat dengan rakyat, dan menebar manfaat bagi sesama,” tutur Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti usai mengikuti prosesi ziarah leluhur.

Menurut Bupati, andum kereweng bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan bentuk nyata dari semangat berbagi rezeki dan meneguhkan hubungan antara pemimpin dan masyarakat. Nilai itu menjadi fondasi penting dalam perjalanan Magetan yang telah menginjak usia 350 tahun.

Tradisi ini juga menjadi pengingat bahwa dalam kehidupan bermasyarakat, keikhlasan dan kepedulian sosial merupakan warisan luhur yang perlu terus dijaga. Dalam konteks kekinian, andum kereweng mengajarkan bahwa kedermawanan tidak selalu diwujudkan dengan harta, tetapi bisa melalui niat tulus untuk berbagi kebahagiaan dan keberkahan terhadap sesama.

Selain pelaksanaan tradisi, kegiatan juga diisi dengan pembagian bantuan sembako bagi warga penerima manfaat yang membutuhkan. Momentum tersebut memperkuat makna andum kabecikan, menebar kebaikan sebagaimana dicontohkan para leluhur Magetan.

Di tengah derasnya arus modernitas, andum kereweng masih tetap bertahan sebagai simbol kebersamaan dan ketulusan hati bagi masyarakat Magetan. Dari sepotong tanah liat, tumbuh pesan abadi tentang pentingnya berbagi dan saling peduli, menjadi warisan berharga yang tak lekang oleh waktu.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kurang Konsentrasi Saat Menyebrang, Pengendara Motor Tertabrak Pick Up di Jenangan

    Kurang Konsentrasi Saat Menyebrang, Pengendara Motor Tertabrak Pick Up di Jenangan

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Halim Perdana Kusuma, Desa Mrican, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jumat (19/12/2025) pagi. Seorang pengendara sepeda motor tertabrak mobil pick up saat hendak menyeberang jalan. Beruntung, korban hanya mengalami luka ringan. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Mobil pick up yang dikemudikan Jefry Nanda (27), […]

    Bagikan
  • Ramah Lingkungan, Polsek Ponorogo Bagikan Daging Kurban Pakai Takir Daun Pisang

    Ramah Lingkungan, Polsek Ponorogo Bagikan Daging Kurban Pakai Takir Daun Pisang

    • calendar_month Jumat, 6 Jun 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Ada cara unik yang dilakukan Polsek Kota Ponorogo dalam merayakan Hari Raya Idul Adha 1446 H. Berbeda dari kebiasaan umum yang menggunakan kantong plastik, kali ini para anggota kepolisian membagikan daging kurban kepada warga menggunakan takir tradisional dari daun pisang. Takir ini dibuat langsung oleh para anggota Polsek dari daun […]

    Bagikan
  • Waduh !! Puluhan Siswa SMKN 1 Sine Ngawi Diduga Keracunan MBG

    Waduh !! Puluhan Siswa SMKN 1 Sine Ngawi Diduga Keracunan MBG

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kasus dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di SMK Negeri 1 Sine Kabupaten Ngawi pada Rabu (01/10/2025). 51 siswa dirujuk ke Puskesmas Sine dan Ngrambe usai menyantap MBG. Gejala yang dialami para siswa mulai dari pusing, mual hingga diare. Dari pantauan di lokasi, pasien harus ditangani di […]

    Bagikan
  • Kolaborasi KAI Daop 7 Madiun dan Pemda Kembangkan Pariwisata Berkelanjutan Lewat “Railtour Jawa Timur”

    Kolaborasi KAI Daop 7 Madiun dan Pemda Kembangkan Pariwisata Berkelanjutan Lewat “Railtour Jawa Timur”

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah dalam upaya mendorong pembangunan pariwisata berkelanjutan. Komitmen ini diwujudkan melalui kegiatan Peresmian Railtour Jawa Timur. Sinergi KAI dan Pemda untuk Pariwisata Berkelanjutan dengan tema “Keliling Dunia Tanpa Paspor dengan Kereta Api,” yang digelar […]

    Bagikan
  • Awal 2026, Magetan Dilanda 50 Kejadian Bencana, Cuaca Ekstrem Jadi Pemicu Utama photo_camera 3

    Awal 2026, Magetan Dilanda 50 Kejadian Bencana, Cuaca Ekstrem Jadi Pemicu Utama

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 397
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Awal tahun 2026, Kabupaten Magetan kembali menghadapi tingginya frekuensi kejadian bencana. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan mencatat 50 kejadian bencana dan peristiwa sepanjang 1–31 Januari 2026. Mayoritas di antaranya dipicu oleh cuaca ekstrem. BPBD melaporkan bahwa kejadian bencana terjadi hampir merata di seluruh kecamatan. Kecamatan Magetan menjadi wilayah dengan jumlah […]

    Bagikan
  • Harga Beras Lokal di Magetan Naik, Gabah Tembus Rp9.500 per Kilogram

    Harga Beras Lokal di Magetan Naik, Gabah Tembus Rp9.500 per Kilogram

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Harga beras lokal di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mulai mengalami kenaikan seiring tingginya harga gabah kering giling (GKG) di tingkat petani dan pasar. Saat ini, harga beras lokal di tingkat pedagang mencapai Rp15.000 per kilogram, naik sekitar Rp1.000 dari sebelumnya Rp14.000 per kilogram. Kenaikan harga tersebut terjadi ketika harga GKG masih […]

    Bagikan
expand_less