Berita Terkini
Trending Tags

Simbol Kedermawanan, Bupati Magetan Andum Kereweng Kepada Warga

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • visibility 66
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Tradisi andum kereweng bersama Bupati Magetan. Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Tradisi andum kereweng selalu tidak terlewatkan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Magetan. Tradisi ini menjadi sorotan utama masyarakat, bukan hanya karena keunikannya, tetapi juga karena makna sosial dan moral yang dikandungnya.

Pada Hari Jadi Kabupaten Magetan ke-350 tahun ini tradisi andum kereweng kembali digelar di kompleks Makam Eyang Ronggo Galih, Desa Durenan, Senin (06/10/2025). 

Dalam prosesinya, potongan kecil tanah liat atau kereweng, oleh Bupati dibagikan kepada warga yang hadir. Warga yang mendapatkannya dapat menukarnya dengan makanan yang telah disediakan.

Sekilas terlihat sederhana, namun kereweng tersebut memiliki makna mendalam. Sebuah simbol kedermawanan dan kepedulian sosial yang diwariskan turun-temurun oleh para leluhur Magetan.

“Kereweng adalah pesan moral bahwa pemimpin sejati harus dermawan, dekat dengan rakyat, dan menebar manfaat bagi sesama,” tutur Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti usai mengikuti prosesi ziarah leluhur.

Menurut Bupati, andum kereweng bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan bentuk nyata dari semangat berbagi rezeki dan meneguhkan hubungan antara pemimpin dan masyarakat. Nilai itu menjadi fondasi penting dalam perjalanan Magetan yang telah menginjak usia 350 tahun.

Tradisi ini juga menjadi pengingat bahwa dalam kehidupan bermasyarakat, keikhlasan dan kepedulian sosial merupakan warisan luhur yang perlu terus dijaga. Dalam konteks kekinian, andum kereweng mengajarkan bahwa kedermawanan tidak selalu diwujudkan dengan harta, tetapi bisa melalui niat tulus untuk berbagi kebahagiaan dan keberkahan terhadap sesama.

Selain pelaksanaan tradisi, kegiatan juga diisi dengan pembagian bantuan sembako bagi warga penerima manfaat yang membutuhkan. Momentum tersebut memperkuat makna andum kabecikan, menebar kebaikan sebagaimana dicontohkan para leluhur Magetan.

Di tengah derasnya arus modernitas, andum kereweng masih tetap bertahan sebagai simbol kebersamaan dan ketulusan hati bagi masyarakat Magetan. Dari sepotong tanah liat, tumbuh pesan abadi tentang pentingnya berbagi dan saling peduli, menjadi warisan berharga yang tak lekang oleh waktu.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diterjang Longsor, Tembok Rumah Warga di Poncol Magetan Jebol

    Diterjang Longsor, Tembok Rumah Warga di Poncol Magetan Jebol

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Bencana tanah longsor Kembali terjadi di wilayah Poncol Kabupaten Magetan. Puluhan warga dibantu anggota BPBD serta Tagana dan TNI-Polri, Kamis (27/2/2025) pagi berjibaku mengevakuasi material longsor yang menimbun sebagian rumah milik Kasiran (69) warga Dukuh Templek Desa Gonggang Kecamatan Poncol Kabupaten Magetan. Menurut informasi, hujan lebat yang terjadi di lereng […]

    Bagikan
  • BPBD Ponorogo Gelar Apel Siaga, Catat 14 Bencana dalam Sebulan

    BPBD Ponorogo Gelar Apel Siaga, Catat 14 Bencana dalam Sebulan

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo menggelar Apel Gelar Pasukan dan Peralatan di Alun-Alun Ponorogo, Rabu (5/11). Apel ini menandai kesiapan penuh wilayah tersebut menghadapi ancaman cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi. ​Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Ponorogo, Masun, mengungkapkan bahwa hampir seluruh wilayah kecamatan telah dilanda cuaca ekstrem. “Kecuali Ponorogo Tengah yang hanya rawan […]

    Bagikan
  • Sungai di Magetan Berubah Jadi Tempat Pembuangan Sampah

    Sungai di Magetan Berubah Jadi Tempat Pembuangan Sampah

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Tumpukan plastik, botol bekas, popok bayi hingga sisa makanan kini menghiasi aliran sungai yang membelah Desa Krowe dan Desa Tapen, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan. Air yang seharusnya jernih berubah keruh, memunculkan bau menyengat yang kian meresahkan warga. Di beberapa titik, sampah bercampur dengan tanaman liar membentuk gundukan besar. Kondisi tersebut membuat […]

    Bagikan
  • Kejari Magetan Kembalikan Satu Unit Pajero, Polemik Aset Pemkab Magetan Mulai Terurai

    Kejari Magetan Kembalikan Satu Unit Pajero, Polemik Aset Pemkab Magetan Mulai Terurai

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upaya penertiban aset kendaraan dinas lama milik Pemerintah Kabupaten Magetan mulai menunjukkan hasil. Satu unit Mitsubishi Pajero Sport yang selama beberapa tahun dipinjam dan dipakaikan kepada Kejaksaan Negeri Magetan resmi dikembalikan pada Senin (24/11/2025). Penyerahan dilakukan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Magetan, Dezi Setiapernama kepada oleh Sekretaris Daerah Magetan, Welly Kristanto. Meski […]

    Bagikan
  • Sudah 2 Tahun Tak Punya KP3, Pengawasan Pupuk Subsidi di Madiun Terancam Kacau!

    Sudah 2 Tahun Tak Punya KP3, Pengawasan Pupuk Subsidi di Madiun Terancam Kacau!

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun tercatat sudah lebih dari dua tahun tidak memiliki Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3). Padahal lembaga itu seharusnya memastikan distribusi pupuk bersubsidi berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran. Ketiadaan KP3 ini diakui oleh Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Madiun, […]

    Bagikan
  • DPRD Ponorogo Soroti Soal Pekerja Migran Diduga Ditahan di Hong Kong

    DPRD Ponorogo Soroti Soal Pekerja Migran Diduga Ditahan di Hong Kong

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kasus Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Ponorogo di Hong Kong yang diduga ditahan karena keterlibatan dalam pencucian uang, mendapat perhatian dari DPRD Ponorogo. Anggota Komisi D DPRD Ponorogo, Ribut Riyanto, menilai kejadian tersebut menjadi alarm penting bahwa pembekalan bagi calon pekerja migran masih perlu diperkuat sebelum diberangkatkan ke negara penempatan. Ribut […]

    Bagikan
expand_less