
Sinergia | Magetan – Warga Desa Kiringan, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, digemparkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan yang mengambang di aliran Sungai Bengawan Madiun, Minggu siang (14/12/2025). Penemuan tersebut sontak menarik perhatian warga sekitar. Proses evakuasi pun berlangsung dramatis.
Mayat pertama kali ditemukan oleh Sunaryo, warga setempat yang hendak memancing di sungai tersebut sekitar pukul 11.00 WIB. Awalnya, ia mengira benda yang mengapung di tepi sungai itu hanyalah boneka. Namun setelah didekati, Sunaryo terkejut karena yang dilihatnya ternyata tubuh seorang perempuan dalam kondisi tak bernyawa dan telah berbau busuk.
“Saya mau mancing, lihat ada yang ngambang. Saya kira boneka, ternyata jenazah. Langsung saya lapor ke warga,” ujar Sunaryo.
Laporan tersebut segera diteruskan ke perangkat desa dan aparat kepolisian. Petugas gabungan dari TNI-Polri, BPBD, serta dibantu warga sekitar kemudian melakukan evakuasi. Proses pengangkatan jenazah sempat mengalami kendala karena lokasi berada di tepi sungai yang cukup dalam dan tertutup rumpun bambu.
Kapolsek Takeran, AKP Agus Sumariyono, menjelaskan bahwa identitas korban diketahui bernama Sutinah (85), warga Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun. “Dari informasi keluarga, korban mengalami pikun. Beliau pergi dari rumah dengan berjalan kaki dan sempat dicari keluarga selama satu hari, namun belum sempat dilaporkan ke pihak kepolisian,” terang AKP Agus.
Ia menambahkan, korban diduga terpeleset saat mencari rambanan atau pakan ternak, aktivitas yang biasa dilakukan semasa hidupnya. Kondisi sungai saat ditemukan tidak dalam keadaan banjir dan aliran air relatif tenang.
Sementara itu, Anwar, warga sekitar lokasi, mengatakan bahwa kabar hilangnya korban sebenarnya sudah diketahui sejak beberapa hari sebelumnya. “Katanya sudah dicari sejak Jumat siang sampai malam, tapi baru ketemu di sini hari ini. Korbannya bukan warga sini, dari desa lain,” ujarnya.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUD Dolopo untuk dilakukan visum. Pihak kepolisian belum dapat memastikan ada tidaknya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun peristiwa ini diduga kuat sebagai musibah akibat korban yang terpeleset.(Nan/Krs).