Kamis, 22 Okt 2026
Trending Tags

Sungai di Magetan Jadi Tempat Sampah, DLHP : Mohon Masukannya

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
  • visibility 366
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
DLHP Magetan Bakal Tindaklanjuti Kondisi Sungai Penuh Sampah Foto : Kusnanto

Sinergia | Magetan – Sungai yang seharusnya menjadi sumber kehidupan kini justru berubah fungsi menjadi “tempat sampah” di Kabupaten Magetan. Di perbatasan Desa Krowe dan Desa Tapen, Kecamatan Lembeyan, aliran sungai tampak dipenuhi plastik, botol bekas, popok bayi, hingga sisa makanan. Tumpukan itu menimbulkan bau menyengat, air keruh, serta gundukan sampah bercampur tanaman liar.

Kondisi ini memantik kegelisahan warga sekitar. Pujianto, warga Desa Tapen, mengungkapkan kekhawatirannya. Menurutnya, saat hujan deras, sampah yang menumpuk kerap menghalangi aliran air sehingga berpotensi menimbulkan banjir.

“Kalau hujan deras, air bisa meluap karena terhambat sampah. Kadang sampai ke jalan bahkan rumah warga. Pemerintah harus lebih serius, tapi masyarakat juga jangan seenaknya buang sampah,” tutur Pujianto.

Hal senada disampaikan Priyono, warga lain yang merasa prihatin melihat perubahan drastis kualitas sungai di lingkungannya. “Dulu sungai ini jernih, bisa dipakai mandi bahkan untuk kebutuhan minum. Sekarang malah menjijikkan, airnya bau dan bisa menyebabkan penyakit kulit,” ucapnya dengan nada kecewa.

Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) mengakui persoalan ini belum tertangani tuntas. Kepala DLHP Magetan, Saif Muchlisun, mengatakan pihaknya membutuhkan masukan dari masyarakat mengenai langkah yang harus diambil pemerintah.

“Kami tidak menutup mata, makanya kami membuka ruang saran dari masyarakat,” jelas Muchlisun usai rapat persiapan kegiatan bersih-bersih sungai dalam rangka Hari Sungai Sedunia.

Sebagai tindak lanjut, DLHP menyiapkan program “Si Kasih” (Terstruktur, Sistematis, Masif) berbasis pentahelix yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, hingga media.

“InsyaAllah gerakan ini bukan hanya acara seremonial, tapi bisa berkelanjutan. Kami sangat berharap dukungan semua pihak,” tegas Muchlisun.

Meski pemerintah sudah mengampanyekan larangan membuang sampah ke sungai, lemahnya penegakan Peraturan Daerah (Perda) membuat permasalahan klasik ini terus berulang. Tanpa kesadaran warga dan aksi nyata pemerintah, sungai yang dulu menjadi sumber kehidupan terancam benar-benar kehilangan fungsinya.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Personil Dishub Disiagakan Dalam Uji Coba Arus Lalu Lintas Baru di Kota Madiun

    Personil Dishub Disiagakan Dalam Uji Coba Arus Lalu Lintas Baru di Kota Madiun

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun mulai memberlakukan uji coba perubahan arus lalu lintas di kawasan Pahlawan Street Center (PSC) sebagai upaya menyesuaikan kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di pusat kota. Uji coba yang berlangsung mulai 1 hingga 16 Agustus 2026 tersebut melibatkan pengaturan arus di sejumlah ruas jalan strategis. Selama […]

    Bagikan
  • Jasa Raharja Salurkan Santunan Keluarga Korban Insiden KA Malioboro Ekspres

    Jasa Raharja Salurkan Santunan Keluarga Korban Insiden KA Malioboro Ekspres

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Penanganan korban kecelakaan KA Malioboro Ekspres yang terjadi di perlintasan sebidang JPL 08, Kabupaten Magetan, terus dilakukan oleh berbagai pihak. Salah satunya adalah PT Jasa Raharja yang bergerak cepat dalam memberikan hak santunan bagi para korban dan keluarganya. Kepala Cabang Jasa Raharja Madiun, Kemal Karman Kamaluddin, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menyelesaikan […]

    Bagikan
  • Angka Keluarga Miskin di Madiun Masih Tinggi, Masih Ada Keluarga Belum Nikmati Aliran Listrik

    Angka Keluarga Miskin di Madiun Masih Tinggi, Masih Ada Keluarga Belum Nikmati Aliran Listrik

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 410
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Prosentase penduduk miskin di Kabupaten Madiun tercatat menurun menjadi 10,40 persen pada Maret 2025 atau setara 71,59 ribu jiwa. Meski begitu jumlah tersebut masih tergolong tinggi sehingga diperlukan terobosan dalam upaya pengentasan kemiskinan pada 2026 hingga 2027. Data tersebut disampaikan dalam Forum Konsultasi Publik  Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten […]

    Bagikan
  • Lonjakan Penumpang Nataru, KAI Daop 7 Madiun Catat 85.946 Keberangkatan, Okupansi Tembus 109%

    Lonjakan Penumpang Nataru, KAI Daop 7 Madiun Catat 85.946 Keberangkatan, Okupansi Tembus 109%

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) cukup tinggi. Hal itu tercermin dari lonjakan jumlah penumpang di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun. Berdasarkan data per Minggu (21/12/2025), KAI Daop 7 Madiun mencatat sebanyak 85.946 pelanggan berangkat dari […]

    Bagikan
  • Tertimpa Longsoran Batu Raksasa, Rumah dan Kios Milik Narto Hancur

    Tertimpa Longsoran Batu Raksasa, Rumah dan Kios Milik Narto Hancur

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Sebuah batu raksasa dengan diameter sekitar 4 meter jatuh akibat longsor dan menghancurkan rumah milik Narto warga di Desa Ngilo Ilo, Kecamatan Slahung, Ponorogo, Jawa Timur pada Sabtu (22/2/2025) sore. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Rumah dan kios milik Narto (50) […]

    Bagikan
  • Viral! PMI Asal Magetan Dinikahi WNA Taiwan Dengan Mahar Rp580 Juta, Kisah Hidupnya Jadi Sorotan

    Viral! PMI Asal Magetan Dinikahi WNA Taiwan Dengan Mahar Rp580 Juta, Kisah Hidupnya Jadi Sorotan

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sebuah pernikahan antara perempuan asal Kabupaten Magetan, Jawa Timur, dengan pria warga negara asing (WNA) asal Taiwan menjadi perbincangan luas di media sosial. Selain menghadirkan kisah cinta lintas negara yang menarik perhatian publik, pernikahan tersebut juga menyita perhatian karena nilai mahar yang mencapai Rp580 juta. Video prosesi akad nikah pasangan tersebut […]

    Bagikan
expand_less