Bapanas Monitoring Penyaluran Bantuan Pangan di Ponorogo
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 36
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Badan Pangan Nasional (Bapanas) melakukan monitoring penyaluran bantuan pangan pemerintah di Kelurahan Jingglong, Kabupaten Ponorogo, Jumat (4/9/2026). Bantuan berupa beras tersebut menyasar masyarakat miskin dan miskin ekstrem yang masuk desil 1-4 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial.
Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, mengatakan terdapat 107 warga di Kelurahan Jingglong yang menerima bantuan pangan. Penyaluran bantuan tersebut dilakukan melalui Perum Bulog.
Andriko menargetkan penyaluran bantuan pangan di daerah dapat diselesaikan pada pertengahan September. Sementara secara nasional, Bulog menargetkan seluruh penyaluran selesai paling lambat akhir September.
“Bantuan pangan ini tujuannya untuk meringankan beban masyarakat. Kalau diberikan gratis, otomatis pengeluaran rumah tangga yang seharusnya untuk membeli makanan bisa digunakan untuk keperluan lainnya,” ujar Andriko.
Ia mengatakan, apabila ditemukan ketidaksesuaian data penerima di lapangan, masyarakat yang seharusnya mendapatkan bantuan tetapi belum terdata dapat mengusulkan perbaikan melalui RT dan lurah atau kepala desa secara berjenjang.
Begitu pula dengan penerima yang telah meninggal dunia maupun berpindah alamat. Data penerima dapat diperbarui sehingga bantuan dapat diberikan kepada masyarakat lain yang lebih membutuhkan.
“Kalau yang meninggal itu jatahnya bisa dialihkan ke yang lain yang membutuhkan,” tambahnya.
Salah seorang penerima bantuan, Indah Mawarni, warga Jingglong, mengaku bantuan beras tersebut sangat membantu keluarganya. Ia menerima sebanyak 30 kilogram beras atau tiga sak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Alhamdulillah sangat membantu sekali, bisa meringankan beban. Harga beras sangat mahal sekali, kalau yang biasa itu Rp14.500 per kilogram, paling mahal Rp16 ribu,” kata Indah.
Secara nasional, bantuan pangan tersebut menyasar 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Khusus Jawa Timur, pemerintah menyiapkan sekitar 1,17 juta ton beras untuk 5,6 juta KPM.
Hingga saat ini, penyaluran bantuan pangan sebanyak 30 kilogram per KPM di Jawa Timur telah terealisasi sekitar 43 persen atau telah diterima sekitar 745 ribu KPM. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez





