Berita Terkini
Trending Tags

Ikhlas Honor Terbatas, Kisah Intan Relawan Guru SDN di Kabupaten Madiun

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
  • visibility 161
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Intan Nopita Sari seorang guru relawan di salah satu SDN. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Di sebuah ruang kelas sederhana di Salah satu SDN di Kabupaten Madiun, suara anak-anak membaca dan bertanya menjadi penguat langkah Intan Nopita Sari (26). Di tengah keterbatasan status dan honor, Intan tetap memilih bertahan sebagai guru relawan—profesi yang telah ia impikan sejak kecil.

Intan saat ini berstatus sebagai relawan mengajar, bukan guru PNS atau PPPK yang diakui penuh oleh negara. Status itu membuatnya hanya menerima honor Rp200 ribu per bulan. Nominal yang, jika dihitung secara logika, nyaris mustahil mencukupi kebutuhan hidup.

“Kalau dikatakan cukup, nggih tidak. Tapi alhamdulillah barokahnya tetap bisa mencukupi lewat jalan lain,” ujar Intan kepada jurnalis Sinergia Mediatama, Selasa (3/2/2026).

Ia mengaku memilih untuk “mengalir” mengikuti kebijakan pemerintah yang menempatkannya sebagai relawan. Bagi Intan, keikhlasan menjadi kunci agar tetap mampu berdiri di depan kelas dan menyampaikan ilmu kepada murid-muridnya.

“Bismillah, semoga ini bisa menambah keikhlasan saya dalam menyampaikan ilmu yang saya punya kepada para siswa,” tuturnya lirih.

Meski berstatus relawan di salah satu SD Negeri di Kabupaten Madiun ini, Intan tak sepenuhnya bergantung pada honor tersebut. Ia juga mengajar pendidikan karakter keagamaan (BTQ) di sekolah lain sebagai tambahan penghasilan. Namun, ia tidak memiliki usaha sampingan di rumah.

“Dulu sempat buka les belajar, tapi sekarang sudah tidak,” katanya.

Intan mengakui, banyak tawaran pekerjaan lain yang datang. Bahkan, ia pernah diajak teman untuk mendaftar sebagai pendamping desa hingga program SPPG. Namun, semua tawaran itu urung diambil.

“Berat rasanya meninggalkan profesi guru. Mengajar itu cita-cita saya sejak kecil,” ucapnya.

Perjalanan Intan di dunia pendidikan dimulai sejak 2021, saat ia mengajar di sebuah madrasah. Kemudian pada 2024, ia mulai mengajar mata pelajaran agama di sekolah dasar negeri.

Ia mengaku belum seluruhnya terdata di Dapodik, serta belum mengikuti PPG maupun diklat prajabatan. Kondisi ini membuat statusnya kian rentan, sekaligus menutup peluang untuk memperoleh pengakuan dan kesejahteraan yang lebih layak.

Di balik keikhlasannya, Intan menyimpan harapan besar. Ia berharap suatu hari nanti statusnya bisa berubah—bukan lagi sebagai relawan, melainkan guru yang diakui negara dengan hak dan kesejahteraan yang layak.

Kisah Intan menjadi potret nyata ironi dunia pendidikan: di satu sisi negara membutuhkan dedikasi guru, di sisi lain masih banyak tenaga pendidik muda yang bertahan dengan upah jauh dari kata manusiawi.

Namun, di tengah ketimpangan itu, Intan memilih tetap berdiri di kelas—mengajar, mendidik, dan menanamkan nilai, dengan satu keyakinan sederhana: ilmu yang disampaikan dengan ikhlas akan selalu menemukan jalannya sendiri.(Tova/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Kris

Rekomendasi Untuk Anda

  • ODGJ di Ponorogo 20 Tahun Dipasung, Evakuasi Sempat Ditolak Keluarga Play Button

    ODGJ di Ponorogo 20 Tahun Dipasung, Evakuasi Sempat Ditolak Keluarga

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kirno (60), orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) asal Desa Temon, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, dipasung oleh keluarganya selama hampir 20 tahun. Kasus ini mencuat ke publik setelah video kondisi Kirno viral di media sosial dan menyita perhatian luas. Sebelum mengalami gangguan jiwa, Kirno diketahui sempat menjalani kehidupan normal. Namun kondisi tersebut […]

    Bagikan
  • KPK Periksa Bendahara KONI Kota Madiun, Telisik Aliran Dana Kasus Dugaan Korupsi Wali Kota Nonaktif Maidi

    KPK Periksa Bendahara KONI Kota Madiun, Telisik Aliran Dana Kasus Dugaan Korupsi Wali Kota Nonaktif Maidi

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menelisik kasus dugaan korupsi dan pemerasan yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi. Pada Kamis (26/2/2026), penyidik memeriksa sejumlah saksi, termasuk pengurus organisasi olahraga di Kota Madiun. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan pemeriksaan terhadap Rahma Noviarini (RN) dalam kapasitasnya sebagai Bendahara KONI Kota Madiun. […]

    Bagikan
  • Usai dilantik, Ini Target dari DPD PKS Kota Madiun

    Usai dilantik, Ini Target dari DPD PKS Kota Madiun

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kepengurusan Dewan Pengurus Tingkat Daerah (DPTD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Madiun resmi terbentuk dalam Musyawarah Daerah (Musda) Sabtu (6/7/2025). Hasta Hadiwiguna resmi diangkat sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) DPD PKS Kota Madiun untuk masa bakti 2025/20230. Sementara, posisi Sekretaris DPD diemban oleh Edo Rahadi Permana dan Bendahara dipegang […]

    Bagikan
  • DPRD Ngawi Dorong Perbaikan Cagar Budaya Kepatihan Lewat APBD Perubahan 2025

    DPRD Ngawi Dorong Perbaikan Cagar Budaya Kepatihan Lewat APBD Perubahan 2025

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Gedung Kepatihan, salah satu cagar budaya tertua di Kabupaten Ngawi, kondisinya kian memprihatinkan. Dinding retak, kayu penyangga lapuk, hingga bagian kamar mandi yang ambles menandai kerusakan serius pada bangunan bersejarah yang berdiri sejak 1828 tersebut. Menyikapi hal ini, Komisi II DPRD Ngawi turun langsung meninjau lokasi, Kamis (17/07/2025), dan menyatakan komitmennya […]

    Bagikan
  • Nuansa Alam Gunung Kendil Genilangit Jadi Primadona Pendaki Pemula di Magetan

    Nuansa Alam Gunung Kendil Genilangit Jadi Primadona Pendaki Pemula di Magetan

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Kabupaten Magetan Jawa Timur selalu menyuguhkan keindahan alam yang memukau. Seperti destinasi baru yang mencuri perhatian para pencinta alam khususnya pendaki pemula. Gunung Kendil, yang berada di Desa Genilangit, Kecamatan Poncol, kini resmi dibuka untuk umum dan menawarkan pengalaman mendaki yang ramah serta pemandangan memukau. Dengan ketinggian 1.625 meter di […]

    Bagikan
  • Pertamina Kembali Perbolehkan Pengecer Jual LPG 3 Kg 

    Pertamina Kembali Perbolehkan Pengecer Jual LPG 3 Kg 

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Peraturan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atas pelarangan pengecer menjual gas LPG 3 kilogram sempat diberlakukan per Sabtu (1/2/2025). Namun, hal itu malah menimbulkan gejolak di masyarakat. Untuk itu, per Rabu (5/3/2025), Pemerintah Pusat resmi mencabut peraturan pelarangan yang baru berjalan empat hari itu, dan kembali memperbolehkan pengecer […]

    Bagikan
expand_less