Berita Terkini
Trending Tags

Ikhlas Honor Terbatas, Kisah Intan Relawan Guru SDN di Kabupaten Madiun

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
  • visibility 395
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Intan Nopita Sari seorang guru relawan di salah satu SDN. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Di sebuah ruang kelas sederhana di Salah satu SDN di Kabupaten Madiun, suara anak-anak membaca dan bertanya menjadi penguat langkah Intan Nopita Sari (26). Di tengah keterbatasan status dan honor, Intan tetap memilih bertahan sebagai guru relawan—profesi yang telah ia impikan sejak kecil.

Intan saat ini berstatus sebagai relawan mengajar, bukan guru PNS atau PPPK yang diakui penuh oleh negara. Status itu membuatnya hanya menerima honor Rp200 ribu per bulan. Nominal yang, jika dihitung secara logika, nyaris mustahil mencukupi kebutuhan hidup.

“Kalau dikatakan cukup, nggih tidak. Tapi alhamdulillah barokahnya tetap bisa mencukupi lewat jalan lain,” ujar Intan kepada jurnalis Sinergia Mediatama, Selasa (3/2/2026).

Ia mengaku memilih untuk “mengalir” mengikuti kebijakan pemerintah yang menempatkannya sebagai relawan. Bagi Intan, keikhlasan menjadi kunci agar tetap mampu berdiri di depan kelas dan menyampaikan ilmu kepada murid-muridnya.

“Bismillah, semoga ini bisa menambah keikhlasan saya dalam menyampaikan ilmu yang saya punya kepada para siswa,” tuturnya lirih.

Meski berstatus relawan di salah satu SD Negeri di Kabupaten Madiun ini, Intan tak sepenuhnya bergantung pada honor tersebut. Ia juga mengajar pendidikan karakter keagamaan (BTQ) di sekolah lain sebagai tambahan penghasilan. Namun, ia tidak memiliki usaha sampingan di rumah.

“Dulu sempat buka les belajar, tapi sekarang sudah tidak,” katanya.

Intan mengakui, banyak tawaran pekerjaan lain yang datang. Bahkan, ia pernah diajak teman untuk mendaftar sebagai pendamping desa hingga program SPPG. Namun, semua tawaran itu urung diambil.

“Berat rasanya meninggalkan profesi guru. Mengajar itu cita-cita saya sejak kecil,” ucapnya.

Perjalanan Intan di dunia pendidikan dimulai sejak 2021, saat ia mengajar di sebuah madrasah. Kemudian pada 2024, ia mulai mengajar mata pelajaran agama di sekolah dasar negeri.

Ia mengaku belum seluruhnya terdata di Dapodik, serta belum mengikuti PPG maupun diklat prajabatan. Kondisi ini membuat statusnya kian rentan, sekaligus menutup peluang untuk memperoleh pengakuan dan kesejahteraan yang lebih layak.

Di balik keikhlasannya, Intan menyimpan harapan besar. Ia berharap suatu hari nanti statusnya bisa berubah—bukan lagi sebagai relawan, melainkan guru yang diakui negara dengan hak dan kesejahteraan yang layak.

Kisah Intan menjadi potret nyata ironi dunia pendidikan: di satu sisi negara membutuhkan dedikasi guru, di sisi lain masih banyak tenaga pendidik muda yang bertahan dengan upah jauh dari kata manusiawi.

Namun, di tengah ketimpangan itu, Intan memilih tetap berdiri di kelas—mengajar, mendidik, dan menanamkan nilai, dengan satu keyakinan sederhana: ilmu yang disampaikan dengan ikhlas akan selalu menemukan jalannya sendiri.(Tova/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Kris

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Madiun Apresiasi 165 Pegiat Lingkungan Lewat Lestari Award 2025

    Pemkab Madiun Apresiasi 165 Pegiat Lingkungan Lewat Lestari Award 2025

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun memberikan penghargaan kepada 165 pegiat lingkungan dalam ajang Lestari Award 2025 yang digelar di Hotel Mercure Madiun, Senin (27/10/2025). Kegiatan yang diprakarsai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Madiun itu menjadi bentuk apresiasi bagi sekolah, pondok pesantren, pelaku usaha, hingga komunitas yang berkontribusi menjaga kelestarian alam di […]

    Bagikan
  • Seniman Reog Mbah Bikan Gondo Wiyono, Tutup Usia di Usia 80 Tahun

    Seniman Reog Mbah Bikan Gondo Wiyono, Tutup Usia di Usia 80 Tahun

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Buyung Wahyu
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Kabar duka menyelimuti dunia kesenian Ponorogo. Bikan Gondo wiyono, seniman kawakan asal Desa Plunturan, Kecamatan Pulung, Ponorogo, meninggal dunia pada Kamis malam (29/05/2025) sekitar pukul 22.00 WIB. Mbah Bikan, demikian ia akrab disapa, wafat di usia 80 tahun karena sakit. Kepergian mbah Bikan meninggalkan duka mendalam bagi para pelaku seni, […]

    Bagikan
  • Pemkab Magetan Terima 11 Sertifikat Aset Daerah, Nilai Capai Rp2,5 Miliar

    Pemkab Magetan Terima 11 Sertifikat Aset Daerah, Nilai Capai Rp2,5 Miliar

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Upaya Pemerintah Kabupaten Magetan dalam memperkuat legalitas aset daerah kembali menunjukkan progres. Sebanyak 11 sertifikat tanah diserahkan secara resmi oleh Kejaksaan Negeri Magetan kepada Pemkab Magetan dalam kegiatan Penyerahan Sertifikat Tanah Dalam Rangka Penyelamatan dan Pemulihan Aset Pemerintah Kabupaten Magetan, Jumat (23/1/2026). Penyerahan ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara BPKPD […]

    Bagikan
  • Pelantikan IKPM Gontor Madiun 2026–2030, Kyai Hasan Tekankan Kewajiban Bukan Sekadar Kebaikan

    Pelantikan IKPM Gontor Madiun 2026–2030, Kyai Hasan Tekankan Kewajiban Bukan Sekadar Kebaikan

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 292
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Kepengurusan baru Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Darussalam Gontor Cabang Madiun periode 2026–2030 resmi dilantik dalam sebuah prosesi khidmat di Pendopo Muda Graha, Kabupaten Madiun, Minggu (15/3/2026). Pelantikan tersebut disaksikan langsung oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Kyai Haji Hasan Abdullah Sahal, serta dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Madiun. Acara ini […]

    Bagikan
  • Ludes! Kebakaran Rumah di Pinggirsari, Pemadam Butuh Satu Jam untuk Jinakkan Api

    Ludes! Kebakaran Rumah di Pinggirsari, Pemadam Butuh Satu Jam untuk Jinakkan Api

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kebakaran melanda rumah milik emi sumiati (40) di Jalan Ki Ageng Serang, RT 001 RW 001, Dukuh Tepeng, Kelurahan Pinggirsari, Kecamatan Ponorogo, Minggu (23/2/2025). Api pertama kali diketahui sekitar pukul 05.03 WIB dan berhasil dipadamkan dalam waktu lebih dari satu jam. Pemadam Kebakaran Kabupaten Ponorogo menerima laporan insiden ini segera bergerak […]

    Bagikan
  • Harga Padi Turun, Ini Temuan Tim Ekspedisi Patriot IPB Kendala Pertanian di Mahalona

    Harga Padi Turun, Ini Temuan Tim Ekspedisi Patriot IPB Kendala Pertanian di Mahalona

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Sinergia | Luwu Timur — Survei yang dilakukan Tim Ekspedisi Patriot IPB University pada September–November 2025 mengungkap kondisi memprihatinkan yang tengah dialami petani padi di Kawasan Transmigrasi Mahalona, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Penurunan harga jual padi dan meningkatnya biaya usaha tani disebut menjadi ancaman serius bagi kesejahteraan petani transmigran. Dalam temuan tim, padi merupakan […]

    Bagikan
expand_less