Berita Terkini
Trending Tags

Ikhlas Honor Terbatas, Kisah Intan Relawan Guru SDN di Kabupaten Madiun

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
  • visibility 290
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Intan Nopita Sari seorang guru relawan di salah satu SDN. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Di sebuah ruang kelas sederhana di Salah satu SDN di Kabupaten Madiun, suara anak-anak membaca dan bertanya menjadi penguat langkah Intan Nopita Sari (26). Di tengah keterbatasan status dan honor, Intan tetap memilih bertahan sebagai guru relawan—profesi yang telah ia impikan sejak kecil.

Intan saat ini berstatus sebagai relawan mengajar, bukan guru PNS atau PPPK yang diakui penuh oleh negara. Status itu membuatnya hanya menerima honor Rp200 ribu per bulan. Nominal yang, jika dihitung secara logika, nyaris mustahil mencukupi kebutuhan hidup.

“Kalau dikatakan cukup, nggih tidak. Tapi alhamdulillah barokahnya tetap bisa mencukupi lewat jalan lain,” ujar Intan kepada jurnalis Sinergia Mediatama, Selasa (3/2/2026).

Ia mengaku memilih untuk “mengalir” mengikuti kebijakan pemerintah yang menempatkannya sebagai relawan. Bagi Intan, keikhlasan menjadi kunci agar tetap mampu berdiri di depan kelas dan menyampaikan ilmu kepada murid-muridnya.

“Bismillah, semoga ini bisa menambah keikhlasan saya dalam menyampaikan ilmu yang saya punya kepada para siswa,” tuturnya lirih.

Meski berstatus relawan di salah satu SD Negeri di Kabupaten Madiun ini, Intan tak sepenuhnya bergantung pada honor tersebut. Ia juga mengajar pendidikan karakter keagamaan (BTQ) di sekolah lain sebagai tambahan penghasilan. Namun, ia tidak memiliki usaha sampingan di rumah.

“Dulu sempat buka les belajar, tapi sekarang sudah tidak,” katanya.

Intan mengakui, banyak tawaran pekerjaan lain yang datang. Bahkan, ia pernah diajak teman untuk mendaftar sebagai pendamping desa hingga program SPPG. Namun, semua tawaran itu urung diambil.

“Berat rasanya meninggalkan profesi guru. Mengajar itu cita-cita saya sejak kecil,” ucapnya.

Perjalanan Intan di dunia pendidikan dimulai sejak 2021, saat ia mengajar di sebuah madrasah. Kemudian pada 2024, ia mulai mengajar mata pelajaran agama di sekolah dasar negeri.

Ia mengaku belum seluruhnya terdata di Dapodik, serta belum mengikuti PPG maupun diklat prajabatan. Kondisi ini membuat statusnya kian rentan, sekaligus menutup peluang untuk memperoleh pengakuan dan kesejahteraan yang lebih layak.

Di balik keikhlasannya, Intan menyimpan harapan besar. Ia berharap suatu hari nanti statusnya bisa berubah—bukan lagi sebagai relawan, melainkan guru yang diakui negara dengan hak dan kesejahteraan yang layak.

Kisah Intan menjadi potret nyata ironi dunia pendidikan: di satu sisi negara membutuhkan dedikasi guru, di sisi lain masih banyak tenaga pendidik muda yang bertahan dengan upah jauh dari kata manusiawi.

Namun, di tengah ketimpangan itu, Intan memilih tetap berdiri di kelas—mengajar, mendidik, dan menanamkan nilai, dengan satu keyakinan sederhana: ilmu yang disampaikan dengan ikhlas akan selalu menemukan jalannya sendiri.(Tova/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Kris

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penumpang Kereta Saat Mudik Wajib Tahu! KAI Daop 7 Madiun Buka Jalur Cepat Pengaduan

    Penumpang Kereta Saat Mudik Wajib Tahu! KAI Daop 7 Madiun Buka Jalur Cepat Pengaduan

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Menjelang puncak arus mudik, PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 7 Madiun memperkuat layanan aspirasi masyarakat guna menjaga kenyamanan penumpang selama masa Angkutan Lebaran 2026. Langkah tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan implementasi SP4N-LAPOR! sebagai kanal resmi penyampaian aspirasi dan pengaduan publik, baik di area stasiun maupun selama perjalanan kereta api. Manager […]

    Bagikan
  • 811 Warga Binaan Lapas I Madiun Terima Remisi Khusus Idul Fitri, 2 Orang Langsung Bebas

    811 Warga Binaan Lapas I Madiun Terima Remisi Khusus Idul Fitri, 2 Orang Langsung Bebas

    • calendar_month Rabu, 2 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Momen hari raya Idul Fitri 1446 Hijriah menjadi kado spesial bagi 811 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan  Kelas I Madiun. Mereka mendapatkan remisi atau potongan masa tahanan. Dari jumlah tersebut, dua orang dinyatakan langsung bebas setelah mendapatkan remisi. Kepala Lapas I Madiun Andi Wijaya Rivai, menyampaikan bahwa pemberian remisi ini merupakan […]

    Bagikan
  • Tim Banggar DPRD Minta Efisiensi Anggaran Tidak Pengaruhi Pelayanan Publik

    Tim Banggar DPRD Minta Efisiensi Anggaran Tidak Pengaruhi Pelayanan Publik

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – DPRD Kabupaten Madiun menyepakati rencana pemerintah pusat terkait dengan efisiensi anggaran sesuai Inpres nomor 1/2025. Salah satunya meminimalisir acara seremonial dan perjalanan dinas. Selain itu, dana transfer daerah yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan untuk daerah yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana […]

    Bagikan
  • Pohon Pisang Ajaib di Ponorogo Berbuah Enam Tandan Sekaligus

    Pohon Pisang Ajaib di Ponorogo Berbuah Enam Tandan Sekaligus

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Kejadian tak biasa terjadi di Desa Tatung, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo. Sebuah pohon pisang jenis Ulin tumbuh dengan cara yang luar biasa. Pisang ini menghasilkan enam tandan buah dalam satu batang. Fenomena langka ini pun langsung menyita perhatian warga sekitar. Pohon pisang yang berada di area belakang Masjid Jami Desa […]

    Bagikan
  • DPC PKB Magetan Usulkan PAW, Jamaludin Malik Disiapkan Isi Kursi Nur Wahid

    DPC PKB Magetan Usulkan PAW, Jamaludin Malik Disiapkan Isi Kursi Nur Wahid

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Konstelasi politik di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Magetan kembali bergerak. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB resmi mengajukan Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap salah satu kadernya di DPRD Kabupaten Magetan, Nur Wahid. Posisi tersebut rencananya akan diisi oleh Jamaludin Malik. Langkah politik ini tertuang dalam surat bernomor 2947/DPC-25.20/01/X/2025, tertanggal 7 Oktober […]

    Bagikan
  • Dramatis, Evakuasi Remaja 14 Tahun Terjebak di Jembatan Besi Magetan

    Dramatis, Evakuasi Remaja 14 Tahun Terjebak di Jembatan Besi Magetan

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Krisna (14), seorang remaja asal Kelurahan Sukowinangun, Kecamatan Magetan, harus menjalani proses penyelamatan panjang setelah kakinya tersangkut rangka besi jembatan darurat di Dusun Bangunsari, Rabu (17/12/2025) malam. Kejadian bermula sekitar pukul 20.30 WIB saat Krisna melintas di jembatan yang biasa dipakai warga menuju area persawahan. Tanpa diduga, kakinya masuk ke sela […]

    Bagikan
expand_less