Berita Terkini
Trending Tags

Mengintip Keseruan Para Remaja Bermain Layangan Aduan di Ponorogo

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
  • visibility 31
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Seorang remaja tengah bermain layangan aduan, Foto : Ega Patria – Sinergia

Sinergia | Kab. Ponorogo – Libur sekolah menjadi momen yang dimanfaatkan anak-anak dan remaja di Ponorogo untuk bermain layangan aduan. Setiap sore, Lapangan Panahan Suromenggolo dipenuhi belasan warga yang memainkan permainan tradisional ini. Meski terkesan jadul, layangan aduan rupanya masih menjadi primadona, terutama di kalangan kawula muda.

Permainan layangan aduan atau yang dikenal dengan istilah “layangan sukoi”, dimainkan dengan cara menerbangkan layangan lalu saling mengadu benang hingga salah satu putus di udara. Ketangkasan dan kejelian membaca arah angin menjadi kunci kemenangan. Layangan yang bertahan di langit dan berhasil memutuskan benang lawan, dinyatakan sebagai juara.

Ardi Laksono, salah satu pemain layangan, mengungkapkan permainan ini menjadi agenda tahunan saat musim kemarau tiba.

“Anak-anak dan remaja biasanya sudah tahu, kalau liburan datang waktunya bermain layangan. Ini bukan sekadar permainan, tapi juga tradisi,” ujarnya.

Dalam sehari, seorang pemain bisa menghabiskan enam hingga lima belas layangan.

“Kadang nggak terasa, mulai dari jam empat sore sampai magrib, bisa habis lebih dari 10 layangan karena lawannya banyak. Apalagi kalau sudah kalah, jadi penasaran pengen balas,” tambah Ardi.

Tak hanya para pemain, anak-anak lain juga turut meramaikan suasana dengan berburu layangan putus. Rafael Pratama, seorang pemburu layangan, mengaku telah mengumpulkan sekitar 15 buah layangan hanya dalam satu sore.

“Ini buat diadu lagi, bukan dijual. Seru aja kejar-kejaran layangan yang jatuh,” katanya antusias.

Permainan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga menuntut biaya. Harga benang layangan khusus aduan bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Bahan benang dan teknik pembuatan yang khusus bertujuan agar tidak mudah putus saat bertarung di udara.

Sony Dwi Prastyo, warga lainnya, mengajak anak-anaknya bermain layangan sebagai alternatif hiburan selama libur sekolah.

“Daripada main gadget terus, mending ke sini sore-sore. Bisa olahraga, ketemu teman-teman, dan tetap menjaga tradisi,” ujarnya.

Fenomena ini menjadi bukti bahwa di tengah gempuran permainan digital, layangan aduan tetap punya tempat di hati masyarakat. Tradisi yang sederhana namun sarat makna, mengajarkan sportivitas, kesabaran, dan semangat kebersamaan di antara generasi muda Ponorogo.

Ega Patria – Sinergia 

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Usman Ependi Bakal Duduki Komisi I DPRD Kota Madiun Usai Pelantikan

    Usman Ependi Bakal Duduki Komisi I DPRD Kota Madiun Usai Pelantikan

    • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Satu kursi kosong di DPRD Kota Madiun pasca wafatnya Andi Raya Bagus Miko Saputra akhirnya segera terisi. Usman Ependi dijadwalkan resmi dilantik sebagai anggota dewan dari PDIP melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW) pada Rabu (20/08/2025). Kepastian pelantikan tersebut menyusul turunnya surat keputusan (SK) dari gubernur yang sudah diterima bagian pemerintahan. […]

    Bagikan
  • Puluhan Posisi Kepala Sekolah di Kabupaten Madiun Kosong, Diisi Pelaksana Tugas

    Puluhan Posisi Kepala Sekolah di Kabupaten Madiun Kosong, Diisi Pelaksana Tugas

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) meninggalkan catatan bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun. Puluhan jabatan kepala sekolah tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) Negeri di Kabupaten Madiun saat ini dalam kondisi kosong. Untuk sementara, posisi tersebut diisi oleh pelaksana tugas (Plt) yang ditunjuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat. Sekretaris […]

    Bagikan
  • Telur Rebus Kotor di Paket MBG Lembeyan Viral, Standar Kebersihan Dipertanyakan

    Telur Rebus Kotor di Paket MBG Lembeyan Viral, Standar Kebersihan Dipertanyakan

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bergulir di Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, kembali menjadi perbincangan publik. Bukan soal rasa atau porsi seperti sebelumnya, melainkan temuan satu butir telur rebus yang masih tampak kotor di bagian cangkangnya hingga viral di media sosial. Foto yang diunggah oleh akun Facebook Tri Winarsih dalam grup […]

    Bagikan
  • Jelang Ramadan, Korem 081/DSJ Ajak Rekreasi Anak-Anak Yatim Piatu Griya Tahfidz

    Jelang Ramadan, Korem 081/DSJ Ajak Rekreasi Anak-Anak Yatim Piatu Griya Tahfidz

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Keceriaan tergambar dari wajah siswa kelas 1 kejar paket A Griya Tahfidz anak-anak yatim piatu di Jiwan, Kabupaten Madiun. Bagaimana tidak, difasilitasi Korem 081/DSJ, mereka berekreasi ke Telaga Sarangan, Magetan, Minggu (23/02/2025). Melalui rekreasi itu, Korem 081/DSJ ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim piatu di Griya Tahfidz tersebut. “Maksud dan […]

    Bagikan
  • Ratusan Warga Berburu Sembako Murah Jelang Ramadhan

    Ratusan Warga Berburu Sembako Murah Jelang Ramadhan

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Ratusan warga memadati pendopo halaman kantor Desa Kedungrejo, Kecamatan Balerejo, sejak Jumat pagi (28/02/2025). Mereka rela mengantre panjang untuk mendapatkan sembako murah dalam operasi pasar yang digelar Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdagkop-UM) setempat. Apalagi, menjelang bulan Ramadan, harga kebutuhan pokok di pasaran melonjak. Hal […]

    Bagikan
  • Pemkab Magetan Ubah Pasar Pahingan Jadi Sentra UMKM, Pasar Hewan Kemana ?

    Pemkab Magetan Ubah Pasar Pahingan Jadi Sentra UMKM, Pasar Hewan Kemana ?

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, berencana mengubah fungsi Pasar Pahingan atau Pasar Hewan Maospati menjadi pusat kuliner dan UMKM (foodcourt). Langkah ini dilakukan guna mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut serta mendukung aktivitas perguruan tinggi yang berada tidak jauh dari lokasi pasar. Rencana tersebut disampaikan oleh Penjabat (Pj) Bupati […]

    Bagikan
expand_less