
Foto ; Kusnanto-Sinergia
Sinergia | Magetan – Arus wisatawan di kawasan Telaga Sarangan masih menunjukkan kepadatan menjelang berakhirnya masa liburan. Di tengah derasnya mobilitas masyarakat, Tim Drogba (Dorong Ganjal Ban) Polres Magetan tetap siap siaga menjadi garda terdepan dalam menjaga keselamatan pengendara di tanjakan ekstrem pertigaan depan Omah Jowo, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan. Ini menjadi salah satu titik paling rawan kendaraan gagal menanjak.
Pantauan di lapangan menunjukkan petugas tampak sigap membantu pengendara yang kesulitan menaklukkan tanjakan. Mereka berlari menuju kendaraan yang mulai kehilangan tenaga, sebagian langsung menahan bagian belakang mobil atau motor. Sementara anggota lain menempatkan balok kayu untuk mengganjal ban agar tidak melorot. Kepadatan liburan tidak mengurangi kesiapan para personel Drogba yang terus waspada setiap kali terdengar suara mesin meraung tanda kendaraan tak kuat menanjak.
Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa mengatakan, hari-hari terakhir masa liburan menjadi titik paling ramai dan membutuhkan perhatian ekstra.
“Hari ini menjadi puncak terakhir liburan di Jawa Timur karena besok anak-anak sudah masuk sekolah dan pegawai kembali bekerja. Pengunjung di Sarangan dan tempat wisata lainnya di Magetan masih cukup padat. Polisi hadir di sini untuk memastikan masyarakat merasa aman,” ujarnya, Minggu (4/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa karakteristik jalur Sarangan, terutama di titik tanjakan Omah Jowo memang rentan memicu masalah pada kendaraan. Tidak jarang mesin mendadak kehilangan tenaga, ban selip, atau pengemudi panik dan melepas pedal gas sehingga kendaraan melorot kembali. Di sinilah Tim Drogba berperan penting.
“Tanjakannya cukup ekstrem. Banyak masyarakat yang tidak kuat untuk menanjak. Anggota kami selalu siap membantu, dari mendorong sampai mengamankan posisi kendaraan. Kemarin aksi mereka sempat viral, dan itu menjadi suntikan semangat untuk kami agar tetap maksimal dalam melayani masyarakat,” tambahnya.
Pada momen tertentu, suasana di lokasi menjadi dramatis. Beberapa kendaraan keluarga yang terlihat penuh muatan tampak kesulitan ketika memasuki tikungan menanjak. Petugas yang berjaga langsung meneriakkan aba-aba, meminta pengemudi tetap tenang sambil mereka mendorong bagian belakang mobil hingga kendaraan kembali mendapatkan momentum.
Saat ditanya mengenai nama unik “Drogba”, Kapolres menjelaskan bahwa istilah tersebut dibuat agar mudah diingat dan melekat di benak masyarakat.
“Drogba itu singkatan dari dorong ganjal ban. Intinya kalau kendaraan tidak kuat, kami dorong. Kalau perlu ganjal bak dan ban. Prinsipnya kami bantu siapa saja. Bahkan, kalau ada yang sedang putus asa sekalipun, istilahnya tetap akan kami dorong supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di jalan,” ujarnya.
Keberadaan Tim Drogba menjadi salah satu ikhtiar Polres Magetan untuk menekan potensi kecelakaan, terutama pada masa liburan. Dengan berakhirnya masa liburan, aktivitas di jalur Sarangan diprediksi akan berangsur normal. Namun, semangat personel Drogba untuk menjaga keselamatan, baik dengan mendorong maupun mengganjal kendaraan, disebut tidak akan berkurang, terutama pada musim kunjungan wisata.(Nan/Krs).