Meriah, SDN 03 Kanigoro Rayakan Hari Guru dengan Puisi dan Busana Adat Nusantara
- account_circle Kriswanto
- calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
- visibility 27
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Peringatan Hari Guru Nasional ke-80 yang jatuh pada 25 November berlangsung meriah di SD Negeri 03 Kanigoro, Kota Madiun. Puluhan siswa hadir dengan mengenakan pakaian adat Nusantara dan mempersembahkan puisi untuk para guru sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka.
Salah satu siswa kelas VI, Nilam Mahesa Alora Saptiyaputri, mengatakan bahwa puisi yang ia tulis merupakan ungkapan rasa terima kasih kepada para guru yang selama ini mengajar dengan penuh kesabaran.
“Saya menulis puisi tentang guru yang sabar dalam mengajar, mengajarkan disiplin, dan memberikan ilmu yang tiada tandingnya. Terima kasih untuk semua guru di SDN 03 Kanigoro yang membimbing kami dengan sabar,” ujar Nilam.
Tak hanya siswa, para wali murid pun turut memeriahkan Hari Guru Nasional dengan mengikuti lomba membuat tumpeng nasi kuning. Mereka juga mengenakan berbagai kostum, mulai dari busana adat Nusantara hingga seragam pelajar.
Salah satu wali murid kelas IV, Ria Cahyowati, mengaku mengenakan seragam SMP sebagai bentuk nostalgia. “Di Hari Guru ini saya sengaja memakai kostum seragam SMP karena mengenang masa-masa saya menjadi murid,” tuturnya.
Guru SDN 03 Kanigoro, Khoirun Nissa’, menjelaskan bahwa penggunaan pakaian adat dalam peringatan Hari Guru bertujuan menanamkan rasa cinta tanah air sekaligus memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia kepada siswa.
“Murid dan guru memakai pakaian adat Nusantara sebagai wujud cinta nasionalis serta mengenalkan budaya Indonesia kepada anak-anak,” jelasnya.
Selain menulis puisi dan menghias tumpeng, siswa juga menampilkan berbagai kreativitas lainnya, seperti membacakan kabar bertema Hari Guru, menari tarian tradisional, hingga menyanyikan Hymne Guru.
Pihak sekolah berharap rangkaian kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat generasi muda dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, tidak hanya melalui peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga melalui penguatan moral dan etika. (Sur/Krs).
- Penulis: Kriswanto

