Berita Terkini
Trending Tags

Minyakita Langka di Pasar Tradisional Ngawi, Harga Tembus Rp22 Ribu per Liter

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
  • visibility 145
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Potret Pembeli dan Pedagang di Pasar Ngawi, Foto : Istimewa

Sinergia | Ngawi – Kelangkaan minyak goreng bersubsidi merek Minyakita mulai dirasakan di sejumlah pasar tradisional di Ngawi, Jawa Timur. Sejak dua bulan terakhir, komoditas tersebut sulit ditemukan di lapak pedagang. Kalaupun tersedia, harganya melambung jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Kondisi ini masih terjadi pada Senin (20/4/2026) pagi. Minyakita dijual hingga Rp22 ribu per liter, padahal HET-nya berada di angka Rp15.700 per liter. Lonjakan harga juga merembet ke minyak goreng kemasan lain dan minyak curah yang sama-sama mengalami kenaikan signifikan.

Pedagang mengungkapkan, kelangkaan terjadi sejak dari tingkat distributor. Mereka mengaku kesulitan mendapatkan pasokan meski telah berupaya mencari ke berbagai jalur distribusi.

“Sudah sekitar dua bulan terakhir Minyakita sulit didapat. Kalau pun ada, harganya naik sampai Rp22 ribu. Tidak hanya minyak, harga gula juga ikut naik,” ujar Hana, salah satu pedagang.

Hal senada disampaikan pedagang lainnya. Menurut mereka, tidak hanya Minyakita yang langka, tetapi hampir seluruh minyak goreng kemasan juga sulit diperoleh di pasaran.

“Yang langka bukan hanya Minyakita, tapi hampir semua minyak goreng kemasan,” kata Bagus Widiantoro.

Image Not Found
Minyakita beragam kemasan, Foto : Istimewa

Kenaikan harga juga terjadi pada minyak goreng kemasan non-subsidi yang kini mencapai Rp22 ribu per 800 mililiter, dari sebelumnya sekitar Rp18 ribu. Sementara minyak goreng curah ikut terdongkrak menjadi Rp23 ribu per liter dari harga sebelumnya Rp18 ribu.

Selain minyak goreng, harga gula pasir juga mengalami kenaikan menjadi Rp18.500 per kilogram, dari sebelumnya Rp16 ribu. Meski demikian, harga sejumlah komoditas sayuran terpantau masih relatif stabil dan tidak mengalami lonjakan berarti.

Kondisi ini menambah beban masyarakat, terutama pelaku usaha kecil dan rumah tangga yang sangat bergantung pada ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau. Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah untuk menstabilkan pasokan dan harga di tingkat pasar. (Nan)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Arrachmando

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemiskinan Masih Membayangi Magetan, Ribuan Warga Tinggal di Rumah Tak Layak Huni

    Kemiskinan Masih Membayangi Magetan, Ribuan Warga Tinggal di Rumah Tak Layak Huni

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kondisi sosial ekonomi di Kabupaten Magetan hingga kini masih menjadi pekerjaan besar bagi pemerintah daerah. Meski tren angka kemiskinan menunjukkan penurunan dalam beberapa tahun terakhir, jumlah penduduk miskin masih tergolong tinggi dan menjadi tantangan serius dalam pembangunan. Berdasarkan data Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (Musrenbang RPJMD) 2025–2029, tingkat […]

    Bagikan
  • Banjir Terjang Dusun Kebonduren Kenongorejo, Puluhan Rumah Tergenang

    Banjir Terjang Dusun Kebonduren Kenongorejo, Puluhan Rumah Tergenang

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Hujan deras sejak Senin siang (27/1/2025) hingga sore hari menyebabkan banjir di wilayah Dusun Kebonduren Desa Kenongorejo kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun. Dampaknya, 51 rumah warga tergenang air hingga ketinggian 1 meter. Selain itu, Sebanyak 36 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi karena rumah mereka terendam banjir luapan dari sungai desa setempat. […]

    Bagikan
  • Sepekan Menuju Penggusuran, Ini Jeritan Warga Totog Magetan

    Sepekan Menuju Penggusuran, Ini Jeritan Warga Totog Magetan

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Satu per satu jendela ditutup lebih awal di sudut Totog, Kelurahan Maospati, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Suara tawa anak-anak yang biasa riuh di lorong-lorong sempit tak lagi terdengar. Hanya angin sore yang membawa sunyi, menyusup ke rumah-rumah mungil berukuran tak lebih dari 4×5 meter, tempat 18 keluarga kini menyimpan ketakutan yang sama […]

    Bagikan
  • Perkara Laporan Palsu Kembali Terjadi di Magetan, Ternyata Uang Gaji Habis untuk Trading

    Perkara Laporan Palsu Kembali Terjadi di Magetan, Ternyata Uang Gaji Habis untuk Trading

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Seorang pria berinisial AS (26), warga Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, harus berurusan dengan aparat Polsek Maospati setelah laporan kehilangan sepeda motor yang ia sampaikan ternyata palsu. AS sebelumnya mengaku menjadi korban pencurian motor dan uang gaji di sekitar Puskesmas Maospati pada 10 Desember 2025 lalu. Namun penyelidikan polisi mengungkap bahwa cerita […]

    Bagikan
  • Dari Kain Flanel Menjadi Aksesori Kreatif, Ringo Kitchen Tawarkan Gantungan Kunci Unik

    Dari Kain Flanel Menjadi Aksesori Kreatif, Ringo Kitchen Tawarkan Gantungan Kunci Unik

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Sinergia | Di tengah pesatnya perkembangan industri kreatif berbasis kerajinan tangan, mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas PGRI Madiun (Unipma) menghadirkan inovasi produk gantungan kunci handmade bertema buah dan sayur dengan merek Ringo Kitchen. Produk ini dikembangkan oleh mahasiswa kelas 5C Kelompok 4 sebagai bagian dari proyek pembelajaran pada mata kuliah Manajemen […]

    Bagikan
  • Sejumlah Sapi di Jimbe Ponorogo Mati Mendadak

    Sejumlah Sapi di Jimbe Ponorogo Mati Mendadak

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 72
    • 0Komentar

    KAB.PONOROGO – Diduga terserang penyakit kulit dan mulut (PMK) sejumlah sapi di Desa Jimbe Kecamatan Jenangan Ponorogo mati mendadak. Seperti sapi milik purwoto (45) yang ditemukan mati mendadak pada Rabu 1 Januari 2025 lalu. Bahkan sebelumnya, juga ada 1 ekor sapi yang mati dengan gejala serupa. Menurut Ismiati, kerabat Purwoto menuturkan total kini 3 ekor […]

    Bagikan
expand_less