Minyakita Langka di Pasar Tradisional Ngawi, Harga Tembus Rp22 Ribu per Liter
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 54
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi – Kelangkaan minyak goreng bersubsidi merek Minyakita mulai dirasakan di sejumlah pasar tradisional di Ngawi, Jawa Timur. Sejak dua bulan terakhir, komoditas tersebut sulit ditemukan di lapak pedagang. Kalaupun tersedia, harganya melambung jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Kondisi ini masih terjadi pada Senin (20/4/2026) pagi. Minyakita dijual hingga Rp22 ribu per liter, padahal HET-nya berada di angka Rp15.700 per liter. Lonjakan harga juga merembet ke minyak goreng kemasan lain dan minyak curah yang sama-sama mengalami kenaikan signifikan.
Pedagang mengungkapkan, kelangkaan terjadi sejak dari tingkat distributor. Mereka mengaku kesulitan mendapatkan pasokan meski telah berupaya mencari ke berbagai jalur distribusi.
“Sudah sekitar dua bulan terakhir Minyakita sulit didapat. Kalau pun ada, harganya naik sampai Rp22 ribu. Tidak hanya minyak, harga gula juga ikut naik,” ujar Hana, salah satu pedagang.
Hal senada disampaikan pedagang lainnya. Menurut mereka, tidak hanya Minyakita yang langka, tetapi hampir seluruh minyak goreng kemasan juga sulit diperoleh di pasaran.
“Yang langka bukan hanya Minyakita, tapi hampir semua minyak goreng kemasan,” kata Bagus Widiantoro.

Kenaikan harga juga terjadi pada minyak goreng kemasan non-subsidi yang kini mencapai Rp22 ribu per 800 mililiter, dari sebelumnya sekitar Rp18 ribu. Sementara minyak goreng curah ikut terdongkrak menjadi Rp23 ribu per liter dari harga sebelumnya Rp18 ribu.
Selain minyak goreng, harga gula pasir juga mengalami kenaikan menjadi Rp18.500 per kilogram, dari sebelumnya Rp16 ribu. Meski demikian, harga sejumlah komoditas sayuran terpantau masih relatif stabil dan tidak mengalami lonjakan berarti.
Kondisi ini menambah beban masyarakat, terutama pelaku usaha kecil dan rumah tangga yang sangat bergantung pada ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau. Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah untuk menstabilkan pasokan dan harga di tingkat pasar. (Nan)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Arrachmando





