Ops Keselamatan Semeru 2026, Satlantas Polres Ponorogo Bagi Cokelat dan Helm Gratis bagi Pengendara
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 19 jam yang lalu
- visibility 71
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Ponorogo telah melaksanakan Operasi Keselamatan Semeru 2026 sejak sepekan terakhir. Operasi ini digelar sebagai upaya meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas, khususnya di kalangan pelajar.
Pada Selasa (10/2/2026), Satlantas Polres Ponorogo menggelar operasi di Jalan Urip Sumoharjo, Ponorogo. Kehadiran petugas sempat membuat kaget para pengguna jalan yang melintas.
Namun, berbeda dari razia pada umumnya, pengendara yang kelengkapan surat-suratnya lengkap justru mendapatkan cokelat gratis.
Puluhan pengendara diperiksa dalam operasi tersebut. Selain membagikan cokelat, petugas juga memberikan helm gratis kepada sejumlah pelajar sebagai bentuk edukasi keselamatan berlalu lintas sejak dini.
Vehezkiel, salah satu pelajar menengah atas asal Kabupaten Ponorogo, mengaku sempat terkejut saat dihentikan petugas.
“Saya kaget, saya kira ada tilang. Ternyata cuma pengecekan saja. Karena surat-surat lengkap, saya dapat cokelat,” ujarnya.
Pelajar asal Desa Sumoroto itu juga mengaku kini sudah memiliki SIM dan berangkat sekolah sendiri menggunakan sepeda motor.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Ponorogo AKP Dewo Wisnu mengatakan, Operasi Keselamatan Semeru 2026 sejauh ini berjalan kondusif. Operasi tersebut mengedepankan langkah preemtif, preventif, serta represif jika ditemukan pelanggaran lalu lintas.
“Selama sepekan Operasi Semeru 2026, tercatat ada 58 pelanggaran yang dilakukan oleh pelajar. Karena itu, fokus kami saat ini adalah pelajar,” kata AKP Dewo Wisnu.
Menurutnya, Satlantas tidak hanya melakukan penindakan berupa tilang, tetapi juga memberikan himbauan serta sosialisasi ke sekolah-sekolah. Penindakan tilang tetap dilakukan apabila pelanggaran dinilai membahayakan keselamatan.
“Tujuan utama operasi ini adalah menghindari fatalitas kecelakaan lalu lintas pada usia remaja 16 hingga 19 tahun,” jelasnya.
Terkait pembagian helm gratis, AKP Dewo Wisnu menyebut masih ditemukan orang tua yang mengantar anak ke sekolah tanpa memberikan helm.
“Sudah banyak yang patuh, tapi kadang orang tua lupa memberikan helm kepada anaknya. Karena itu hari ini kami bagikan helm gratis,” pungkasnya.(ega).
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Kris

