
Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun mengawali tahun 2026 dengan meluncurkan program unggulan Bakti Harmoni Bersahaja atau Bahana Bersahaja yang merupakan transformasi dari program sosial sebelumnya. Peluncuran perdana program ini digelar di Desa Karangrejo, Kecamatan Wungu, pada Rabu (21/1/2026) dan berlangsung selama dua hari hingga Kamis (22/1/2026).
Program tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto, didampingi Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi, serta dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah (Ditjen Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Agus Fatoni dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), unsur Forkopimda Kabupaten Madiun, Kapolres, Dandim, Ketua DPRD, dan seluruh camat se-Kabupaten Madiun.
Kehadiran lintas instansi ini menandai komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan publik hingga tingkat desa.
Bakti Harmoni Bersahaja merupakan kelanjutan sekaligus penyempurnaan kebijakan pelayanan masyarakat yang telah berjalan sejak kepemimpinan Bupati terdahulu, Junaedi Mahendra. Pergantian nama dan konsep dilakukan agar program lebih adaptif, terukur, dan tepat sasaran dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Dalam apel pembukaan yang berlangsung khidmat, Bupati Hari Wuryanto menegaskan bahwa program ini bukan sekadar agenda seremonial pemerintah daerah. Menurutnya, Bakti Harmoni Bersahaja dirancang sebagai sarana dialog langsung antara pemerintah dan warga, sekaligus forum untuk meninjau realisasi program-program OPD di lapangan.
“Ini adalah jembatan komunikasi antara pemerintah daerah dengan masyarakat. Kami ingin mendengar langsung aspirasi warga, sekaligus melihat sejauh mana program OPD berjalan dan dirasakan manfaatnya,” ujar Hari Wuryanto saat berdialog dengan warga Karangrejo.

Hari menjelaskan, melalui program ini pemerintah daerah ingin memastikan bahwa bantuan sosial dan layanan publik yang diberikan tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar menyentuh kelompok masyarakat yang membutuhkan. Pemerintah juga menargetkan program ini mampu berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan dan pengurangan kesenjangan sosial di wilayah pedesaan.
Selain itu, Bakti Harmoni Bersahaja juga menjadi sarana untuk membumikan visi dan misi pemerintah daerah yang selaras dengan arah kebijakan nasional.
Dalam berbagai agenda kegiatan, jajaran Pemkab Madiun menyosialisasikan program prioritas sekaligus menyerap masukan masyarakat terkait persoalan lokal.
“Kita ingin memberdayakan masyarakat desa. Di sini kami juga menyampaikan visi dan misi pemerintah pusat dan daerah, sekaligus melihat implementasinya secara langsung di lapangan,” kata Bupati yang akrab disapa Hari Wur.
Ia berharap, kehadiran pemerintah daerah secara langsung di tengah masyarakat desa dapat menghadirkan solusi konkret atas berbagai persoalan, mulai dari pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, hingga isu sosial ekonomi.

Lebih jauh, Hari Wuryanto menuturkan bahwa nama Bakti Harmoni Bersahaja mengandung filosofi kebersamaan dan keharmonisan. Pemerintah daerah mendorong seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan aparatur desa untuk menjaga kerukunan dalam membangun desa secara kolektif.
“Hubungan masyarakat harus tetap harmonis. Dengan kebersamaan itulah desa bisa dibangun bersama-sama,” ujarnya.
Pelaksanaan Bakti Harmoni Bersahaja di Desa Karangrejo menjadi titik awal agenda rutin Pemerintah Kabupaten Madiun sepanjang 2026.
Ke depan, program ini akan digelar secara bergilir di berbagai desa sebagai upaya mendekatkan layanan pemerintah sekaligus memastikan kebijakan daerah berjalan efektif hingga tingkat akar rumput.
“Mulai hari ini hingga besok kami tindak lanjuti langsung di lapangan, sambil menyerap aspirasi masyarakat. Mudah-mudahan ini membawa manfaat nyata bagi warga,” pungkas Hari.(Tov/Krs).