Jumat, 6 Nov 2026
Trending Tags

Pemkab Magetan Masih Tanggung Utang Iuran JKN Rp6 Miliar, Dampak Aturan Berlaku Surut dan Tekanan Fiskal

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
  • visibility 147
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Magetan.

Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan masih memiliki kewajiban membayar tunggakan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada BPJS Kesehatan senilai sekitar Rp6 miliar. Kewajiban tersebut menjadi salah satu konsekuensi tekanan fiskal yang dihadapi daerah setelah berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Magetan, Yayuk Sri Rahayu, menjelaskan bahwa utang tersebut bukan muncul akibat keterlambatan pembayaran rutin, melainkan berasal dari perubahan regulasi pemerintah pusat yang diberlakukan secara retroaktif. Melalui Peraturan Pemerintah (PP) yang diterbitkan pada 2021, ketentuan pembayaran iuran JKN diberlakukan surut hingga tahun 2020 sehingga menimbulkan tambahan kewajiban bagi pemerintah daerah.

“Utang yang muncul itu sebenarnya berasal dari tahun 2020 sampai 2021. PP-nya terbit tahun 2021, tetapi ketentuannya berlaku surut hingga tahun 2020,” ujar Yayuk.

Ia menegaskan, tunggakan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dan tidak berkaitan dengan kewajiban pembayaran iuran oleh Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurutnya, bagian iuran sebesar 1 persen yang menjadi kewajiban pegawai telah dipotong dari penghasilan dan disetorkan sesuai ketentuan.

Adapun kewajiban yang masih harus diselesaikan adalah porsi iuran sebesar 4 persen yang menjadi beban pemerintah daerah. Kewajiban itu mencakup pembayaran iuran bagi ASN, termasuk penerima Tambahan Penghasilan Guru (TPG) serta tenaga kesehatan yang menerima jasa pelayanan di puskesmas.

“Yang memiliki kewajiban itu pemerintah daerah, bukan ASN. Porsi satu persen dari pegawai sudah dibayarkan, sedangkan empat persen menjadi beban pemerintah daerah,” jelasnya.

Yayuk mengungkapkan, total tagihan yang sempat diajukan BPJS Kesehatan sebelumnya mencapai sekitar Rp7,5 miliar. Namun, setelah pemerintah daerah melakukan pembayaran sebagian dan melalui proses verifikasi, berdasarkan tagihan terakhir BPJS per 18 Desember 2025, sisa kewajiban yang harus dilunasi tinggal sekitar Rp6 miliar.

Meski demikian, keterbatasan kemampuan keuangan daerah membuat pelunasan belum dapat dilakukan sekaligus. Penurunan kapasitas fiskal sejak 2025 akibat berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat memaksa Pemkab Magetan menyusun skema pembayaran secara bertahap agar tidak mengganggu stabilitas anggaran.

“Karena kemampuan fiskal kita turun cukup besar sejak 2025, maka penyelesaiannya dilakukan dengan cara mengangsur sesuai kemampuan anggaran daerah,” kata Yayuk.

Di tengah upaya penyelesaian tunggakan tersebut, Pemkab Magetan memastikan kewajiban pembayaran iuran JKN untuk periode 2022 hingga 2026 telah dipenuhi seluruhnya. Dengan demikian, sisa utang yang ada saat ini murni berasal dari kewajiban tahun 2020 dan 2021 yang timbul akibat perubahan kebijakan nasional.

Pemkab Magetan berkomitmen menyelesaikan sisa tunggakan tersebut secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah. Langkah itu diharapkan dapat menjaga keberlanjutan kewajiban pemerintah terhadap program JKN tanpa mengorbankan pembiayaan sektor-sektor prioritas lain yang menjadi kebutuhan masyarakat.(kus).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Krz/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejari Magetan Periksa Puluhan Saksi Kasus Pokir, Termasuk 37 Pokmas

    Kejari Magetan Periksa Puluhan Saksi Kasus Pokir, Termasuk 37 Pokmas

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan terus mendalami dugaan kasus penyimpangan program pokok pikiran (pokir) dengan memeriksa puluhan saksi dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) hingga kelompok masyarakat (pokmas). Kepala Seksi Intelijen Kejari Magetan, Moh. Andy Sofyan, mengungkapkan bahwa proses pemeriksaan masih berlangsung dan difokuskan pada pengumpulan keterangan saksi-saksi yang dinilai mengetahui alur […]

    Bagikan
  • DPRD Magetan Siapkan Pembahasan Dua Raperda, Fokus Penataan Pasar dan Limbah Domestik

    DPRD Magetan Siapkan Pembahasan Dua Raperda, Fokus Penataan Pasar dan Limbah Domestik

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 358
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – DPRD Kabupaten Magetan mulai memproses dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang diajukan oleh Bupati Magetan. Kedua regulasi tersebut berkaitan dengan penataan pasar serta pengelolaan air limbah domestik di wilayah Magetan. Ketua DPRD Magetan, Suratno, mengatakan raperda tentang penataan pasar disusun untuk menjawab berbagai aspirasi masyarakat, terutama dari pedagang pasar tradisional yang […]

    Bagikan
  • PMK Kembali Muncul di Ngawi, 30 Sapi Terinfeksi dan Pedagang Mulai Waswas

    PMK Kembali Muncul di Ngawi, 30 Sapi Terinfeksi dan Pedagang Mulai Waswas

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 341
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kemunculan kembali kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Ngawi menandai fase baru kewaspadaan sektor peternakan. Dinas Perikanan dan Peternakan (DPP) setempat mencatat 30 ekor sapi terindikasi terjangkit dan tersebar di 10 kecamatan serta 15 desa. Meski belum masuk kategori wabah besar, situasi ini cukup memicu tekanan di pasar hewan […]

    Bagikan
  • Peduli Lingkungan dan Cegah Banjir, Warga Ponorogo Ramai-Ramai Bersihkan Sungai

    Peduli Lingkungan dan Cegah Banjir, Warga Ponorogo Ramai-Ramai Bersihkan Sungai

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Puluhan warga yang tergabung dalam Kelompok Peduli Sungai (KPS) Tambak Kemangi bersama sejumlah komunitas lingkungan di Ponorogo melakukan aksi bersih-bersih sungai pada Selasa (05/08/2025). Kegiatan tersebut dipusatkan di aliran sungai wilayah Tambak Kemangi, Kelurahan Tonatan, Kecamatan Ponorogo. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus langkah antisipatif menghadapi musim penghujan […]

    Bagikan
  • Overstay, Imigrasi Ponorogo Deportasi WNA asal Malaysia

    Overstay, Imigrasi Ponorogo Deportasi WNA asal Malaysia

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Ponorogo mendeportasi seorang warga negara Malaysia berinisial RBH (59). Ia dipulangkan ke negaranya karena terbukti tinggal di Indonesia melebihi izin kunjungan yang berlaku. Plt Kepala Kantor Imigrasi Ponorogo, Anggoro Widi Utomo, menjelaskan RBH masuk ke Indonesia melalui Bandara Internasional Juanda pada 12 November 2024. Saat […]

    Bagikan
  • Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD Ponorogo Jadi Alarm, Pengamat Minta Magetan Perkuat Tata Kelola Administrasi

    Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD Ponorogo Jadi Alarm, Pengamat Minta Magetan Perkuat Tata Kelola Administrasi

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Terungkapnya dugaan korupsi tunjangan perumahan DPRD Kabupaten Ponorogo senilai sekitar Rp3,6 miliar menjadi perhatian pengamat kebijakan publik dan pegiat antikorupsi di Madiun Raya. Kasus tersebut dinilai harus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah lain, termasuk Kabupaten Magetan, agar memperkuat tata kelola administrasi dalam setiap proses pengambilan kebijakan. Pengamat kebijakan publik sekaligus […]

    Bagikan
expand_less