
Sinergia | Madiun — Pemerintah Kota Madiun mengumpulkan puluhan Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam kegiatan pembinaan yang digelar pada Senin (22/12/2025). Kegiatan ini menjadi forum evaluasi pembangunan tahun 2025 sekaligus penjaringan aspirasi untuk perencanaan tahun 2026.
Wali Kota Madiun Maidi menegaskan Pemkot Madiun terbuka dalam menampung kritik saran dari masyarakat. Termasuk masukan terhadap pembangunan di Kota Pendekar.
“Silakan kekurangan kami disampaikan. Sehingga tahun 2026 nanti bisa menjadi lebih baik,” terang Maidi.
Selain itu, Pemkot Madiun tidak anti kritik. Namun, setiap kritik yang disampaikan harus bersifat membangun yang disertai solusi yang jelas. “Kita terbuka. Tapi jangan hanya mengkritisi tanpa memberikan solusi. Silakan mengkritik, asal disertai solusi,” tegasnya.
Selain membuka ruang aspirasi, Maidi menyampaikan bahwa kegiatan ini juga bertujuan memberikan pemahaman kepada Ormas dan LSM terkait program-program pemerintah daerah, baik yang sudah berjalan maupun yang akan dilaksanakan ke depan.
“Jangan sampai mengomentari tapi tidak tahu programnya. Yang disampaikan justru bertentangan, padahal program tersebut sudah linier dengan kebijakan pusat. Jadi pemahaman terhadap arah kebijakan dan program pembangunan itu sangatpenting,” katanya.
Maidi menambahkan, pembangunan di Kota Madiun tetap mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Perbedaan pendapat diperbolehkan, namun tidak boleh keluar dari arah kebijakan pembangunan yang telah ditetapkan. “Beda pendapat boleh. Tapi pembangunan tidak boleh lepas dari RPJMD. Kalau di luar itu, harus diluruskan,” ujarnya.
Ia berharap, melalui pembinaan ini seluruh elemen masyarakat, termasuk Ormas, LSM, dan insan pers yang tercatat di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), dapat berjalan seiring dan sejalan dalam mendukung pembangunan Kota Madiun. (Krs).