Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

Lilik Sudaryati Temui Kyai Tantowi di Ponpes Al Fatah, Bahas Surat Presiden 1998 dan Dana Nusantara

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
  • visibility 307
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Lilik Sudaryati silaturahmi ke Ndalem Umi Fatim Pondok Pesantren Al Fatah, Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Foto : Nan/Sinergia

Sinergi | Magetan – Figur publik yang populer pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an, Lilik Sudaryati, kembali mencuri perhatian publik setelah melakukan silaturahmi ke Ndalem Umi Fatim Pondok Pesantren Al Fatah, Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Rabu (24/12/2025) pagi. Kunjungannya berlangsung hangat dalam dialog bersama Kyai Tantowi, salah satu sesepuh pesantren tersebut.

Pertemuan itu tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah bagi Lilik untuk menyampaikan serangkaian aspirasi terkait persoalan kebangsaan yang menurutnya “masih menggantung” bertahun-tahun. Mulai dari situasi ekonomi, isu stabilitas negara, hingga polemik mengenai Dana Nusantara yang disebut-sebut belum pernah terealisasi.

Dalam pembicaraan tersebut, Lilik kembali mengulas Surat Presiden Republik Indonesia Nomor 8.29/Pres/1998 tertanggal 21 April 1998. Ia menyebut bahwa surat tersebut tidak sempat dijalankan karena Presiden Soeharto mengundurkan diri pada Mei 1998.

“Waktu itu kebijakannya belum sempat diterapkan karena terjadi pergantian kepemimpinan. Beberapa tahun kemudian Presiden Abdurrahman Wahid juga mengeluarkan surat lanjutan pada Februari 2001, tetapi sampai sekarang mekanismenya belum pernah dibentuk,” ujar Lilik.

Image Not Found
Lilik Sudaryati, Figur publik yang populer pada akhir 1990-2000an, Foto : Nan/Sinergia

Ia menambahkan bahwa menurut informasi yang diterimanya, kedua presiden kala itu telah melakukan proses verifikasi terkait sumber dana yang dimaksud. Hal inilah yang menjadi dasar dirinya berharap pemerintah saat ini dapat membuka kembali ruang diskusi.

“Kami percaya proses pengecekan sudah pernah dilakukan. Karena itu, kami meminta agar pemerintah sekarang bersedia membuka dialog sehingga ada kejelasan,” ungkapnya.

Lilik juga menegaskan bahwa kedatangannya membawa aspirasi masyarakat mengenai Dana Nusantara, yang menurutnya diperuntukkan membantu meringankan beban ekonomi rakyat.

“Kami ingin agar sebagian dana tersebut bisa kembali dibahas dan dipertimbangkan untuk direalisasikan. Kalau pun bisa cair nanti, kami berharap tidak ada potongan pajak supaya manfaatnya dirasakan secara penuh oleh masyarakat,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa aspirasinya tidak berkaitan dengan agenda politik apa pun. Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat yang semakin berat perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.

Dalam dialog yang berlangsung hampir dua jam tersebut, Lilik juga mengungkapkan kegelisahannya terhadap kondisi ekonomi nasional. Ia menyebut mulai dari peningkatan utang negara, masalah keuangan, hingga informasi mengenai kondisi perbankan yang dinilainya tidak sehat.

“Situasi perbankan nasional saat ini sangat kompleks. Bahkan ada kabar bahwa Bank Indonesia berada dalam kondisi tidak stabil. Ini harus segera dibenahi agar tidak berdampak luas,” jelasnya.

Ia juga menekankan perlunya memperkuat kembali nilai-nilai dasar kebangsaan. “Kita perlu kembali meneguhkan ideologi negara sesuai Pancasila dan UUD 1945 agar bangsa ini tetap kokoh,” katanya.

Menurut Lilik, apabila isu-isu fundamental tersebut tidak segera ditangani, maka hal itu dikhawatirkan dapat memengaruhi stabilitas nasional.

Menjelang akhir silaturahmi, Lilik menyampaikan harapannya untuk dapat menyampaikan aspirasi tersebut secara langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

“Kami berharap ada kesempatan untuk bertemu langsung dengan Bapak Presiden agar aspirasi ini dapat dijelaskan dan dibahas. Tujuan kami hanya ingin ikut meringankan beban masyarakat,” ujarnya.

Image Not Found
Kyai Tantowi tokoh agama di Pondok Pesantren Al Fatah, Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Foto : Nan/Sinergia

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam penyampaian aspirasi terdapat hal yang kurang berkenan. “Kalau ada kata-kata saya yang kurang tepat, saya dengan tulus memohon maaf,” tutupnya. Pertemuan Lilik dan Kyai Tantowi berlangsung dalam suasana teduh dan tanpa unsur paksaan. Selain membicarakan persoalan bangsa, keduanya juga berdiskusi mengenai nilai-nilai keagamaan yang sarat nasihat dan wejangan dari sang kyai.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dana Habis, Lima Dapur Program Makan Bergizi Gratis di Magetan Berhenti Operasi

    Dana Habis, Lima Dapur Program Makan Bergizi Gratis di Magetan Berhenti Operasi

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 458
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Menjelang tutup tahun anggaran, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Magetan mengalami hambatan serius. Lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpaksa menghentikan kegiatan produksi dan distribusi karena dana operasional telah habis. Penghentian sementara ini bukan disebabkan kurangnya penerima manfaat, melainkan keterlambatan pencairan dana yang seluruhnya bersumber dari pemerintah pusat melalui […]

    Bagikan
  • Stasiun Caruban Kian Modern, Jadi Andalan Mobilitas Warga Madiun

    Stasiun Caruban Kian Modern, Jadi Andalan Mobilitas Warga Madiun

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 297
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Stasiun Caruban terus menunjukkan perannya sebagai pusat mobilitas masyarakat di Kabupaten Madiun. Berada di bawah pengelolaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun, stasiun yang terletak di Kecamatan Mejayan tersebut kini tidak hanya menjadi titik keberangkatan dan kedatangan penumpang, tetapi juga berkembang sebagai simpul konektivitas yang semakin modern dan […]

    Bagikan
  • Bantuan ATENSI Kemensos Cair di Magetan, Warga Terima Alat Bantu dan Modal Usaha

    Bantuan ATENSI Kemensos Cair di Magetan, Warga Terima Alat Bantu dan Modal Usaha

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sebanyak 107 warga Kabupaten Magetan menerima bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Sentra Terpadu Kartini Temanggung. Bantuan tersebut disalurkan kepada para penerima manfaat yang masuk dalam kategori Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), mulai dari penyandang disabilitas, kelompok rentan, anak, hingga penyintas HIV dan korban penyalahgunaan napza. […]

    Bagikan
  • DPRD Kabupaten Madiun Gelar RDP Bersama Dinsos, DTSEN dan Tagana Ditelisik

    DPRD Kabupaten Madiun Gelar RDP Bersama Dinsos, DTSEN dan Tagana Ditelisik

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Mandor
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – DPRD Kabupaten Madiun serentak menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terhadap materi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Madiun tahun anggaran 2025. Selama dua hari ini RDP diagendakan untuk memanggil semua OPD Pemkab Madiun. Setiap OPD dibagi sesuai jadwal dengan masing masing komisi yang membidangi. Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Madiun Wahyu […]

    Bagikan
  • Viral! 2 Remaja di Kota Madiun Kepergok Curi Kotak Amal Mushola Al Munawar

    Viral! 2 Remaja di Kota Madiun Kepergok Curi Kotak Amal Mushola Al Munawar

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang remaja tertangkap basah mencuri kota aman di salah satu mushola di Kota Madiun. Usut punya usut, kejadian tersebut terjadi di Musholla Al Munawar di Gang Ndolanan Jalan Jatisiwur Kelurahan Demangan Kecamatan Taman pada Jumat (14/2/2025). Sementara menurut informasi, 1 rekan pelaku berhasil […]

    Bagikan
  • Pasca Insiden Dugaan Keracunan MBG, Pemkot Madiun Perkuat Pengawasan SPPG

    Pasca Insiden Dugaan Keracunan MBG, Pemkot Madiun Perkuat Pengawasan SPPG

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kota Madiun memastikan akan mengambil langkah usai peristiwa dugaan keracunan makanan yang menimpa belasan siswa SDN 1 Demangan pada Kamis (15/4/2026) lalu. Evaluasi akan dilakukan menyeluruh kepada Satua Pelayanan Pemenuhan Gizi ,(SPPG) di Kota Madiun. Langkah ini dilakukan untuk memastikan standar keamanan pangan tetap terjaga di seluruh titik pelaksanaan program. […]

    Bagikan
expand_less