
Sinergia | Kota Madiun – Kota Madiun kian serius mengokohkan sektor pariwisata. Lonjakan kunjungan wisatawan dari luar daerah menjadi bukti bahwa potensi wisata perlu diimbangi dengan pelayanan publik yang prima.
Sebagai langkah nyata, Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disnaker KUKM) terus mendorong penguatan sektor UMKM dan pedagang kaki lima (PKL). Upaya itu diwujudkan melalui berbagai program, salah satunya pelatihan manajemen usaha, pengelolaan keuangan, hingga pemasaran digital.
Wali Kota Madiun, Maidi, mengingatkan pelaku usaha agar tetap menjaga kebersihan di lingkungan berjualan. Menurutnya, hal itu menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang citra kota wisata. Bahkan, ia menegaskan tidak segan mengambil tindakan tegas kepada pedagang yang melanggar aturan kebersihan, seperti yang pernah dilakukan saat penertiban pedagang di kawasan Pahlawan Business Center (PBC).
Maidi menyebut, PBC memiliki posisi strategis sebagai pusat kegiatan ekonomi, khususnya saat akhir pekan. Pada Jumat hingga Minggu, lokasi tersebut mampu menampung hingga 60 bus wisata yang datang dari luar daerah. Kondisi itu jelas memberikan peluang besar bagi pedagang untuk meningkatkan pendapatan.
“Kota Madiun terus berkembang dengan jumlah wisatawan yang semakin meningkat. Karena itu, UMKM dan PKL juga harus berkembang agar pengunjung merasa nyaman dan betah di kota ini,” ungkapnya, Kamis (25/09/2025).
Sebagai tambahan dukungan, Pemkot Madiun juga berencana menghadirkan koperasi Merah Putih (KPM) di PBC untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada tamu dari luar kota.
“Kita natinya akan menambah Koperasi Merah Putih (KPM) di PBC, supaya nanti tamu dari luar kota bisa menikmati pelayanan yang ada di Kota Madiun,” tandasnya.
Surya Wibawa – Sinergia