
Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun terus memperkuat komitmen dalam menurunkan angka stunting. Kamis (25/09/2025), digelar rapat koordinasi (rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting di Aula Kecamatan Manguharjo yang dihadiri seluruh lurah se-Kota Madiun dan Tim Penggerak PKK.
Wali Kota Madiun, Maidi, menegaskan bahwa pemerintah serius menargetkan angka stunting di wilayahnya segera tuntas. Saat ini, jumlah kasus stunting di Kota Madiun tercatat sekitar 300 anak. Namun, ia optimistis persoalan itu bisa diatasi, terutama dengan memperhatikan gizi ibu hamil dan menyusui.
“Stunting ini akan habis mana kala ibu hamil, lahir, tidak boleh stunting. Ibu hamil harus tercukupi gizinya. Hari ini anak stunting, ibu hamil, dan ibu menyusui akan dapat makanan tambahan dari MBG. Itu akan terus kami pantau agar tidak ada lagi kasus baru,” ujar Maidi.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan lurah untuk turun langsung mengawasi warganya. Pemkot bahkan menyiapkan penghargaan khusus bagi lurah yang berhasil menekan angka stunting hingga nol di wilayahnya.
“Nanti di setiap kelurahan nol stunting, saya kasih reward untuk lurah, bahkan jabatan bisa saya naikkan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Madiun, dr. Denik Wuryani, menjelaskan bahwa pola kesehatan masyarakat tidak bisa diatur sepenuhnya Namun pemerintah bisa melakukan intervensi melalui program yang berkesinambungan.
“Kesehatan kan punya pola sendiri jadi tidak bisa diatur sepenuhnya. Yang bisa kita lakukan adalah intervensi. Tiap bulan ada penimbangan balita, itu data riil dari masyarakat yang kita pakai untuk intervensi. Tim percepatan stunting sudah bergerak sampai ke tingkat kelurahan, bahkan ada tim pendamping keluarga yang mendampingi ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita,” terang Denik.
Ia menambahkan, penyebab stunting bisa beragam, baik karena kurang gizi maupun faktor kesehatan anak.
“Stunting bisa muncul karena penyakit, anak sering sakit-sakitan, atau ada penyakit bawaan. Karena itu intervensi harus menyeluruh agar tumbuh kembang anak bisa optimal,” pungkasnya.
Dengan langkah konkret yang melibatkan semua lini, Pemkot Madiun menargetkan seluruh anak lahir sehat tanpa kasus stunting baru, sehingga kualitas sumber daya manusia di masa depan semakin meningkat.
Surya Wibawa – Sinergia