
Foto : Kusnanto-Sinergia
Sinergia | Magetan – Jalur utama penghubung Tawangmangu–Sarangan di kawasan Gunung Lawu sempat lumpuh total pada Senin (12/1/2026) dini hari. Sebuah pohon besar yang telah lapuk tumbang dan menutup seluruh badan jalan di Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.30 WIB ketika angin kencang menerjang kawasan pegunungan. Pohon jenis pasang dengan diameter sekitar 155 sentimeter roboh melintang di jalan, menghentikan arus kendaraan dari kedua arah.
Tidak ada korban jiwa, namun jalur vital itu tidak dapat digunakan hingga proses penanganan selesai. BPBD Magetan menerima informasi awal dari Polsek Plaosan sekitar pukul 03.45 WIB.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan, Eka Wahyudi, mengatakan bahwa tim langsung diterjunkan begitu laporan masuk.
“Saat laporan diterima, kami langsung menurunkan personel piket Pusdalops dan Tim Reaksi Cepat. Prioritas kami memastikan jalan segera kembali bisa dilewati,” ujarnya.
Selain itu, Eka menuturkan bahwa kondisi pohon yang sudah keropos mempercepat proses tumbangnya.
“Dari pengamatan di lokasi, pohonnya memang sudah rapuh. Dengan angin sekuat itu, memang sangat berisiko tumbang,” tambahnya.

Penanganan melibatkan BPBD Magetan, Polri, TNI, Perhutani, PGL, dan warga. Batang pohon dipotong menggunakan chainsaw dan alat manual agar cepat disingkirkan dari badan jalan. Sekitar pukul 05.12 WIB, jalur kembali dibuka dan kendaraan dapat melintas normal.
Eka Wahyudi juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang masih diprediksi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Kami mengimbau agar warga tidak beraktivitas di bawah pohon besar, apalagi yang terlihat rapuh. Hindari pula area dengan kabel listrik yang bersinggungan dengan pepohonan, karena itu sangat berbahaya,” tegasnya.
BPBD Magetan pun meminta masyarakat segera melapor melalui layanan darurat jika menemukan pohon miring, retakan tanah, atau indikasi bencana lainnya. “Pelaporan cepat dari warga sangat membantu kami mencegah risiko yang lebih besar,” jelas Eka.(Nan/Krs).