
Sinergia | Kab.Madiun – Polres Madiun menyiagakan 400 personel gabungan untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Madiun. Langkah ini dilakukan seiring peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait peralihan musim yang rawan cuaca ekstrem.
Apel kesiapsiagaan digelar di Lapangan Tri Brata Mapolres Madiun, Senin (3/11), dipimpin langsung Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara. Kegiatan tersebut melibatkan unsur Polres Madiun, Kodim 0803, Sat Brimob Den C Polda Jatim, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta BPBD Kabupaten Madiun.
Kapolres Madiun AKBP Kemas menegaskan apel kesiapan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bentuk komitmen nyata seluruh pihak dalam melindungi masyarakat dari ancaman bencana. “Melalui apel ini, kita memastikan personel dan peralatan siap digunakan. Jika sewaktu-waktu terjadi bencana, kita bisa bergerak cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujarnya.
Kapolres juga menyoroti meningkatnya potensi bencana seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor di sejumlah wilayah. Beberapa kecamatan tercatat sudah terdampak, di antaranya Pilangkenceng, Saradan, Wonoasri, Balerejo, Wungu, Kare, Dagangan, dan Gemarang.
Ia menekankan pentingnya sinergi antarinstansi untuk memperkuat sistem tanggap darurat. “Perkuat koordinasi, pastikan informasi dan peringatan dini tersampaikan cepat dan tepat. Siapkan sarana pendukung, serta berikan edukasi kepada masyarakat agar mereka siap menghadapi bencana,” kata AKBP Kemas.
Menurutnya, kesiapsiagaan menghadapi bencana bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. “Kekuatan Madiun ada pada semangat gotong royong dan kepedulian bersama. Dengan kebersamaan, kita mampu menghadapi setiap tantangan bencana,” pungkasnya. (Tova/Krs).