Berita Terkini
Trending Tags

Polres Madiun Siagakan Ratusan Personel Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
  • visibility 96
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kapolres Madiun mengecek peralatan milik anggota guna antisipasi bencana alam terjadi di wilayah, Foto : Tova Pradana – Sinergia

Sinergia | Kab.Madiun – Polres Madiun menyiagakan 400 personel gabungan untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Madiun. Langkah ini dilakukan seiring peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait peralihan musim yang rawan cuaca ekstrem.

Apel kesiapsiagaan digelar di Lapangan Tri Brata Mapolres Madiun, Senin (3/11), dipimpin langsung Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara. Kegiatan tersebut melibatkan unsur Polres Madiun, Kodim 0803, Sat Brimob Den C Polda Jatim, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta BPBD Kabupaten Madiun.

Kapolres Madiun AKBP Kemas menegaskan apel kesiapan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bentuk komitmen nyata seluruh pihak dalam melindungi masyarakat dari ancaman bencana. “Melalui apel ini, kita memastikan personel dan peralatan siap digunakan. Jika sewaktu-waktu terjadi bencana, kita bisa bergerak cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujarnya.

Kapolres juga menyoroti meningkatnya potensi bencana seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor di sejumlah wilayah. Beberapa kecamatan tercatat sudah terdampak, di antaranya Pilangkenceng, Saradan, Wonoasri, Balerejo, Wungu, Kare, Dagangan, dan Gemarang.

Ia menekankan pentingnya sinergi antarinstansi untuk memperkuat sistem tanggap darurat. “Perkuat koordinasi, pastikan informasi dan peringatan dini tersampaikan cepat dan tepat. Siapkan sarana pendukung, serta berikan edukasi kepada masyarakat agar mereka siap menghadapi bencana,” kata AKBP Kemas.

Menurutnya, kesiapsiagaan menghadapi bencana bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. “Kekuatan Madiun ada pada semangat gotong royong dan kepedulian bersama. Dengan kebersamaan, kita mampu menghadapi setiap tantangan bencana,” pungkasnya. (Tova/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • lKAPTK Madiun Halal Bihalal Bareng Sesepuh, Dorong Dukungan Penuh untuk Program “Bersahaja”

    lKAPTK Madiun Halal Bihalal Bareng Sesepuh, Dorong Dukungan Penuh untuk Program “Bersahaja”

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Kabupaten Madiun menggelar halal bihalal di salah satu hotel di Kota Madiun, Kamis (2/4/2026). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi lintas generasi alumni Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN), sekaligus penguatan komitmen dalam mendukung program pembangunan daerah. Ketua IKAPTK Kabupaten Madiun, Joko Lelono, mengatakan para […]

    Bagikan
  • Kemenag Ponorogo Bentuk Tim Investigasi, Izin Pondok Pesantren Milik JYD Terancam Dicabut

    Kemenag Ponorogo Bentuk Tim Investigasi, Izin Pondok Pesantren Milik JYD Terancam Dicabut

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ponorogo membentuk tim investigasi menyusul penetapan Kiai JYD (55) sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap 11 santri laki-laki. Tim tersebut ditugaskan menelusuri legalitas hingga perizinan operasional Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Raden Wijaya. Hasil investigasi nantinya akan menjadi bahan pertimbangan untuk memberikan rekomendasi pencabutan izin operasional pondok […]

    Bagikan
  • MPLS di SMAN 2 Kota Madiun Dimulai, Tekankan Empati dan Tolak Bullying

    MPLS di SMAN 2 Kota Madiun Dimulai, Tekankan Empati dan Tolak Bullying

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 2 Kota Madiun resmi dimulai pada Senin (14/07/2025). Kegiatan MPLS 2025 ini akan berlangsung selama lima hari. Kepala SMAN 2 Kota Madiun, Anim Hadisusanto, menyampaikan bahwa tahun ini siswa diwajibkan membawa sejumlah perlengkapan simbolis, seperti name tag, jurnal putih, foto keluarga orang tua […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Salurkan 146 Ton Pupuk Gratis untuk 34 Kelompok Tani

    Pemkot Madiun Salurkan 146 Ton Pupuk Gratis untuk 34 Kelompok Tani

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) mulai menyalurkan 146,15 ton pupuk NPK kepada 34 kelompok tani dari total 38 kelompok tani yang ada di wilayah Kota Madiun. Sebanyak empat kelompok tani lainnya belum bisa menerima bantuan lantaran belum berbadan hukum Indonesia. Dalam arahanya, Wali Kota Madiun […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Targetkan Relokasi Warga Rawan Banjir dan Tanah Retak Mulai 2026

    Pemkab Madiun Targetkan Relokasi Warga Rawan Banjir dan Tanah Retak Mulai 2026

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun — Pemerintah Kabupaten Madiun memastikan rencana relokasi bagi warga yang tinggal di kawasan rawan bencana akan mulai direalisasikan pada 2026. Program ini menyasar warga Dusun Kebonduren, Desa Kenongorejo Kecamatan Pilangkenceng, yang menjadi langganan banjir, serta warga Desa Mendak Kecamatan Dagangan, yang terdampak kerusakan tanah atau tanah retak. Bupati Madiun, Hari Wuryanto, mengatakan […]

    Bagikan
  • Produksi Susu Magetan Merosot, Populasi Sapi Perah Turun Akibat PMK

    Produksi Susu Magetan Merosot, Populasi Sapi Perah Turun Akibat PMK

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Produksi susu sapi perah di Kabupaten Magetan terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Penurunan ini berkaitan erat dengan berkurangnya populasi ternak akibat serangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang masih muncul hingga awal 2026. Selain jumlah ternak yang menyusut, sapi yang pernah terpapar PMK pun belum pulih sepenuhnya sehingga produktivitas susu […]

    Bagikan
expand_less