Santri Asal Sragen Tenggelam di Bengawan Solo Ditemukan Meninggal Dunia
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 52
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi – Tim SAR gabungan berhasil menemukan M. Maulana Rifai (14), remaja yang dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Bengawan Solo, tepatnya di wilayah Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (12/6/2026) sore setelah dua hari proses pencarian dilakukan.
Korban yang merupakan santri Pondok Pesantren Miftahul Jannah, Kecamatan Mantingan itu ditemukan sekitar 50 meter dari lokasi awal diduga tenggelam. Setelah berhasil dievakuasi dari sungai, jenazah langsung dibawa ke RSUD Ngawi untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Peristiwa nahas tersebut bermula pada Kamis (11/6/2026). Berdasarkan informasi yang dihimpun petugas, korban yang merupakan warga Mlale, Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, tengah mandi di Sungai Bengawan Solo bersama sembilan rekannya sekitar pukul 12.00 WIB.
Namun, sekitar pukul 14.30 WIB, korban diduga terseret arus dan tenggelam. Upaya pencarian awal yang dilakukan warga tidak membuahkan hasil sehingga kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang.
Menerima laporan adanya orang tenggelam, Kantor SAR Kelas A Surabaya segera mengerahkan tim rescue dari Unit Siaga SAR Bojonegoro menuju lokasi kejadian. Tim kemudian bergabung dengan unsur SAR lainnya untuk melakukan operasi pencarian.
Selama proses pencarian, petugas melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo menggunakan perahu karet. Tim SAR gabungan juga membagi area pencarian ke beberapa sektor guna memperluas jangkauan dan meningkatkan efektivitas pencarian.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit P.H., mengatakan keberhasilan menemukan korban merupakan hasil kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam operasi SAR.
“Tim SAR gabungan melakukan upaya pencarian melalui penyisiran permukaan air dan manuver perahu karet untuk memaksimalkan proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan dan dievakuasi,” ujarnya.
Operasi SAR tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya Unit Siaga SAR Bojonegoro, Damkarmat Ngawi, Polsek Mantingan, Koramil Mantingan, BPBD Ngawi, BPBD Sragen, relawan potensi SAR, hingga warga sekitar lokasi kejadian. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





