
Sinergia | Ponorogo – Resah dengan kondisi jalan yang rusak parah, warga Desa Kaponan, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, melakukan aksi protes dengan menanami lubang jalan menggunakan pohon pisang dan pepaya, Senin (12/1/2026).
Aksi ini dilakukan di jalan poros penghubung Desa Kaponan dengan Desa Mlarak. Jalan tersebut merupakan akses utama warga untuk menuju sekolah, area perkebunan, hingga pusat Kota Ponorogo. Kondisinya yang berlubang dan rusak parah dinilai membahayakan pengguna jalan.
“Sudah sekitar empat sampai lima tahun rusak. Sering bikin orang jatuh. ” ujar Semo Khusnudin, salah satu warga.
Menurut warga, keluhan kepada pemerintah desa telah berulang kali disampaikan, namun belum membuahkan hasil. Kerusakan jalan yang dibiarkan terlalu lama disebut kerap menyebabkan kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor. Warga lainnya, Edi Prayogo, mengatakan aksi menanam pohon dilakukan agar kerusakan jalan terlihat jelas dan mendapat perhatian.

“Kalau tidak begini, seolah tidak ada yang peduli. Kami sudah berkali-kali mengadu, tapi belum ada perbaikan,” katanya.
Menanggapi aksi tersebut, Kepala Desa Kaponan, Marwandi, membenarkan bahwa kerusakan jalan telah berlangsung lama. Ia menyebut, pemerintah desa sebenarnya berencana melakukan perbaikan pada bulan puasa mendatang.
“Ya jalannya memang sudah lama rusak. Desa sebenarnya mau memperbaiki bulan puasa bulan depan, tapi sepertinya warga tidak sabar. Nanti sore akan kami urug dulu,” ujar Marwandi. Namun demikian, Marwandi menegaskan bahwa status jalan tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Ponorogo, bukan pemerintah desa. Meski begitu, pihaknya tetap berupaya melakukan penanganan sementara sambil berkoordinasi dengan dinas terkait agar perbaikan permanen segera direalisasikan.(Ega/Krs).