PT JNK Bangun Fasilitas Sekolah di Madiun Lewat Program TJSL
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
- visibility 27
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun — Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di sekitar jalan tol, PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL ) dengan membangun sejumlah fasilitas pendukung di lingkungan sekolah.
Direktur Utama PT JNK, Arie Irianto, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mempererat hubungan dengan para pemangku kepentingan (stakeholder) dan pengguna jalan tol.
“Ini adalah program kami dari perusahaan sebagai bentuk stakeholder maupun customer engagement, jadi keterlibatan antara pengguna jalan tol dan masyarakat sekitar. Kami ingin keberadaan JNK tidak hanya memberi dampak positif bagi pergerakan barang dan jasa, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Arie, Selasa (11/11/2025).
Salah satu bentuk nyata kegiatan tersebut adalah pembangunan pagar sekolah dan fasilitas kamar mandi baru di sekolah yang berada di dekat ruas tol. Menurut Arie, fasilitas itu dibangun karena pagar lama sudah tidak layak dan berpotensi membahayakan keselamatan siswa.
“Kami juga membantu pembangunan kamar mandi agar fasilitas sekolah menjadi lebih bersih dan nyaman. Ini juga bagian dari edukasi membangun budaya bersih sejak dini,” jelasnya.

Arie menambahkan, kegiatan CSR semacam ini akan terus dilaksanakan secara bergilir di lima kabupaten yang dilintasi ruas tol JNK, yakni Ngawi, Magetan, Madiun, Nganjuk, dan Jombang. Setiap kegiatan disesuaikan dengan kebutuhan dan prioritas daerah masing-masing.
“Program kami tidak hanya di bidang pendidikan, tapi juga lingkungan hidup dan pemberdayaan UMKM. Tahun-tahun sebelumnya kami fokus pada penanganan stunting. Namun tahun ini kami lebih menitikberatkan pada pendidikan, karena generasi muda inilah yang akan menjadi penerus bangsa,” kata Arie Irianto.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Agus Sucipto, menyambut positif program tersebut. Ia menilai kegiatan CSR PT JNK merupakan bentuk sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan.
“Ini bagian dari komitmen bersama, baik pemerintah pusat, daerah, maupun dunia usaha. Semua harus saling berkoordinasi dan menjaga silaturahmi agar fasilitas yang dibangun dapat dimanfaatkan dengan optimal,” ujar Agus.
Menurutnya, model kolaborasi seperti ini menjadi contoh bagaimana layanan pendidikan dapat dikembangkan secara inklusif.
“Sekarang penjaminan layanan pendidikan tidak boleh eksklusif. Harus inklusif, menggandeng berbagai pihak. Ini bentuk kreativitas dan inovasi dari pemerintah daerah dan satuan pendidikan,” jelasnya.
Agus berharap, inisiatif semacam ini dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya untuk memperkuat kerja sama lintas sektor dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
Tova Pradana – Sinergia
- Penulis: Tova Pradana


