Berita Terkini
light_mode
Trending Tags

Ramai Soal Warga Miskin Belum Tempati Rusunawa, Ini Tanggapan Disperkim Kota Madiun

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
  • visibility 13
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Rumah susun sederhana sewa (Rusunawa). Foto: Surya – Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Beberapa hari terakhir Kota Madiun diramaikan soal warga kurang mampu yang hingga kini belum bisa menempati rumah susun sederhana sewa (Rusunawa). Seperti yang diharapkan oleh Nur Liken Budi Santoso (45) yang tinggal bersama istri dan empat anaknya di kontrakan sempit di Jalan Raden Wijaya, Kelurahan Manguharjo, Kota Madiun. Meski sudah mengajukan diri, namun hingga kini belum ada kepastian.

“Kami sudah berulang kali mengajukan rusunawa, tapi tidak ada tindak lanjut. Seharusnya masyarakat miskin dipermudah, bukan dipersulit. Kami tidak punya rumah, tapi malah terkendala aturan administrasi,” ucapnya.

Sesuai data, Liken tercatat sebagai Desil 1 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)—kategori dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Namun, ia tak masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Sebab, alamat kontrakan berbeda dengan alamat KTP, membuat petugas selalu gagal melakukan verifikasi.

64 Warga Miskin Masuk Daftar Waiting List Huni Rusunawa

Sementara, 64 warga Kota Madiun masih harus bersabar menunggu giliran untuk menempati rumah susun (rusun) milik pemerintah kota. Mereka masuk dalam daftar tunggu resmi yang dikelola Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) dan akan memperoleh unit berdasarkan urutan serta hasil verifikasi lapangan.

Image Not Found
Concon Kencono Subkoordinator Perumahan Disperkim Kota Madiun. Foto: Surya – Sinergia

Menurut Subkoordinator Perumahan Disperkim Kota Madiun, Concon Kencono, seluruh pendaftar rusun telah terdata sejak 2018 dan diperbarui secara berkala setiap tahun. Warga ber-KTP Kota Madiun bebas mengajukan permohonan kapan pun. Namun, penempatan baru dilakukan bertahap sesuai antrean.

“Setiap warga yang mendaftar kami terima dan catat. Penempatannya tinggal menunggu giliran sesuai hasil verifikasi terakhir,” ujarnya, Rabu (09/10/2025).

Concon menuturkan, jumlah penghuni baru yang bisa ditempatkan setiap tahun tergantung pada ketersediaan unit kosong. Rata-rata, hanya sekitar 10–15 keluarga yang bisa menempati unit baru tiap tahun. Tahun ini, sebagian kamar bahkan digunakan sementara bagi warga yang terdampak program DAK PPKT tahap II 2025–2026.

Salah satu nama dalam daftar tunggu adalah Nur Liken Budi Santoso, yang telah mendaftar sejak 2 Juni 2025 dan kini berada di urutan ke-25.

“Prosesnya tetap berjalan, hanya menunggu giliran sesuai antrean hasil penghunian periode Agustus–September lalu,” jelas Concon.

Selain berdasarkan urutan, penempatan juga mempertimbangkan kondisi calon penghuni. Misalnya, warga lanjut usia tidak akan ditempatkan di lantai atas demi keamanan dan kenyamanan. “Jika unit di bawah penuh, namanya tidak kami hapus, tapi menunggu unit bawah kosong,” tambahnya.

Hingga kini, daftar tunggu tersebar di beberapa lokasi rusun seperti Hayam Wuruk, Manis Raya, dan sejumlah kompleks lain. Concon menegaskan, seluruh proses dilakukan secara terbuka dan adil.

“Tidak ada manipulasi data. Semua sesuai aturan dan bisa dipantau,” pungkasnya.

Surya – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satlantas Polres Madiun Kota Angkat Bicara terkait Video Viral Bus Restu Tabrak Pemotor

    Satlantas Polres Madiun Kota Angkat Bicara terkait Video Viral Bus Restu Tabrak Pemotor

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Jagat media sosial di Kota Madiun diramaikan dengan viralnya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus Restu Panda jurusan Ponorogo-Surabaya dengan pemotor di Simpang Empat Klegen Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun. Peristiwa tersebut rupanya terjadi pada Rabu 15 Januari 2025 lalu. Dalam rekaman video yang beredar diduga bus Restu Panda yang belum […]

    Bagikan
  • Penusukan di Depan Pasar Ngale, Pemilik Angkringan Tewas

    Penusukan di Depan Pasar Ngale, Pemilik Angkringan Tewas

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Aksi penusukan terjadi di depan Pasar Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Kamis (28/08/2025) sekitar pukul 03.30 WIB. Seorang pria tak dikenal menikam seorang pemilik angkringan hingga meninggal dunia. Pelaku disebut datang lebih dulu ke salah satu angkringan dan memesan kopi. Beberapa waktu kemudian korban tiba di lokasi dengan sepeda motor, lalu […]

    Bagikan
  • Diduga Granat Ditemukan di Pondok Lansia Kota Madiun, Tim Jibom Turun Tangan

    Diduga Granat Ditemukan di Pondok Lansia Kota Madiun, Tim Jibom Turun Tangan

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sebuah objek mencurigakan yang diduga kuat sebagai granat menggegerkan lingkungan Pondok Lansia di Kelurahan Klegen, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, pada Jumat (12/12/2025) sekitar pukul 14.30 WIB. Temuan itu langsung ditindaklanjuti aparat kepolisian dengan melakukan pengamanan ketat di area belakang bangunan. Penemuan bermula ketika penjaga pondok, Andik Kokok, hendak menutup pintu […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Gencarkan Pengelolaan Sampah Berbasis Desa

    Pemkab Madiun Gencarkan Pengelolaan Sampah Berbasis Desa

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun terus memperkuat pengelolaan sampah berbasis lingkungan dengan menitikberatkan pengendalian sejak dari hulu, khususnya di wilayah pedesaan. Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, mengunjungi Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) di Desa Sumbersari, Kecamatan Saradan Rabu (21/05/2025). Purnomo Hadi menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari tingkat desa […]

    Bagikan
  • LPG 3 Kg Masih Langka di Magetan, Meski Tambahan 19 Ribu Tabung Sudah Disalurkan

    LPG 3 Kg Masih Langka di Magetan, Meski Tambahan 19 Ribu Tabung Sudah Disalurkan

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Tambahan 19.040 tabung LPG 3 kilogram yang disalurkan PT Pertamina Patra Niaga sejak Kamis (26/06/2025) hingga Sabtu (28/06/2025) ternyata belum mampu mengatasi kelangkaan yang terus dikeluhkan warga Magetan. Di tengah momentum peringatan Tahun Baru Islam, masyarakat terutama pelaku usaha mikro dan rumah tangga, justru semakin kesulitan mendapatkan gas melon bersubsidi […]

    Bagikan
  • Puluhan Siswa di Madiun Mual dan Muntah Usai Santap Menu Nasi Goreng Program MBG

    Puluhan Siswa di Madiun Mual dan Muntah Usai Santap Menu Nasi Goreng Program MBG

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Puluhan siswa dari tiga Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, diduga mengalami keracunan massal usai menyantap nasi goreng dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (27/11/2025). Insiden ini memicu kepanikan di lingkungan sekolah dan membuat para orang tua berbondong-bondong menjemput anak mereka. Tiga sekolah yang terdampak yakni SDN Klecorejo, […]

    Bagikan
expand_less