Realisasi Program Makan Bergizi Gratis di Magetan Masih Jauh dari Target
- account_circle Kusnanto
- calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
- visibility 44
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia, belum menunjukkan perkembangan signifikan di Kabupaten Magetan. Hingga akhir Juli 2025, realisasi pembangunan dapur MBG di daerah ini baru mencapai 9 unit, jauh dari target nasional sebanyak 50 dapur per kabupaten/kota. Setiap dapur ditargetkan mampu menyajikan sekitar 3.000 porsi makanan sehat per hari.
Dari sembilan dapur tersebut, dua di antaranya—di Kecamatan Magetan dan Sukomoro—telah aktif beroperasi sejak beberapa bulan terakhir. Sementara tujuh dapur lainnya baru saja diresmikan pada Rabu (23/07/2025), dan direncanakan mulai memasak pada awal Agustus mendatang. Ketujuh dapur tersebut berada di Kecamatan Lembeyan, Sidorejo, Parang, Bendo, Karangrejo, Barat, dan satu lagi di Sukomoro sebagai tambahan kapasitas.
Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti mengapresiasi penambahan tujuh dapur baru tersebut, seraya menekankan bahwa MBG tidak hanya menyasar pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga mendorong ekonomi masyarakat sekitar.
“Dampaknya luar biasa. Anak-anak makan sehat, dan perekonomian lokal ikut berputar karena bahan makanan dipasok dari warga sekitar,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama dalam mengejar target pembangunan 50 dapur hingga akhir tahun.
“Masalah utama tetap soal anggaran. Kami sedang intens koordinasi dengan pemerintah pusat,” tambahnya.
Turut hadir dalam peresmian dapur MBG, Deputi Tata Kelola Badan Gizi Nasional (BGN), Tigor Pangaribuan, menyampaikan peringatan keras terkait dua aspek penting: kualitas bahan makanan dan akuntabilitas keuangan.
“Yang dimasak bukan hanya nasi, tapi juga kepercayaan publik. Ini program negara. Tidak boleh ada penyimpangan,” tegasnya.
Tigor juga menyayangkan rendahnya capaian Magetan dibandingkan target nasional. Dari sembilan dapur yang tersedia, hanya dua yang benar-benar beroperasi secara penuh. Ia menegaskan bahwa semua dapur MBG harus aktif maksimal pada November 2025.
Kusnanto – Sinergia
- Penulis: Kusnanto


