Respon KAI Daop 7 Madiun Terkait Insiden Orang Tertemper KA Jayakarta di Perlintasan Sebidang
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 28
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Kecelakaan maut terjadi di perlintasan sebidang JPL 121, petak jalan Caruban–Babadan, Kabupaten Madiun, pada Kamis (12/2/2026) sore. Seorang pria dilaporkan tewas setelah tertemper Kereta Api (KA) 251B Jayakarta. Peristiwa tragis ini diduga kuat sebagai tindakan bunuh diri.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari mengatakan bahwa berdasarkan laporan dari Awak Sarana Perkeretaapian (ASP), korban diketahui berada di tengah jalur rel saat kereta sedang melaju kencang.
“KAI Daop 7 Madiun menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian ini. Berdasarkan indikasi di lapangan, peristiwa ini menjadi keprihatinan kita bersama,” ujar Tohari dalam keterangan resminya..
Usai menerima laporan insiden tersebut, petugas KAI segera berkoordinasi dengan unit pengamanan Madiun dan Caruban. Sebagai langkah prosedur keselamatan, KA Jayakarta sempat dihentikan di Stasiun Babadan untuk pemeriksaan rangkaian guna memastikan tidak ada kerusakan teknis akibat insiden tersebut.
Proses evakuasi melibatkan Tim INAVIS Polres Kabupaten Madiun hingga pukul 18.50 WIB. Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Caruban untuk penanganan lebih lanjut. Akibat kejadian ini, perjalanan KA Jayakarta dilaporkan sempat mengalami keterlambatan.
Menanggapi kejadian ini, PT KAI Daop 7 Madiun kembali memberikan peringatan kepada masyarakat. Tohari menegaskan bahwa jalur kereta api adalah area terbatas yang sangat berbahaya bagi publik.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di jalur rel. Selain membahayakan nyawa, hal ini juga mengganggu keselamatan perjalanan kereta api,” tegasnya.
Selain imbauan keselamatan fisik, KAI juga menyoroti pentingnya kepedulian terhadap kesehatan mental di lingkungan sekitar. Masyarakat diminta peka jika terdapat anggota keluarga atau kerabat yang menunjukkan tanda-tanda tekanan psikologis berat.
Pihak KAI menyarankan agar segera mencari bantuan profesional ke fasilitas kesehatan atau layanan konsultasi psikologi untuk mencegah terjadinya tindakan fatal serupa di masa depan.(Kris).
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Buyung


