Satgas Pangan Polres Madiun Pastikan Harga dan Stok Pangan Stabil Jelang Nataru
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month Rabu, 24 Des 2025
- visibility 42
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun — Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Madiun melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Harga pangan di Kabupaten Madiun terpantau relatif stabil dan stok masih aman.
Pengecekan dilakukan pada Rabu (24/12/2025) di dua lokasi, yakni Pasar Sayur Caruban, Kecamatan Mejayan, serta Swalayan Cantika di Jalan Imam Bonjol, Desa Mejayan, Kabupaten Madiun.
Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Agus Andi Anto mengatakan kegiatan ini bertujuan menjaga kestabilan harga dan mencegah lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang perayaan Nataru.
“Secara umum, hasil pengecekan menunjukkan harga bahan pokok relatif stabil dan ketersediaan stok mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar AKP Agus Andi.
Di Pasar Sayur Caruban, harga beras premium dijual Rp14.700 per kilogram, beras medium Rp13.500 per kilogram, dan beras SPHP Rp12.000 per kilogram. Sementara komoditas lain seperti gula pasir Rp16.250 per kilogram, minyak goreng curah Rp17.600, daging sapi Rp125.000 per kilogram, serta telur ayam ras Rp29.500 per kilogram.
Untuk komoditas cabai, cabai rawit merah tercatat Rp54.300 per kilogram, cabai merah besar Rp37.000 per kilogram, dan cabai merah keriting Rp35.000 per kilogram. Bawang merah dijual Rp40.000 per kilogram dan bawang putih Rp29.500 per kilogram.
Sementara di ritel modern, beras premium merek Fortune dijual Rp14.900 per kilogram, beras Sentra Ramos Rp14.600 per kilogram, dan beras medium berbagai merek Rp13.500 per kilogram.
“Kami terus melakukan monitoring dan pengawasan secara berkala, serta memberikan imbauan kepada pedagang agar menjual beras sesuai HET yang telah ditetapkan pemerintah,” tegasnya.
Langkah ini dilakukan guna menjamin kestabilan harga dan menjaga daya beli masyarakat menjelang puncak perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.(Tov/Krs).
- Penulis: Tova Pradana


