
Sinergia | Ponorogo – Fasilitas pembelajaran di Sekolah Rakyat (SR) bakal semakin lengkap. Pemerintah pusat melalui program di era Presiden Prabowo Subianto mulai menyalurkan bantuan berupa smart board sebagai sarana penunjang kegiatan belajar mengajar siswa SR, termasuk di Ponorogo. Lima unit smartboard atau papan tulis interaktifini Kementerian Sosial (Kemensos) RI.
Perangkat interaktif ini dapat membantu guru dalam menyampaikan materi. Mengingat sebagian siswa di SR membutuhkan metode penyampaian yang lebih visual dan mudah dipahami, smartboard diharapkan mampu meningkatkan efektivitas proses belajar.Lima unit smartboard tersebut nantinya akan dipasang di seluruh ruang kelas yakni satu unit untuk jenjang SD, dua unit untuk jenjang SMP, dan dua unit lainnya untuk SMA.
“Ini belum bisa kita pasang. Menunggu teknisi dari Kemensos RI untuk merakit dan pengoperasiannya,” ujar Kepala SR Terintegrasi 5 Ponorogo, Devit Tri Candrawati.
Selain itu, pihaknya masih menunggu kiriman perangkat laptop dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Distribusi dilakukan bertahap ke berbagai daerah.“Kami sudah mendapat informasi bahwa sejumlah SR lain mulai menerima perangkat. Untuk Ponorogo, kami masih menunggu jadwal pengiriman,” ujarnya.
Menurut Devit, jumlah laptop yang dikirim menyesuaikan kebutuhan masing-masing sekolah rakyat. Untuk Ponorogo, pihaknya diproyeksikan menerima sekitar 125 unit untuk siswa, belum termasuk alokasi bagi tenaga pengajar.
Pada tahap awal, perangkat tersebut akan diberikan kepada siswa jenjang SMA di lingkungan sekolah rakyat. Setelah itu, distribusi akan berlanjut kepada guru dan kepala sekolah, lalu menyasar siswa tingkat SMP dan SD.“Keberadaan laptop bisa menjadi media penting agar anak-anak lebih inovatif dan mampu menggali potensi diri,” jelasnya.
Ia berharap distribusi ke Ponorogo dapat rampung sebelum akhir November sehingga seluruh siswa segera bisa menggunakan fasilitas baru tersebut. Sembari menunggu, pihak sekolah sudah menyiapkan ruang pemeliharaan sekaligus laboratorium. Hal itu karena laptop hanya boleh digunakan selama jam pelajaran dan tidak diperkenankan dibawa ke asrama.
“Kami siapkan ruang penyimpanan dan perawatan. Penggunaan laptop tetap dibatasi pada kegiatan belajar. Untuk jaringan internet, Alhamdulillah sudah siap mendukung,” pungkasnya.(Ega/Krs).