Berita Terkini
Trending Tags

Seleksi Tahap I PPIH 2026 di Magetan Berjalan Lancar, 14 Peserta Gugur Verifikasi

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
  • visibility 212
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Peserta Seleksi tahap pertama PPIH Arab Saudi dan PPIH Kloter tahun 1447 H/2026 M digelar di Kantor Kemhaj Kabupaten Magetan, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Seleksi tahap pertama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dan PPIH Kloter tahun 1447 H/2026 M tingkat kabupaten/kota digelar di Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemhaj) Kabupaten Magetan. Pelaksanaan tes berbasis komputer dan gawai berlangsung relatif lancar meski sempat ditemui kendala teknis.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, Akhmad Sruji Bakhtiar, yang meninjau langsung proses seleksi, menyampaikan apresiasinya atas kesiapan panitia dan peserta.

“Alhamdulillah, Kantor Kementerian Haji Kabupaten Magetan telah mempersiapkan pelaksanaan tes dengan sebaik-baiknya. Ada kendala kecil seperti jaringan atau kapasitas ponsel peserta, tapi secara umum berjalan baik. Mudah-mudahan seleksi ini menghasilkan petugas terbaik sesuai harapan Kementerian Haji demi peningkatan layanan kepada jemaah,” ujarnya, Kamis (04/12/2025).

Sruji menambahkan, peserta yang lolos tahap pertama akan kembali menjalani tes tahap kedua. Dari tiap formasi, nantinya hanya dua peserta terbaik yang akan melaju dan dipilih satu sebagai petugas final.

Kepala Kantor Kemhaj Magetan, Ida Dwi Martini, menjelaskan bahwa dari 49 pendaftar awal, hanya 35 peserta yang lolos verifikasi dan dapat mengikuti seleksi hari ini. “Ada 14 pendaftar yang tidak lolos verifikasi karena persyaratan belum lengkap atau tidak memenuhi ketentuan. Jadi total ada 35 peserta yang mengikuti tes hari ini,” terangnya.

Ida merinci persyaratan untuk tiap formasi. Untuk ketua kloter, status ASN merupakan syarat mutlak dengan golongan minimal III/C. Sementara pembimbing ibadah dapat berasal dari ASN, ormas, atau masyarakat umum, dengan syarat wajib pernah berhaji dan memiliki sertifikat pembimbing ibadah profesional.

Untuk formasi PPIH Arab Saudi, seperti bagian konsumsi, akomodasi, dan transportasi, peserta bisa berasal dari berbagai unsur ASN, ormas, ataupun masyarakat selama memenuhi persyaratan yang ditetapkan pusat.

Diketahui, Magetan setiap tahun memberangkatkan jemaah sekitar satu kloter. Tahun ini kembali mendapatkan formasi ketua kloter satu orang dan pembimbing ibadah satu orang. Sementara formasi PPIH Arab Saudi ditentukan pada level provinsi, bukan kabupaten/kota. “Kami berharap Magetan bisa memperoleh formasi lebih banyak dibanding tahun sebelumnya,” ungkap Ida.

Seleksi tahap kedua dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat untuk menentukan para petugas terbaik yang akan mendampingi jemaah haji 2026.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Madiun Tekankan Sertifikasi Wajib bagi Pengelola Dapur MBG

    Bupati Madiun Tekankan Sertifikasi Wajib bagi Pengelola Dapur MBG

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan pentingnya kelengkapan sertifikasi bagi pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program makan bergizi gratis (MBG) di wilayahnya. Penekanan ini muncul setelah sebagian besar dapur MBG diketahui belum memenuhi standar administrasi yang ditetapkan. Dari puluhan SPPG yang telah beroperasi di Kabupaten Madiun, baru sekitar empat […]

    Bagikan
  • Penumpukan Gula di Gudang PG Jadi Sorotan, APTRI Ingatkan Pemerintah Hati-Hati Kelola BUMN Pangan

    Penumpukan Gula di Gudang PG Jadi Sorotan, APTRI Ingatkan Pemerintah Hati-Hati Kelola BUMN Pangan

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Isu penumpukan gula di gudang pabrik gula kembali mencuat. Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Dapil Jawa Timur VIII, Guntur Sasono, menegaskan persoalan tersebut merugikan masyarakat karena berdampak pada harga konsumsi di pasaran. Hal itu ia sampaikan usai menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di Desa […]

    Bagikan
  • Deretan Pejabat dan Pengusaha Diperiksa KPK dalam Kasus Wali Kota Madiun Nonaktif

    Deretan Pejabat dan Pengusaha Diperiksa KPK dalam Kasus Wali Kota Madiun Nonaktif

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 435
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai memeriksa sejumlah saksi dalam perkara dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi, Selasa (24/2/2026). Pemeriksaan dilakukan di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Madiun, Jalan Salak, Kota Madiun, Jawa Timur. Dalam agenda pemeriksaan perdana tersebut, penyidik lembaga antirasuah memanggil sejumlah pihak dari unsur swasta […]

    Bagikan
  • Petasan Rakitan Meledak! Remaja 13 Tahun Di Ponorogo Terbakar, Begini Kronologinya

    Petasan Rakitan Meledak! Remaja 13 Tahun Di Ponorogo Terbakar, Begini Kronologinya

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 310
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Petasan rakitan kembali memakan korban di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Seorang remaja berinisial KA (13), warga Desa Semanding, Kecamatan Jenangan, mengalami luka bakar cukup serius setelah petasan yang dibuatnya gagal meledak dan justru menyambar tubuhnya pada Kamis malam (19/3/2026). Peristiwa nahas itu terjadi saat korban bersama temannya, NA (13), tengah merakit […]

    Bagikan
  • Kelas SDN Bukur 02 Rusak Parah Tertimpa Pohon Tumbang Kegiatan Belajar Mengajar Siswa Kelas VI Dipindah

    Kelas SDN Bukur 02 Rusak Parah Tertimpa Pohon Tumbang Kegiatan Belajar Mengajar Siswa Kelas VI Dipindah

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kegiatan belajar mengajar (KBM) di SD Negeri Bukur 02, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, terganggu setelah sebuah pohon trembesi berukuran besar tumbang dan menimpa atap ruang kelas VI pada Minggu (04/05/2025) malam. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena terjadi di luar jam sekolah. Kepala SDN Bukur 02, Heni Erawati, […]

    Bagikan
  • Warga Bendo Magetan Diresahkan Isu Peredaran Uang Palsu Sasar UMKM

    Warga Bendo Magetan Diresahkan Isu Peredaran Uang Palsu Sasar UMKM

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Keresahan melanda warga Desa Setren dan Kleco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menyusul informasi dugaan peredaran uang palsu di lingkungan mereka. Isu tersebut ramai diperbincangkan di media sosial hingga grup percakapan warga dalam beberapa hari terakhir. Informasi yang beredar menyebutkan uang pecahan Rp100 ribu diduga digunakan pelaku untuk bertransaksi di […]

    Bagikan
expand_less