Berita Terkini
Trending Tags

Sepekan Tak Terungkap, Penyebab Keracunan Massal Siswa di Madiun Masih Misterius

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • visibility 63
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun dr Heri Setyana, Foto : Tova Pradana – Sinergia

Sinergia | Kab.Madiun — Satu pekan pasca keracunan massal yang menimpa puluhan siswa SD di Kecamatan Mejayan, penanganan kasus ini dinilai berjalan lambat. Hingga kini, penyebab pasti insiden tersebut belum terungkap karena hasil uji laboratorium sisa makanan belum juga diterima Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun. Keterlambatan ini memicu kritik public, khususnya orang tua siswa yang mempertanyakan kinerja pemerintah daerah, terutama karena kasus menyangkut keamanan makanan untuk anak-anak.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, dr. Heri Setyana, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) Provinsi Jawa Timur di Surabaya. “Sampai hari ini hasil lab belum keluar. Prosesnya bisa memakan waktu satu sampai dua minggu, tergantung jenis uji,” ujarnya, Jumat (05/12/2025).

Kasus ini bermula pada Jumat (28/11/2025), ketika puluhan siswa mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disuplai SPPG Cinta Anak Klecorejo. SPPG tersebut kini menjadi sorotan kuat karena diduga sebagai sumber makanan penyebab keracunan.

Dinkes menegaskan SPPG Cinta Anak Klecorejo dilarang total beroperasi hingga dua syarat terpenuhi: hasil laboratorium keluar dan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) selesai diproses. “SPPG sampai detik ini tidak boleh beroperasi. SLHS juga harus terbit terlebih dahulu,” tegas dr. Heri.

Menurut Dinkes, komunikasi terakhir dengan pihak BLK menyebutkan proses pengujian masih berlangsung. Namun lamanya waktu tunggu memunculkan desakan publik agar pemerintah bertindak lebih cepat dan transparan.

Dinkes memastikan hasil laboratorium akan diumumkan segera setelah diterima, berikut langkah tegas terhadap pihak yang terbukti lalai.(Tov/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Madiun Siapkan Anggaran 1,5 Miliar Rupiah untuk Tambah Pupuk Subsidi Bagi Petani

    Pemkot Madiun Siapkan Anggaran 1,5 Miliar Rupiah untuk Tambah Pupuk Subsidi Bagi Petani

    • calendar_month Selasa, 8 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun mengalokasikan anggaran sebesar 1,5 milyar rupiah untuk menyediakan pupuk subsidi bagi petani. Hal ini dilakukan untuk menutupi kekurangan alokasi pupuk subsidi dari pemerintah pusat yang selama ini terbukti tidak mencukupi kebutuhan petani. Menurut Irsyad Dawami, Kepala Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) […]

    Bagikan
  • Lupa Matikan Kompor, Rumah Mbah Siman Dilalap Si Jago Merah

    Lupa Matikan Kompor, Rumah Mbah Siman Dilalap Si Jago Merah

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun  – Kebakaran melanda rumah sekaligus toko kelontong milik Siman (76) dan Sutari (75) di Jalan Gajah Mada, Kota Madiun, pada Senin (17/2/2025) sekitar pukul 10.58 WIB. Petugas pemadam kebakaran dari Satpol PP dan Damkar Kota Madiun menerjunkan 2 unit mobil penembak dan 2 unit mobil suplai dalam peristiwa ini. Kobaran api […]

    Bagikan
  • Paket Yang Dibuang di Hutan Ponorogo Berisi 3 Bagian Tubuh

    Paket Yang Dibuang di Hutan Ponorogo Berisi 3 Bagian Tubuh

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Tim gabungan dari Polres Ponorogo dan Tim Medis RSUD dr Harjono Ponorogo Minggu malam (26/1/2025) membongkar bungkusan paket yang dibuang di tepi hutan Desa/Kecamatan Sampung Ponorogo. Sesuai informasi, paket itu diduga berisi potongan kaki potongan korban Uswatun Khasanah. Sementara itu, tubuh korban dimasukan koper merah yang ditemukan di Kabupaten Ngawi […]

    Bagikan
  • LKPJ Tahun Anggaran 2025, Pemkab Madiun Genjot Ijin Sektor Perumahan dan Industri

    LKPJ Tahun Anggaran 2025, Pemkab Madiun Genjot Ijin Sektor Perumahan dan Industri

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun, DPRD Kabupaten Madiun kembali menggelar agenda sidang paripurna. Bupati Madiun Hari Wuryanto dalam penyampaian Laporan Keterangan Pertangung Jawaban (LKPJ) tahun anggaran 2025 memaparkan, pada pendapatan daerah tahun anggaran 2025 dapat direalisasikan sebesar Rp2,17 triliun, atau tercapai 102,87 persen dari target Rp2,11 triliun. Kemudian belanja daerah di tahun yang sama terealisasi 93,34 […]

    Bagikan
  • Dorong Investasi, Wali Kota Madiun Naikkan NJOP dan Bakal Gratiskan PBB

    Dorong Investasi, Wali Kota Madiun Naikkan NJOP dan Bakal Gratiskan PBB

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun mengambil langkah strategis untuk meningkatkan nilai aset masyarakat. Wali Kota Madiun, Maidi, menegaskan bahwa kebijakan penyesuaian Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dilakukan agar harga aset di kota ini tidak turun, seiring dengan semakin ramainya investasi yang masuk. “Justru dengan ramainya kota ini, orang datang semakin banyak dan […]

    Bagikan
  • Tim Inafis Polda Jatim Selidiki Kebakaran Gudang Farmasi RSUD dr. Harjono Ponorogo

    Tim Inafis Polda Jatim Selidiki Kebakaran Gudang Farmasi RSUD dr. Harjono Ponorogo

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polda Jawa Timur diterjunkan untuk menyelidiki penyebab kebakaran gudang farmasi RSUD dr Harjono Ponorogo yang terjadi pada Minggu (4/1/2026) petang. Pemeriksaan dilakukan pada Senin (5/1/2026) siang sekitar pukul 12.00 WIB. Tim Inafis melakukan identifikasi secara menyeluruh di gedung gudang farmasi berlantai dua yang berada […]

    Bagikan
expand_less