Serangan Ulat Bulu di SDN Patihan, Sejumlah Siswa Alami Gatal-Gatal
- account_circle Kriswanto
- calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
- visibility 90
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Kegiatan belajar mengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Patihan di Kecamatan Manguharjo Kota Madiun, Jawa Timur terganggu pada Jumat (05/02/2026). Hal ini dikarenakan sejumlah siswa mengalami gatal-gatal akibat ulat bulu. Ternyata ratusan ulat bulu banyak ditemukan di 9 pohon yang berada di halaman telah sekolah.
Seperti yang dialami oleh Arjuna Faisal Putra Handoko, siswa kelas 6B yang mengalami gatal-gatal di beberapa bagian tubuh. Rasa gatal itu dirasakan usai mengikuti senam pagi bersama para siswa lainnya. “Ini gatal-gatal di tangan sampai di bagian leher. Tadi habis mengikuti kegiatan senam di halaman tadi,” ujarnya.
Sumilan Widodo, Guru SDN Patihan mengatakan bahwa keberadaan ulat bulu itu sudah diketahui sejak 4 hari terakhir. Sejumlah siswa juga mengeluh gatal-gatal. Sekolah pun melaporkan hal tersebut ke Dinas Pendidikan yang diteruskan kepada BPBD Kota Madiun.
“Tadi kegiatan senam di bawah pohon itu. Setelah itu banyak siswa yang merasa gatal-gatal. Kasihan, gatal-gatal dan panas di kulit. Sudah kami laporkan ke BPBD,” ujar Sumilan.
Pihak sekolah memberikan pertolongan pertama pada siswa yang mengalami gatal-gatal dengan pemberian bedak salicyl. Untuk penanganan lebih lanjut dilakukan penyemprotan obat serangga dan deterjen oleh petugas BPBD.
“Ya semoga tidak ada lagi ulat bulu ini. Selama penanganan penyemprotan siswa dipulangkan lebih awal,” tutupnya.
Sementara itu, regu 3 TRC BPBD Kota Madiun bersama DKPP melakukan penyemprotan di beberapa pohon yang menjadi sarang ulat bulu. Jumlahnya pum terpantau cukup banyak.
“Volumenya agak banyak yang ada di pohon halaman tengah. Ini mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah. Ulat ini kan kalau bulunya rontok dan menempel di kulit itu bisa langsung gatal-gatal,” jelas Moch. Subchan, Kasi Rehabilitasi Dan Rekonstruksi BPBD Kota Madiun.
Pihaknya melakukan penyemprotan desinfektan serangga dan deterjen. Hal ini agar penyebaran ulat bulu dapat ditekan dan tidak lagi mengganggu aktivitas di lingkungan sekolah.
“Kalau musim hujan ini memang banyak ulat yang berkembangbiak. Jadi harus tetap diwaspadai. Ini setelah disemprot ulat tidak langsung jatuh. Biasanya masih menempel tetapi sudah mati dan jatuh sendirinya,” katanya.
Untuk itu, BPBD menghimbau masyarakat untuk tetap waspada di lingkungan sekitar. Jika menemukan populasi ulat bulu yang banyak dapat segera melaporkan ke instansi terkait agar dapat ditangani. (Kris).
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Buyung

