Berita Terkini
Trending Tags

Warga Sayutan Bersikukuh Tolak Tambang Galian C, Khawatir Sumber Air hingga Makam Leluhur Terancam

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
  • visibility 150
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Warga khawatir tambang mengancam sumber air dan permukiman. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Penolakan warga terhadap aktivitas tambang galian C di Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, masih terus bergulir. Meski DPRD Magetan telah memfasilitasi rapat dengar pendapat (RDP) antara warga, pemerintah daerah, dan pihak penambang, masyarakat tetap bersikukuh meminta seluruh aktivitas penambangan dihentikan.

Bagi warga, persoalan tambang tidak semata menyangkut investasi maupun legalitas perizinan. Mereka menilai keberadaan tambang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang dapat mengancam sumber kehidupan masyarakat, keselamatan permukiman, hingga keberlangsungan lahan pertanian yang selama ini menjadi penopang ekonomi warga.

Ketua RT setempat, Dakun, menegaskan bahwa penolakan warga didasari sejumlah kekhawatiran yang dianggap menyangkut kepentingan jangka panjang masyarakat Desa Sayutan.

Menurut Dakun, salah satu alasan utama warga menolak aktivitas tambang adalah keberadaan sumber mata air yang berada di sekitar kawasan penambangan. Mata air tersebut selama ini menjadi sumber kebutuhan air bersih bagi masyarakat di sejumlah wilayah.

“Yang pertama karena bisa mematikan sumber mata air yang diminum semua warga. Air yang dibawa ke Dukuh Ngeloh dan sebagian Sayutan itu berasal dari bawah lokasi tersebut,” ujarnya.

Warga khawatir aktivitas pengerukan material secara terus-menerus akan mengganggu cadangan air bawah tanah dan mengurangi debit mata air yang selama ini dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Jika hal itu terjadi, masyarakat berpotensi mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

Kekhawatiran tersebut menjadi perhatian utama karena sumber air yang dimaksud tidak hanya melayani satu lingkungan, melainkan juga mengaliri beberapa dusun yang bergantung pada distribusi air dari kawasan tersebut.

Selain persoalan air, warga juga menyoroti posisi lokasi tambang yang berada di bawah area makam dan permukiman penduduk. Aktivitas penambangan yang terus mendekati tebing dinilai berisiko mengurangi kekuatan tanah penyangga.

Jika pengerukan terus berlangsung, warga khawatir akan terjadi longsor yang dapat mengancam makam leluhur maupun rumah-rumah penduduk yang berada di atas lokasi tambang.

“Di atas lokasi itu ada makam, di sebelah makam ada pemukiman warga. Kalau terus dilongrong ke sana, kami khawatir rumah-rumah dan makam itu bisa longsor ke jurang,” kata Dakun.

Menurut warga, potensi bencana semakin besar karena di bawah kawasan tersebut juga terdapat jalur aliran air yang selama ini menjadi bagian dari sistem distribusi kebutuhan masyarakat sekitar.

Penolakan warga juga dilatarbelakangi kekhawatiran terhadap keberlangsungan lahan pertanian di sekitar area tambang. Hamparan sawah yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat berada tidak jauh dari lokasi aktivitas penambangan.

Masyarakat menilai kerusakan lingkungan yang ditimbulkan dapat berdampak pada sistem pengairan pertanian, kualitas tanah, hingga produktivitas hasil panen dalam jangka panjang.

“Ada sawah di bawah sana. Jadi yang kami perjuangkan bukan hanya hari ini, tetapi juga untuk masa depan lingkungan,” ujarnya.

Bagi warga, menjaga kelestarian lingkungan menjadi investasi penting bagi generasi mendatang. Mereka menilai manfaat ekonomi yang diperoleh dari aktivitas tambang tidak sebanding dengan potensi risiko yang harus ditanggung masyarakat apabila terjadi kerusakan lingkungan.

Dakun menegaskan bahwa hingga saat ini tuntutan warga tidak berubah, yakni menghentikan seluruh aktivitas penambangan di wilayah tersebut.

“Tuntutan warga cuma satu, tutup tambang. Semua warga Sayutan menolak adanya tambang supaya lingkungan tetap baik dan lestari, agar anak cucu kita besok tidak terlantar,” tegasnya.

Sementara itu, hasil rapat dengar pendapat di DPRD Magetan belum menghasilkan keputusan final terkait keberlangsungan aktivitas tambang. DPRD bersama instansi terkait berencana melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lokasi yang menjadi objek sengketa.

Warga berharap proses tersebut dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai dampak yang ditimbulkan aktivitas penambangan dan menjadi dasar pengambilan keputusan yang mengutamakan keselamatan lingkungan serta kepentingan masyarakat sekitar. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Upaya Penyelundupan Narkotika Terungkap di Lapas Kelas IIB Ngawi

    Upaya Penyelundupan Narkotika Terungkap di Lapas Kelas IIB Ngawi

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Penyelundupan barang terlarang menghantui Lapas Kelas IIB Ngawi. Sejumlah paket mencurigakan yang diduga berisi narkotika ditemukan petugas di beberapa titik area lapas pada Selasa (23/12/2025) lalu. Temuan tersebut memunculkan dugaan kuat adanya upaya pelemparan barang terlarang oleh pihak luar yang hingga kini belum teridentifikasi. Kasus ini terungkap saat regu pengamanan melaksanakan […]

    Bagikan
  • Bupati Ponorogo, Sekda Dan Dirut RSUD dr. Harjono Dibawa Ke Gedung KPK

    Bupati Ponorogo, Sekda Dan Dirut RSUD dr. Harjono Dibawa Ke Gedung KPK

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Gelombang pemeriksaan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Ponorogo berujung terseretnya sejumlah pejabat Pemkab Ponorogo. Bahkan, Sabtu (08/11/2025) dini hari, 5 mobil yang diduga tim KPK dan pejabat Pemkab Ponorogo berangkat menuju ke Bandara Adi Soemarmo untuk menuju ke Jakarta. Tak hanya Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, KPK juga membawa Sekretaris […]

    Bagikan
  • Pemkab Magetan Tahan Kenaikan Tarif PBB, Fokus Pemutakhiran Data untuk Dongkrak Penerimaan

    Pemkab Magetan Tahan Kenaikan Tarif PBB, Fokus Pemutakhiran Data untuk Dongkrak Penerimaan

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Saat sejumlah daerah di Indonesia menuai protes akibat kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Sementara, Pemerintah Kabupaten Magetan justru mengambil langkah berseberangan. Tahun 2025 ini, tarif PBB dipastikan tetap sama seperti tahun sebelumnya. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Magetan, Yayuk Sri Rahayu, menjelaskan kebijakan ini diambil demi […]

    Bagikan
  • Aksi Demo Mahasiswa Soroti Kebijakan Mobil Dinas Baru, Ini Kata Wabup Magetan

    Aksi Demo Mahasiswa Soroti Kebijakan Mobil Dinas Baru, Ini Kata Wabup Magetan

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam BEM STAIM Maarif Magetan dan PMII Magetan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Magetan, Senin (01/09/2025). Mereka menyoroti kebijakan pengadaan mobil dinas baru di awal pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Magetan. Massa aksi membawa poster bertuliskan “Rakyat Magetan Bersuara” dan melakukan orasi yang menyinggung […]

    Bagikan
  • Ratusan Tahun Terjaga, Tradisi “Kawin Air” Warisan Sakral dari Carangrejo

    Ratusan Tahun Terjaga, Tradisi “Kawin Air” Warisan Sakral dari Carangrejo

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Di tengah derasnya arus modernisasi, warga Desa Carangrejo, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, masih teguh menjaga sebuah tradisi tua yang sarat makna: Kawin Air. Upacara ini bukan sekadar ritual tahunan, tetapi menjadi simbol hubungan harmonis antara manusia dan alam. Sebuah warisan spiritual yang telah bertahan selama ratusan tahun. Pagi itu, Jumat (31/10/2025), […]

    Bagikan
  • Akses Jalan Nasional Trenggalek–Ponorogo Lumpuh Akibat Longsor, Ini Langkah Penanganannya

    Akses Jalan Nasional Trenggalek–Ponorogo Lumpuh Akibat Longsor, Ini Langkah Penanganannya

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Sinergia | Trenggalek – Akses jalan nasional Trenggalek–Ponorogo di Kilometer 16 hingga Rabu (4/3/2026) masih tertutup total akibat longsor yang dipicu runtuhan batu berukuran besar yang terjadi pada Selasa (3/3/2026) petang. Material berupa bongkahan batu dan tanah menutup seluruh badan jalan, menyebabkan jalur strategis penghubung dua kabupaten tersebut lumpuh total. Penutupan jalur nasional ini berdampak […]

    Bagikan
expand_less