Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Warga Sayutan Bersikukuh Tolak Tambang Galian C, Khawatir Sumber Air hingga Makam Leluhur Terancam

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
  • visibility 211
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Warga khawatir tambang mengancam sumber air dan permukiman. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Penolakan warga terhadap aktivitas tambang galian C di Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, masih terus bergulir. Meski DPRD Magetan telah memfasilitasi rapat dengar pendapat (RDP) antara warga, pemerintah daerah, dan pihak penambang, masyarakat tetap bersikukuh meminta seluruh aktivitas penambangan dihentikan.

Bagi warga, persoalan tambang tidak semata menyangkut investasi maupun legalitas perizinan. Mereka menilai keberadaan tambang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang dapat mengancam sumber kehidupan masyarakat, keselamatan permukiman, hingga keberlangsungan lahan pertanian yang selama ini menjadi penopang ekonomi warga.

Ketua RT setempat, Dakun, menegaskan bahwa penolakan warga didasari sejumlah kekhawatiran yang dianggap menyangkut kepentingan jangka panjang masyarakat Desa Sayutan.

Menurut Dakun, salah satu alasan utama warga menolak aktivitas tambang adalah keberadaan sumber mata air yang berada di sekitar kawasan penambangan. Mata air tersebut selama ini menjadi sumber kebutuhan air bersih bagi masyarakat di sejumlah wilayah.

“Yang pertama karena bisa mematikan sumber mata air yang diminum semua warga. Air yang dibawa ke Dukuh Ngeloh dan sebagian Sayutan itu berasal dari bawah lokasi tersebut,” ujarnya.

Warga khawatir aktivitas pengerukan material secara terus-menerus akan mengganggu cadangan air bawah tanah dan mengurangi debit mata air yang selama ini dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Jika hal itu terjadi, masyarakat berpotensi mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

Kekhawatiran tersebut menjadi perhatian utama karena sumber air yang dimaksud tidak hanya melayani satu lingkungan, melainkan juga mengaliri beberapa dusun yang bergantung pada distribusi air dari kawasan tersebut.

Selain persoalan air, warga juga menyoroti posisi lokasi tambang yang berada di bawah area makam dan permukiman penduduk. Aktivitas penambangan yang terus mendekati tebing dinilai berisiko mengurangi kekuatan tanah penyangga.

Jika pengerukan terus berlangsung, warga khawatir akan terjadi longsor yang dapat mengancam makam leluhur maupun rumah-rumah penduduk yang berada di atas lokasi tambang.

“Di atas lokasi itu ada makam, di sebelah makam ada pemukiman warga. Kalau terus dilongrong ke sana, kami khawatir rumah-rumah dan makam itu bisa longsor ke jurang,” kata Dakun.

Menurut warga, potensi bencana semakin besar karena di bawah kawasan tersebut juga terdapat jalur aliran air yang selama ini menjadi bagian dari sistem distribusi kebutuhan masyarakat sekitar.

Penolakan warga juga dilatarbelakangi kekhawatiran terhadap keberlangsungan lahan pertanian di sekitar area tambang. Hamparan sawah yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat berada tidak jauh dari lokasi aktivitas penambangan.

Masyarakat menilai kerusakan lingkungan yang ditimbulkan dapat berdampak pada sistem pengairan pertanian, kualitas tanah, hingga produktivitas hasil panen dalam jangka panjang.

“Ada sawah di bawah sana. Jadi yang kami perjuangkan bukan hanya hari ini, tetapi juga untuk masa depan lingkungan,” ujarnya.

Bagi warga, menjaga kelestarian lingkungan menjadi investasi penting bagi generasi mendatang. Mereka menilai manfaat ekonomi yang diperoleh dari aktivitas tambang tidak sebanding dengan potensi risiko yang harus ditanggung masyarakat apabila terjadi kerusakan lingkungan.

Dakun menegaskan bahwa hingga saat ini tuntutan warga tidak berubah, yakni menghentikan seluruh aktivitas penambangan di wilayah tersebut.

“Tuntutan warga cuma satu, tutup tambang. Semua warga Sayutan menolak adanya tambang supaya lingkungan tetap baik dan lestari, agar anak cucu kita besok tidak terlantar,” tegasnya.

Sementara itu, hasil rapat dengar pendapat di DPRD Magetan belum menghasilkan keputusan final terkait keberlangsungan aktivitas tambang. DPRD bersama instansi terkait berencana melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lokasi yang menjadi objek sengketa.

Warga berharap proses tersebut dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai dampak yang ditimbulkan aktivitas penambangan dan menjadi dasar pengambilan keputusan yang mengutamakan keselamatan lingkungan serta kepentingan masyarakat sekitar. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dishub Anggarkan Rp928 Juta untuk 65 Titik Lampu Jalan Baru, Fokus Terangi Jalur Rawan Kecelakaan

    Dishub Anggarkan Rp928 Juta untuk 65 Titik Lampu Jalan Baru, Fokus Terangi Jalur Rawan Kecelakaan

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mengalokasikan anggaran sebesar Rp928 juta pada 2026 untuk membangun 65 titik Alat Penerangan Jalan (APJ) baru. Program tersebut diprioritaskan di sejumlah ruas jalan yang selama ini minim penerangan dan dinilai rawan terjadi kecelakaan lalu lintas. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Madiun, Suryanto, mengatakan seluruh APJ […]

    Bagikan
  • Tim Gibran Center Tinjau SPPG Lembeyan Kulon, Tindak Lanjuti Dugaan Kasus Keracunan MBG

    Tim Gibran Center Tinjau SPPG Lembeyan Kulon, Tindak Lanjuti Dugaan Kasus Keracunan MBG

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Tim Gibran Center Magetan melakukan kunjungan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lembeyan Kulon, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, pada Senin (27/10/2025). Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari dugaan kasus keracunan makanan yang sebelumnya menimpa sejumlah siswa di wilayah tersebut. Namun, dalam kunjungan tersebut, tim Gibran Center belum diizinkan untuk melihat secara […]

    Bagikan
  • Viral Rekaman CCTV Aksi Brutal Perampokan Indomaret di Maospati

    Viral Rekaman CCTV Aksi Brutal Perampokan Indomaret di Maospati

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Aksi perampokan bersenjata mengguncang warga Maospati, Kabupaten Magetan. Rekaman CCTV yang beredar di media sosial menampilkan detik-detik kawanan perampok menyatroni sebuah Indomaret di Jalan Raya Barat, tepat di timur traffic light depan Lanud Iswahjudi, Kamis (04/09/2025) sekitar pukul 04.24 WIB. Dalam video tersebut, tampak sebuah mobil putih berhenti di depan minimarket. […]

    Bagikan
  • Porprov Jatim IX 2025, Magetan Terpuruk di Papan Bawah, Publik Desak Evaluasi Total

    Porprov Jatim IX 2025, Magetan Terpuruk di Papan Bawah, Publik Desak Evaluasi Total

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2025 resmi berakhir. Namun bukan euforia yang menyelimuti Kabupaten Magetan, melainkan kekecewaan mendalam. Harapan untuk memperbaiki prestasi kandas, setelah kontingen Magetan hanya mampu menempati peringkat ke-36 dari total 38 daerah di Jawa Timur. Dalam ajang olahraga terbesar di Jawa Timur itu, Magetan mengumpulkan 5 […]

    Bagikan
  • Pengawasan Satpol PP di Telaga Sarangan, Polemik Pedagang Keliling Kembali Mencuat

    Pengawasan Satpol PP di Telaga Sarangan, Polemik Pedagang Keliling Kembali Mencuat

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Magetan bersama Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan, serta pengawas danau melakukan pengawasan dan pembinaan di kawasan wisata Telaga Sarangan, Sabtu (16/8/2025). Langkah ini diambil menyusul adanya laporan dugaan pelanggaran yang meresahkan pengunjung maupun pengelola wisata. Kabid Penegak Perda Satpol PP Magetan, Gunindar, menyampaikan bahwa […]

    Bagikan
  • Melihat Kedekatan Mayor Clp Eko Sudarto, Kapenrem 081/DSJ bersama Masyarakat

    Melihat Kedekatan Mayor Clp Eko Sudarto, Kapenrem 081/DSJ bersama Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Di balik disiplin dan ketegasannya sebagai prajurit TNI, tersimpan sisi kemanusiaan dan jiwa sosial yang begitu tulus dalam Mayor Clp Eko Sudarto. Kapenrem 081/DSJ merupakan contoh nyata dari sosok prajurit bertangan baja tapi berhati mulia. Sisi kemanusiaan dan jiwa sosial yang kerap ditunjukkannya pun mampu menginspirasi banyak orang di sekelilingnya. Salah […]

    Bagikan
expand_less