Berita Terkini
Trending Tags

Ini Komplotan Pembobol ATM di Magetan, Gasak Uang Rp. 649 Juta, 2 Pelaku Berstatus Buron

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 23 Jun 2025
  • visibility 112
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
3 Pelaku pembobolan ATM diamankan polres magetan, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Kasus pencurian dengan pemberatan menggemparkan Kabupaten Magetan, Jawa Timur beberapa waktu lalu berhasil diungkap Polres Magetan. Mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang berada di dalam gerai Indomaret Barat, Desa Karangsono, Kecamatan Barat dibobol kawanan pelaku pada Senin (02/06/2025) lalu. Aksi kriminal itu mengakibatkan kerugian fantastis senilai Rp. 649.100.000.

Pengungkapan kasus ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian, mengingat modus operandi pelaku tergolong terencana dan rapi. Hasil penyelidikan mengarah pada keterlibatan jaringan pelaku dari luar daerah, yang diketahui telah beberapa kali melakukan aksi serupa di sejumlah wilayah lain di Indonesia.

Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini dilakukan melalui metode scientific crime investigation. 

“Jadi terungkapnya kasus pembobolan ATM ini tentu saja berdasarkan scientific crime investigation. Kami menggunakan inafis, analisis TKP berulang, dan rekaman CCTV. Kami juga melibatkan kerja sama antarwilayah, termasuk Polrestabes Semarang, Polres Salatiga, hingga Polresta Jambi. Akhirnya pelaku berhasil diamankan di Jambi, berkat koordinasi dengan rekan-rekan dari Polres setempat,” terang AKBP Erik.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa dua dari pelaku telah berulang kali melakukan aksi pencurian ATM di berbagai daerah, termasuk yang terakhir di wilayah Jawa Barat sebelum akhirnya beraksi di Magetan.

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa aksi ini telah dirancang sejak 22 Mei 2025. Para pelaku, yang terdiri dari lima orang, merencanakan operasi pencurian ini dari Palembang, Sumatera Selatan. Mereka membentuk tim dengan pembagian peran masing-masing. Empat pelaku berangkat dari Palembang melalui jalur darat, sementara satu lainnya menyusul menggunakan pesawat ke Surabaya.

Selanjutnya, mereka berkumpul dan menyisir sejumlah wilayah di Jawa Timur, mulai dari Surabaya, Gresik, Lamongan, hingga akhirnya menetapkan Indomaret di Karangsono, Magetan, sebagai target utama karena minim pengawasan.

Pada malam sebelum aksi, para pelaku menginap di kawasan Maospati dan Sarangan. Pada Senin dini hari 2 Juni 2025, mereka menjalankan eksekusi. Modus yang digunakan cukup canggih. Pelaku masuk ke dalam gerai minimarket melalui bagian belakang bangunan, memanjat tembok menggunakan tangga bambu, lalu menjebol plafon untuk mengakses mesin ATM.

“Mereka membawa alat las, tabung gas, dan oksigen untuk membuka brankas mesin ATM. Bahkan, mereka menyiramkan air ke mesin agar uang tidak terbakar saat dilas.

Setelah berhasil membongkar ATM dan mengambil seluruh isi uang tunai, para pelaku melarikan diri,” imbuh AKBP Erik.

Namun pelacakan cepat oleh polisi membuat mereka tak bisa bergerak jauh. Masing-masing ditangkap saat sedang dalam perjalanan, termasuk di dalam kendaraan yang digunakan untuk operasional mereka. Satu di antaranya menggunakan mobil Toyota Kijang Innova warna silver yang juga disita sebagai barang bukti.

Dari tangan pelaku, polisi menyita berbagai alat bukti seperti mesin ATM yang sudah rusak, alat las lengkap, tabung gas, gembok, potongan plafon, hingga rekaman CCTV. Selain itu, uang tunai puluhan juta rupiah, handphone, emas, jam tangan mewah, hingga dokumen kendaraan turut diamankan.

“Tiga pelaku yaitu Dedi Irawan (44), buruh harian lepas asal Palembang, sebagai eksekutor yang masuk ke dalam minimarket, membobol plafon, dan merusak brankas mesin ATM menggunakan las. Yan Parta Wijaya (37), petani asal Lahat, Sumatera Selatan, membawa peralatan las dan menyiram air ke mesin agar uang tidak terbakar saat dipotong. Riyan Aditya (24), warga Semarang, bertugas membeli perlengkapan las, melakukan pencarian target, serta menjadi sopir dan pengawas situasi sekitar”, jelas AKBP Erik.

Ketiga pelaku yang telah ditangkap kini telah mendekam di Rutan Polres Magetan sejak 18 Juni 2025. Mereka dijerat Pasal 363 ayat (2) KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.

Sementara itu, dua pelaku lainnya, yakni Andi Lala (48) dan Aldi Wiranata (24), masih dalam pengejaran dan telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Dalam aksi tersebut mereka berperan sebagai pembantu agar dapat berjalan lancar. Kepolisian mengimbau masyarakat yang memiliki informasi keberadaan dua tersangka tersebut untuk segera melapor.

Kapolres Magetan menegaskan, pihaknya akan terus memperluas koordinasi lintas daerah guna menuntaskan jaringan pencurian ATM ini. “Kami menyarankan pelaku yang masih kabur untuk menyerah saja lalu datang ke Polres Magetan, Karena kami tidak akan berhenti sampai seluruh pelaku tertangkap. Ini bentuk komitmen kami dalam menjaga rasa aman masyarakat dan mengungkap kejahatan secara tuntas,” tegasnya.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelajar SMP di Ponorogo Ditemukan Tewas Membusuk di Dalam Sumur Tua

    Pelajar SMP di Ponorogo Ditemukan Tewas Membusuk di Dalam Sumur Tua

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 381
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Seorang pelajar di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, ditemukan tewas membusuk di dalam sebuah sumur tua setelah dilaporkan hilang selama tiga hari. Jenazah korban ditemukan warga pada Minggu malam (9/2/2026) di Desa Bulu Lor, Kecamatan Jambon. Korban diketahui bernama Adi Saputra (15), warga setempat. Sebelumnya, korban dilaporkan meninggalkan rumah pada Jumat (6/2/2026) […]

    Bagikan
  • Menyingkap Jejak Kampung Jerman di Telaga Sarangan, Sejarah Sunyi dari Masa Pendudukan Jepang

    Menyingkap Jejak Kampung Jerman di Telaga Sarangan, Sejarah Sunyi dari Masa Pendudukan Jepang

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 308
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Telaga Sarangan di Kabupaten Magetan selama ini dikenal luas sebagai salah satu destinasi wisata alam terpopuler di Jawa Timur. Hamparan telaga dengan latar perbukitan hijau dan udara sejuk menjadi daya tarik wisatawan sejak masa kolonial Belanda. Namun di balik pesonanya, kawasan ini menyimpan babak sejarah yang jarang disorot. Yakni hadirnya komunitas […]

    Bagikan
  • Belajar Meracik Warisan Nusantara, Siswa SMPN 13 Kota Madiun Antusias Kenal Jamu di D’Jamoe

    Belajar Meracik Warisan Nusantara, Siswa SMPN 13 Kota Madiun Antusias Kenal Jamu di D’Jamoe

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – D’Jamoe menjadi ruang belajar berbeda bagi puluhan siswa SMPN 13 Kota Madiun pada Kamis (7/5/2026). Bukan sekadar duduk di kelas, sebanyak 87 siswa bersama guru pendamping mengikuti kegiatan outdoor learning yang mengajak mereka mengenal lebih dekat budaya jamu tradisional Indonesia. Suasana hangat langsung terasa sejak para siswa memasuki area produksi D’Jamoe. Mereka […]

    Bagikan
  • Belasan Siswi Tumbang Saat Upacara Hardiknas di Madiun, Diduga Akibat Dehidrasi

    Belasan Siswi Tumbang Saat Upacara Hardiknas di Madiun, Diduga Akibat Dehidrasi

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang digelar di Alun-Alun Caruban, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Jumat (2/5/2025), diwarnai insiden belasan siswi tumbang akibat kelelahan dan cuaca panas. Sebanyak 12 pelajar tingkat SMP dan SMA yang mengikuti upacara tersebut terlihat lemas, bahkan beberapa di antaranya mengalami kram dan pusing saat prosesi […]

    Bagikan
  • Dinas Sosial Siagakan 42 Petugas SLRT, Turun ke Rumah Warga Penerima Bansos

    Dinas Sosial Siagakan 42 Petugas SLRT, Turun ke Rumah Warga Penerima Bansos

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Mandor
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Dinas Sosial ( Dinsos) Kabupaten Madiun mengumpulkan puluhan petugas Sistem Layanan Rujukan Terpadu atau SLRT untuk menyamakan persepsi penanganan bantuan sosial. Para petugas ini akan menjadi garda terdepan dalam pendataan dan verifikasi warga penerima manfaat di lapangan. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Supriyadi, menegaskan pentingnya kesamaan persepsi agar seluruh petugas memiliki […]

    Bagikan
  • Masuk Daerah Tertinggi ODGJ Pasung di Jatim, Dinsos Madiun Bantah : Itu Data Sudah Lama

    Masuk Daerah Tertinggi ODGJ Pasung di Jatim, Dinsos Madiun Bantah : Itu Data Sudah Lama

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 297
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur mencatat masih ada 252 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang dipasung di berbagai wilayah di provinsi tersebut. Dari jumlah itu, Kabupaten Madiun menempati posisi kedua tertinggi dengan 24 kasus, setelah Kabupaten Sampang yang mencatat 27 kasus. Sementara Kabupaten Probolinggo berada di posisi ketiga dengan 19 kasus. […]

    Bagikan
expand_less