Tak Mau Ambil Risiko Saat Mudik, KAI Daop 7 Madiun Periksa Jalur KA Talun–Tulungagung
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 19
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Menjelang masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun memastikan kesiapan sarana dan prasarana perjalanan kereta api. Salah satu langkah yang dilakukan adalah inspeksi jalur menggunakan lori dresin dari Stasiun Talun hingga Stasiun Tulungagung.
Kegiatan cek lintas tersebut dipimpin langsung Vice President Daop 7 Madiun, Ali Afandi, bersama jajaran manajemen lintas unit. Tim yang terlibat meliputi unsur Operasi, Sinyal dan Telekomunikasi (Sintel), Bangunan Dinas (Bangdis), IT, Kesehatan, Angkutan Penumpang, Fasilitas Penumpang (Faspen), Jalan Rel dan Jembatan (JJ), pengamanan (PAM), Humas, hingga tim Quality Control.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh infrastruktur dan pelayanan siap menghadapi lonjakan penumpang selama periode mudik Lebaran.
Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan inspeksi dilakukan secara menyeluruh di setiap stasiun sepanjang lintas Talun hingga Tulungagung. Tim berhenti di sejumlah titik untuk memastikan standar keselamatan dan pelayanan kepada penumpang tetap terjaga.
“Inspeksi ini merupakan komitmen kami untuk memastikan seluruh aset prasarana dalam kondisi prima. Kami ingin masyarakat yang mudik ke kampung halaman saat Angkutan Lebaran 1447 Hijriah merasa aman dan nyaman ketika melintasi wilayah Daop 7,” ujar Tohari di sela kegiatan inspeksi Kamis (05/03/2026).
Dalam pengecekan lapangan, sejumlah aspek menjadi fokus utama. Di antaranya kondisi prasarana jalur kereta seperti wesel, sambungan rel, hingga sistem persinyalan di setiap emplasemen stasiun. Selain itu, tim juga meninjau fasilitas pelayanan penumpang, mulai dari kebersihan ruang tunggu, toilet, hingga sarana pendukung di stasiun.
Tak hanya itu, kondisi jembatan kereta api serta sistem drainase di sekitar jalur rel juga turut diperiksa untuk mengantisipasi potensi gangguan akibat cuaca ekstrem.
“Kami juga mene juga menekankan langkah mitigasi kepada Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) di lapangan. Baik pembersihan jalur dengan menebang pohon yang berpotensi tumbang ke arah rel, pengecekan stabilitas jalur melalui kondisi batu balas dan alat penambat rel, serta pemetaan daerah rawan gangguan alam maupun teknis,” jelasnya.
Selain itu, petugas juga diminta melakukan identifikasi dini terhadap potensi gangguan di lapangan serta menjaga disiplin operasional sesuai standar prosedur perjalanan kereta api.
“Dengan persiapan yang matang ini, KAI Daop 7 Madiun siap menyukseskan Angkutan Lebaran 1447 H atau tahun 2026. Kami berupaya memberikan pelayanan prima dan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, serta tepat waktu bagi masyarakat,” pungkas Tohari. (Tim).
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Buyung


