Teror Hewan Liar Serang Kambing Warga Dagangan, DKPP Madiun Turunkan Tim
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
- visibility 7
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun — Serangan hewan liar terhadap ternak kambing milik warga terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun menyebut, insiden ini telah berlangsung sejak pertengahan Januari 2026 dan menimbulkan korban ternak mati maupun luka-luka.
Kepala Bidang Peternakan DKPP Kabupaten Madiun, Harris Imballo R. Siregar, mengatakan pihaknya mulai menindaklanjuti laporan warga sejak 14 Januari 2026. DKPP telah menurunkan petugas teknis lapangan untuk melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi kejadian.
“Sejak tanggal 14 Januari kemarin, petugas teknik lapangan kami sudah ke lokasi. Kita lakukan pengobatan pada kambing yang terluka, terutama pemberian antibiotik untuk mencegah infeksi, serta vitamin antistres,” kata Harris, Jumat (23/1/2026).
Berdasarkan hasil anamnesa dan keterangan peternak serta warga sekitar, DKPP menduga luka pada kambing disebabkan oleh serangan hewan liar. “Disinyalir itu diganggu atau diserang hewan liar, dalam hal ini anjing-anjing hutan,” ujarnya.
Untuk sementara, DKPP mencatat lima ekor kambing terdampak di Desa Ngranget. Dari jumlah tersebut, dua ekor ditemukan mati di lokasi, sementara tiga ekor lainnya mengalami luka-luka. “Satu ekor lukanya cukup besar,” kata Harris.
Sementara itu, laporan dari Desa Padas masih dalam proses pendataan. “Yang di Desa Padas masih kita tindak lanjuti. Data total korban ternak masih kita update,” imbuhnya.
DKPP menilai pola serangan berkaitan dengan lokasi kandang ternak yang berada jauh dari permukiman warga, bahkan berada di kawasan hutan. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan pengawasan dan meningkatkan risiko gangguan hewan liar.
Sebagai langkah antisipasi, DKPP menyarankan peternak memindahkan kambing ke kandang yang lebih dekat dengan rumah.
“Kami sarankan ternaknya dibawa ke kandang dekat rumah agar mudah diawasi,” kata Harris.
Selain itu, perbaikan kandang juga menjadi perhatian. “Kandang yang sudah dekat rumah agar diperbaiki, terutama jika ada celah atau bagian yang rusak, supaya tidak mudah dimasuki hewan liar seperti anjing,” jelasnya.
Terkait apakah fenomena ini pernah terjadi sebelumnya, Harris menyebut laporan serangan dalam jumlah besar baru kali ini diterima DKPP. “Sejak saya bertugas di peternakan mulai 2009, baru kali ini ada laporan dengan jumlah cukup banyak.
Menurut informasi warga, sebelumnya mungkin pernah ada, tapi skalanya kecil, satu atau dua ekor,” pungkasnya.
DKPP memastikan akan terus memantau perkembangan kasus ini sembari mengimbau peternak meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi serangan hewan liar.(Tov/Krs).
- Penulis: Tova Pradana
